Menantu Super Kaya

Menantu Super Kaya
episode 14 "ulang tahun kakek Lu"


__ADS_3

sepanjang perjalanan menuju rumah Shinta terus berdiam tanpa kata karna masih merasa malu walaupun mereka sudah 2 tahun menikah tetap saja terasa aneh.


memei dan robi yang sedang santai di teras rumah melihat ad mobil yang datang.


"yah itu mobil sapa seperti mengarah ke rumah kita"


"aku juga tidak tau sepertinya kita tidak ada kerabat yang mempunyai mobil BMW".


tiba tiba mobil berhenti memarkirkan di halaman rumah mereka, keluarlah Shinta dan Evan. keduanya orang tuanya sangat terkejut di ikuti rasa senang.


"Shinta kamu baru membeli mobil" robi segera menghampirinya.


"mobil ini cukup bagus pintar kamu memilihnya setidaknya besok kita bisa membawanya ke acara kakek" memei sangat kagum kepada Shinta baru sebentar ia menjabat sebagai ketua proyek sudah bisa membeli mobil.


"kamu Evan singkirkan tangan kotor mu mati kalo lecet apakah kamu sanggup menggantinya".


"ma sebenarnya" sebelum Shinta sempat berbicara Evan sudah memberikan kode agar ia tidak mengatakan bahwa evan lah yang membeli mobil karna Evan tidak mau urusan jadi tambah rumit dan juga sudah jelas ibunya tidak akan percaya.


Evan menarik Shinta masuk ke dalam rumah sementara kedua orang tuanya masih melihat lihat mobil.


"Evan aku minta maaf atas kejadian ini bagaimanpun kamu lah yang membeli mobil itu".


"tidak apa apa tidak perlu" Evan tersenyum tipis.


"tapi mereka bahkan menghinamu" Shinta merasa tidak enak.


"mereka kan orang tuamu juga mertuaku aku pun sudah biasa di perlakukan seperti ini"


Shinta yang merasa tidak enak terhadap sikap ke dua orang tuanya. "terima kasih suamiku".


Evan langsung kaget mendengar kata suamiku keluar dari mulut Shinta ini pertama kalinya ia mendengarnya ternyata ada baiknya juga kejadian ini.


setelah mengatakan itu Shinta buru buru pergi ke kamar Shinta juga merasa malu. tapi tidak bisa di pungkiri benih cinta sudah mulai tumbuh di antara mereka.


di mobil dalam perjalan ke rumah kakek, "Shinta apakah kamu sudah menyiapkan hadiah buat kakek" tanya memei.


Shinta ingat bahwa ia menyuruh Evan untuk mencari hadiah yang cocok untuk kakek, Shinta melihat ke arah Evan.


"tenang saja kakek pasti suka dengan hadiah yang ku bawa"ujar Evan.

__ADS_1


"awas saja sampai kamu membuat malu lagi keluarga kita" jawab memei.


tibalah Acara ulang tahun kakek Lu, acaranya sangat ramai banyak keluarga kaya yang datang dalam acara tersebut.


ketika di parkiran keluarga Sinta bertemu dengan serli sepupunya.


"wow BMW baru menjabat sebagai ketua sebentar saja sudah bisa membeli mobil" serli melipat tangannya di dada.


"itu urusan kami" memei merasa kesal.


"apakah Tante tidak tau mungkin saja ia membeli mobil menggunakan uang perusahaan" serli tau bahwa harga mobil ini paling tidak 1 miliar bagaimana mungkin Shinta mempunyai uang sebanyak itu jika tidak menggunakan uang perusahaan.


memei hanya diam biarpun menggunakan uang perusahaan itu tidak masalah yang penting ia sekarang mempunyai mobil.


"Shinta lebih baik kita segera masuk saja" Evan menarik Shinta.


"hati hati saja jangan sampai kakek tau kamu memakai uang perusahaan".


mereka tidak memperdulikan serli dan langsung masuk ke dalam.


"sialan sombong sekali baru mobil BMW saja" ujar Serli.


setelah sambutan selesai kakek Lu mempersilahkan para tamu untuk mencicipi hidangan, banyak tamu undangan yang menyapa kakek dan mengucapkan semoga kakek selalu panjang umur.


banyak hadiah yang di terima kakek masing-masing hadiah paling tidak bernilai ratusan juta.


intan cucu kakek paling bungsu "ini kakek teh sanli terbaik sebagai hadiah dariku".


teh sanli adalah teh terbaik di kota amster paling tidak harganya berkisar 500 jutaan. kakek Lu tersenyum menerimanya.


"kakek ini hadiah dari saya semoga kakek panjang umur" serli memberikan selimut dengan beberapa sulaman benang emas paling tidak harga 700 jutaan.


"terima kasih, kakek senang kalian sangat pengertian"


Ricard dan Edwan(ayahnya Richard) berjalan ke arah kakek ia membawa guci porselin antik. guci itu sangat menarik perhatian para tamu dengan ukuran yang kira kira berasal dari 1500 taun yang lalu.


"kakek ini hadiah dari keluarga kami sebuah guci porselin aku setidaknya hampir menghabiskan seluruh tabunganku untuk membelinya, harganya 1.5 miliar" Richard sengaja mengatakan dengan keras mengenai harga agar semua tamu bisa mendengarnya.


kakek sangat terpesona dengan hadiah yang di berikan oleh keluarga Richard karna kakek memang menyukai barang antik "kalian sungguh murah hati tidak salah kamu menjadi cucu terbaikku".

__ADS_1


para tamu yang hadir sangat menyanjung Richard dan keluarganya yang begitu murah hati bahkan rela mengeluarkan uang sebanyak itu hanya untuk hadiah.


Richard dan keluarganya sangat bangga semua mata tertuju padanya.


"hem kek bukannya masih ad cucu Kakek yang belum memberikan hadiah" Richard melihat ke arah Shinta.


kakek Lu juga melihat ke arah keluarga Shinta.


Evan memberikan hadiah yang di belinya kepada Shinta. "berikan hadiah ini kepada kakek".


memei dan robi tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi jika hadiah yang di beli Evan tidak bermutu. memei berbicara dalam hatinya jika Evan membuat keluarganya malu ia akan mengusir Evan keluar dari rumah.


"istriku kamu percaya kepadaku pasti kakek akan menyukainya" ujar Evan kepada Shinta.


Shinta beranjak dari tempatnya menuju ke arah kakek.


"bukan kah itu cucu kakek Lu yang sangat cantik tapi sayangnya ia menikahi seorang yang miskin bahkan kabarnya ia hanya menjadi parasit di keluarga itu" cemooh para tamu mendengung keras di telinga Shinta membuatnya semakin malu.


"kita lihat saja apa yang mereka berikan kepa kakeknya" ujar tamu lainnya.


"wow bukannya ini sepupuku Shinta aku berharap kamu tidak membuat malu dengan hadiah yang kamu berikan" Ricard tidak sabar melihat hadiah yang di bawa Shinta. sudah pasti itu hadiah yang sangat murah, ia tidak sabar melihat kakek marah dan menertawakannya.


kakek melihat hadiah yang di bawa oleh Shinta dibungkus oleh kertas kado yang sederhana berpikir bahwa itu pasti lah barang murahan.


"kakek ini hadiah dari kami semoga kakek panjang umur dan sehat selalu" Shinta menyodorkan hadiahnya kepada kakek Lu.


kakek hanya melirik ke arah Shinta yang membawa sebuah hadiah dari bungkusnya kakek sudah bisa menilainya bahwa isinya sangat tidak menarik.


"kamu letakan saja di sana" kakek Lu sambil menunjuk ke arah sebuah meja kecil.


mendengar dan melihat ekspresi dari kakek Lu Shinta sangat malu dan sedih bahkan kakek saja belum membuka hadiah tapi bahkan ia tidak mau menyentuhnya.


"apa begitu rendahnya keluarga kami di matanya" ucap Shinta dalam hati.


melihat kelakuan kakek Lu memei melihat ke arah robi ingin sekali ia berkata" kenapa kakek selalu meremehkan keluarga kita".


robi tidak bisa berkata apa-apa memang sejak robi kecil ia selalu di perlakukan tidak adil oleh ayahnya itu.


mari bantu author ya untuk terus berkarya dengan memberikan like terima kasih

__ADS_1


__ADS_2