
Berto mendekati Shinta dengan tatapan penuh napsu dan mesum.
"hentikan" Evan berteriak sekuat tenaga.
tangan Berto mulai mendekati baju dari Shinta hendak melepas kancingnya.
"DOR"
tiba tiba terdengar suaranya tembakan sebanyak 5 kali dalam waktu yang bersamaan empat peluru mengenai kepala dari empat penculik itu termasuk dua penculik yang memegangi Evan, mereka tersungkur ke tanah seketika mati di tempat.
satu peluru mengenai tangan dari Berto yang hendak menyentuh Shinta hingga tangannya putus dan terpental.
"arkkkkhhhkk" Berto berteriak meraung kesakitan memegangi bagian tangannya yang telah putus terkena peluru.
itu semua di lakukan oleh sekitar belasan penembak jitu yang berada di atap gedung.
Evan tahu bahwa ini adalah perbuatan Zaki ia segera berlari ke arah Shinta yang masih pingsan, Evan memeluk Shinta dan membuka ikatannya.
terdengar suara keras dari helikopter sekitar ada 8 helikopter yang mengelilingi gedung itu.
pada pengawal terlatih bersenjata lengkap turun dari helikopter menggunakan tali toge langsung melakukan pengamanan di sekitar gedung.
kejadian itu bak sebuah syuting film tapi itu adalah nyatanya. keluarga ye memperlihatkan sedikit dari kekuatannya.
Evan tidak mengira bahwa Zaki akan mengerahkan tim penyelamat sebesar ini.
tidak lama berselang rombongan mobil roll royce anti peluru bahkan mampu bertahan dari ledakan bom masuk ke dalam gedung dan berhenti di depan Evan.
pintu roll royce terbuka keluar dari dalamnya mobil Zaki.
"tuan muda anda tidak apa apa" tanya Zaki yang terlihat khawatir. begitu Zaki menerima telepon dari Evan bahwa istrinya di culik Zaki langsung bertindak menghubungi divisi keamanan keluarga ye.
"aku tidak apa apa" jawab Evan sambil melihat pemandangan di sekitarnya.
Zaki menjelaskan kepada Evan bahwa semua ini adalah pasukan pengawal keluarga ye semua ini bisa di gerakan ketika Evan dalam bahaya.
Zaki juga menceritakan kekuatan keluarga ye yang besar dan memberi tahu Evan untuk tidak perlu takut kepada siapa pun.
Evan merasa takjub dan segera membawa istrinya yang tengah pingsan masuk ke dalam mobil.
sebelum menutup pintu mobil Evan memberikan perintah kepada Zaki untuk membereskan masalah ini dan juga membereskan Berto yang tergeletak di tanah merintih kesakitan.
__ADS_1
Zaki mengangguk paham memberi hormat kepada evan. setelah evan pergi zaki memerintahkan untuk membereskan para penculik yang tergeletak dan juga membereskan Berto untuk selamanya.
"tuan ampuni saya aku bersalah" Berto memohon ampun memegang kaki Zaki.
tetapi Zaki harus segera menyingkirkannya karna ia sudah berani mengganggu keluarga ye.
Berto yang melihat Zaki mengeluarkan ekspresi aura pembunuh merasa sangat putus asa.
Zaki memerintahkan para pengawalnya untuk membereskan nya. Zaki segera berbalik menuju mobil.
pengawal segera bertindak terdengar suara jeritan kesakitan dari Berto beberapa saat kemudian suara itu menghilang yang menandakan bahwa Berto sudah tewas.
Evan di dalam mobil trus memeluk Shinta dan mengelus pipinya yang masih merah akibat bekas tamparan.
Evan tidak membawa Shinta ke rumah sakit tetapi ia ingin membawa pulang ke rumah seraya merawatnya sendiri.
sesampainya di rumah Evan masuk kedalam ia merasa tenang karna memei dan robi sudah tertidur. jika mereka tau apa yang terjadi pada shinta tentu saja masalah ini akan menjadi sangat rumit, ia tidak tahu bagaimana akan menjelaskannya.
tiba di kamar Evan membaringkan Shinta di atas kasur dan menyelimutinya. ketika Evan hendak pergi tiba tiba Shinta terbangun.
"akhirnya kamu sudah sadar" ujar Evan dengan perasaan senang.
Evan merasa sangat aneh atau jangan jangan sebelum ia datang istrinya sudah di beri obat oleh Berto.
tiba tiba Shinta langsung menarik Evan dan membaringkannya di kasur. sementara Shinta duduk di atas tubuh Evan.
Evan yang selama ini tidak pernah melakukan hubungan suami istri merasa ada baiknya juga istrinya dia beri obat.
Evan mulai merasakan gairah ketika Shinta mulai menciumi leher Evan.
sebagai lelaki normal Evan pun tidak bisa menahannya.
hingga malam itu Shinta yang di bawah pengaruh obat dan Evan sebagai lelaki normal melakukan hubungan layaknya suami istri.
pagi hari Evan masih tertidur pulas tiba tiba Shinta terbangun dan berteriak.
"Evan apa yang kamu lakukan di tempat tidurku" Shinta sangat kaget ia melihat Evan di sebelahnya tidak memakai pakaian.
Evan mulai bagun mengucek ngucek matanya.
"a a a kenapa aku tidak memakai pakaian " Shinta malu segera memakai selimut untuk menutupi tubuhnya.
__ADS_1
"bukankah aku di culik kenapa aku sudah di kamar dan apa yang sudah kita lakukan" ujar Shinta.
Evan menggaruk kepalanya menceritakan apa yang terjadi Evan menceritakan bahwa yang menolong dari penculikan adalah polisi, ia tidak bisa menceritakan yang sebenarnya.
kemudian evan menceritakan bahwa semalam ia di beri obat oleh Berto sehingga ia kehilangan kendali. Evan juga menceritakan bahwa semalam ia yang menarik Evan dan melakukan hubungan itu.
Shinta yang mendengar penjelasan Evan sangat malu bahkan mereka selama ini saja belum pernah berciuman tapi justru tadi malam melakukan hal itu.
Shinta yang memang sudah mulai menyukai Evan tetapi ia belum siap untuk berhubungan seperti semalam merasa sangat malu ia menyuruh Evan untuk segera keluar dari kamar.
Evan segera memakai pakaiannya dan keluar dari kamar ada rasa bersalah dalam dirinya.
Evan membiarkan Shinta untuk menenangkan diri dulu dan ia pun segera melakukan rutinitasnya membersihkan rumah dan memasak.
Evan memasak berbagai hidangan makanan dan menaruhnya di meja makan di sana sudah ada memei dan robi yang sedang minum teh.
"Evan nanti akan membeli baju sedangkan robi ia ada urusan sehingga tidak bisa menjemput ku" ujar memei.
"terus" jawab Evan.
"dari pada kamu tidur tiduran di rumah tidak jelas aku minta kamu menjemput ku" ucap memei yang selalu tidak suka ke pada Evan.
"baik Bu"
"awas jangan sampai terlambat"
"saya paham"
"kalo paham bagus, kali sudah selesai memasak segera kamu cuci pakaian jangan bermalas-malasan".
Evan berbalik badan dan segera pergi untuk mencuci pakaian Evan tidak pernah marah atas apa perlakuan dari mertuanya, bisa saja Evan berbalik menghina memaki menamparnya tapi jika ia melakukan itu ia takut Shinta akan sedih, Evan sangat mencintai Shinta.
seperti biasa Evan mengantar Shinta ke kantor Evan menyupir mobil sementara Shinta duduk di sebelahnya.
di dalam mobil terasa suasana sangat hening dan canggung kedua orang ini masih memikirkan kejadian semalam.
"Shinta maafkan aku atas kejadian semalam aku tidak kuasa menahan diriku" Evan mencoba memecahkan keheningan.
"tidak apa apa lupakan saja" jawab Shinta.
Evan yang melihat ekspresi Shinta seperti nya sudah tidak marah lagi ia merasa sangat senang.
__ADS_1