Menantu Super Kaya

Menantu Super Kaya
episode 13 "perasaan yang mulai tumbuh"


__ADS_3

"saya ingin membeli mobil ini" Evan menunjuk ke arah mobil yang ia sempat masuk untuk memeriksa.


"manajer orang ini sudah gila di lihat dari penampilannya bahkan mobil di paling murah pun di sini ia tidak mampu membelinya" kariawan itu sangat kesal.


manajer tidak mau gegabah melihat Evan ia tetap bersikap ramah dan profesional. ia menyuruh kariawan nya untuk tutup mulut.


"tuan maafkan kariawan saya mobil ini harganya 1,2 miliar interior dalamnya sangat bagus dan elegan, mobil ini sangat bagus di pasaran"


"ya saya suka dengan mobil ini saya akan membayarnya sekarang" Evan mengeluarkan sebuah kartu bewarna hitam berlapiskan emas dari sakunya. ia menyerahkan kartu itu kepada manajer.


manajer melihat kartu itu sangat kaget ini adalah kartu ATM tanpa batasan limit yang belum lama ini di luncurkan oleh bank terbesar di dunia, hanya ada sepuluh buah di dunia bahkan minimal kartu ini paling tidak berisi 1 triliun.


kariawan yang sempat meremehkan Evan langsung terdiam ia sangat menyesal memperlakukannya dengan buruk. seharusnya ia akan mendapatkan bonus yang besar jika berhasil menjual mobil kepada Evan yang ternyata pelanggan VIP.


manajer terdiam beberapa saat seakan tidak percaya.


"tuan anda ternyata sangat kaya Anda bahkan bisa membeli mobil yang paling bagus di toko kami mengapa anda malah memilih mobil ini"


"tidak apa apa aku suka" Evan mana mungkin membeli mobil yang paling mahal di sini bagai mana ia bisa menjelaskan kepada istrinya nanti.


manajer mengerti bahwa Evan adalah sosok yang sederhana di lihat dari cara dia berpenampilan tapi sekarang ia tampak sangat berwibawa.


"apakah mobil ini bisa ku bawa hari ini sore anti aku akan menjemput istri ku"


"tentu saja bisa tuan mari ikuti saya kita akan segera selesaikan prosedurnya.


setengah jam kemudian prosedurnya telah selesai di urus.


"terima kasih tuan hati hati di jalan" manajer membungkukkan badannya. kemudian ia memanggil kariawan ny tadi dan menasehatinya untuk tidak berperilaku seperti itu kepada setiap tamu.


Evan memasukan sepeda listriknya nya ke dalam bagasi mobil lalu segera pergi untuk menuju ke sebuah toko antik terbesar di kota amster.

__ADS_1


Evan memarkirkan mobilnya kemudian ia masuk dan melihat lihat barang antik.


"coba kamu keluarkan bantal batu giok yang berada di dalam kotak itu" Evan berbicara kepada penjaga toko.


"mata anda sangat jeli tuan ini adalah salah satu benda terbaik di toko ini, benda ini setidak nya berasal dari dinasti Ling" penjaga toko mulai menjelaskan barang tersebut kepada Evan.


Evan sangat tertarik ini mungkin bisa jadi hadiah yang sangat bagus untuk kakek, apalagi kakek sangat menyukai barang antik.


beberapa saat kemudian bos toko itu keluar. bos itu bernama David Tian keluarga tingkat satu di kota amster serta menjadi pengusaha barang antik terbesar di amster.


bos itu bertanya kepada penjaga toko ia tadi mendengar samar samar bahwa ad orang yang akan membeli banyak giok "dimana orang yang akan membeli bantal giok". bantal giok ini adalah salah satu barang termahal di toko ini.


bos itu melihat ke arah Evan dengan samar samar kemudian ia segera mendekat.


"tuan muda ye kenapa anda disi" bos itu sangat terkejut melihat Evan berada di tempatnya ia mengenalinya karna Zaki pernah memperkenalkannya waktu acara makan di restoran everens.


"kamu mengenaliku" Evan sedikit kaget ada yang mengetahuinya.


penjaga yang menyaksikan siapa sebenarnya Evan di lihat dari pakaiannya dah hanya menaiki sebuah mobil BMW, bahkan bosnya yang sangat kaya saja begitu menghormatinya. untung saya ia tidak melakukan kesalahan dan melayaninya dengan baik.


"kalo begitu saya minta agar anda dapat merahasiakan identitas saya" Evan tidak ingin identitasnya banyak di ketahui orang karna belum saatnya baginya untuk menunjukan dirinya.


"anda tenang saja tuan muda" mana berani ia membocorkannya atau ia ingin menerima pembalasan yang mengerikan.


"saya sedang mencari hadiah untuk kakek dari istri saya, melihat bantal giok ini saya tertarik kebetulan kakek sangat suka barang antik, jadi berapa harganya".


"oh tuan jangan bercanda bagaimana mungkin saya berani menjualnya ke pada tuan, bantal giok ini saya berikan saja kepada tuan sebagai hadiah dari saya. saya berharap tuan dapat menerimanya" tentu saja bos berpikiran luas jika ia memberikan barang Evan sukai mungkin saja suatu hari nanti jika bos itu memerlukan bantuannya bisa saja Evan langsung menolongnya.


Evan yang tidak enak menolak maksud hati baik dari bos itu ia langsung menerimanya.


"kalo begitu terima kasih ya, aku pergi dulu masih ad urusan yang harus ku kerjakan.

__ADS_1


"baik tuan biar saya antar" bos itu mengantar Evan ke mobilnya.


"selamat jalan hati hati tuan" bos itu melambaikan tangannya melihat Evan yang sudah pergi.


"sungguh orang besar yang murah hati bahkan dari penampilannya saja sangat bisa dan mobilnya juga bukan mobil yang mewah" bos berkata dalam hati.


Evan segera pergi ke kantor untuk menjemput istrinya pulang. sebelumnya ia menerima pesan dari Shinta agar Evan menjemputnya jam 4 sore.


tin tin bunyi klakson mobil BMW yang menghampiri Shinta. Evan menurunkan kaca mobil.


"ayo cepat masuk sebentar lagi mau turun hujan".


Shinta yang kaget segera masuk karna memang langit sudah mulai gerimis.


Shinta duduk di depan dekat Evan "mobil siapa kamu bawa dan dimana sepeda listrik mu" Shinta penasaran dari mana Evan mendapatkan mobil ini.


"mobil ini baru saja aku membelinya dan sepeda ad di bagasi belakang"


"apa kamu membelinya kamu dapat uang dari mana kamu tidak mencuri kan" ekspresi Shinta bingung.


"aku ad tabungan kamu tidak perlu khawatir tidak mungkin aku berbuat kriminal"


Shinta berpikir bagaimana mungkin Evan punya tabungan sebanyak ini untuk membeli mobil, paling tidak mobil BMW ini sekitar 1 miliar sedangkan ia hanya memberi 200 ribu setiap hari untuk belanja bahkan jika ia mengumpulkannya selama 2 tahun pun tidak mungkin terkumpul begitu banyak.


"kamu jangan bercanda deh" Shinta mulai kesal karna Evan tidak jujur.


"aku berpikir sekarang sedang musim hujan tidak mungkin aku selalu mengantarmu dengan sepeda listriknya dan juga kamu adalah penanggung jawab proyek setidaknya aku membeli mobil ini untuk keperluan mu istriku" seraya Evan mengatakan istriku ia memegang tangan Shinta yang berada di pahanya dengan sangat lembut.


Shinta yang mendengar kata istri di barengi dengan sentuhan tangannya membuat pipinya memerah badannya serasa demam ada perasaan yang susah di jelaskan ia pun melupakan masalah mobil itu.


mari bantu author ya untuk terus berkarya dengan memberikan like terima kasih

__ADS_1


__ADS_2