Menantu Super Kaya

Menantu Super Kaya
episode 2 "bos baru glory group"


__ADS_3

setelah menerima telepon dari Aldo sie wajah memei tampak senang ,memei memikirkan seandainya yang menjadi menantunya adalah Aldo tentu saja keluarga mereka kan menjadi keluarga terpandang dan tidak akan di rendahkan.


"Bu siapa yang menelpon" Shinta bertanya dengan bingung knapa ibunya merasa senang sehabis mengangkat telpon.


"kamu ingat Aldo dari kelurga sie tampaknya perusahaan kita akan terselamatkan dia bersedia meminjamkan 30 miliar" Shinta pun ingat bahwa Aldo pernah menyatakan cintanya kepada Shinta, tapi Shinta menolaknya karna Shinta merasa sikapnya yang sombong dan hanya mengandalkan kekayaan untuk menggait wanita.


"besok dia akan kemari lebih baik kamu segera menceraikan sampah itu lebih cepat lebih baik" memei terus memaksa Shinta untuk menceraikan Evan.


"Bu aku tidak bisa menceraikannya dan uang 30 miliar itu banyak mana dengan mudah Aldo meminjamkannya" tanpa sadar Shinta mulai ad perasaan terhadap Evan.


sembari Evan mengantarkan Teh Evan mendengarkan percakapan mereka, Evan merasa senang mendengarkan istrinya belum mau menceraikannya.


"Shinta aku bisa membantumu mengenai uang 30 milliar" Evan yang jarang bicara sontak membuat memei dan Shinta tercengang. Evan yang hanya bekerja seperti pembantu di rumah mereka berani berbicara seperti itu.


"woi sampah apa hak mu untuk berbicara sudah cukup kamu membuat malu keluarga jangan sok gaya" memei berbicara dengan keras seraya membentak evan dengan muka marah.


"Evan sudah cukup biarkan aku yang memikirkannya" Shinta berkata dengan dingin, mana mungkin Evan punya uang sedangkan dia tidak bekerja dan aku hanya memberi nya 200 ribu setiap hari buat belanja Shinta tidak menganggap serius kata kata Evan.


"dasar menantu tidak berguna lebih baik kamu ceraikan Shinta itu lebih membantu" memei meninggalkan ruangan kembali ke kamar dengan raut wajah marah.


"Shinta percaya padaku aku bisa membantumu" benar saja Evan memiliki uang di rekeningnya 500 miliar dan merupakan putra dari kluarga ye yang asetnya berada di seluruh dunia.


"sudahlah lebih baik kembali ke kamar jangan menambah pusing" Shinta tidak menggubris Sama sekali apa yang di katakan Evan.


setelah tiba d kamar tidur Shinta langsung berbaring di atas kasur menarik selimut seperti biasanya Evan mengambil selimut tidur di lantai, selama dua tahun Evan blum pernah menyentuh Shinta apa lagi sampai tidur bersama itu terasa mimpi bagi Evan.

__ADS_1


ketika Evan sedang berbaring tiba tiba hpnya mendapatkan pesan dari nomor baru "tuan muda ini saya Zaki pemimpin di perusahaan glory group kakak anda Dewi ye yang memberikan nomor anda kepada saya kakak anda berpesan untuk memberikan glory group kepada anda apakah anda ada waktu besok untuk menandatangani berkas berkasnya" sontak pesan ini membuat Evan kaget dan bingung pasalnya glory group adalah perusahaan terbesar di kota ini dan akan menjadi miliknya, hati Evan pun menjadi senang serta membalas pesan dengan kata "ya".


Zaki dulunya hanyalah seorang gelandangan bahkan tidak mempunyai apa apa, hingga pada suatu hari Dewi kakak Ivan menolongnya membimbingnya bahkan memberikan modal kepadanya hingga Zaki bisa menjadi seperti sekarang, bahkan seluruh warga kota amster mengenal Zaki sebagai orang terkaya di kota.


setelah menerima pesan Evan langsung menelpon kakaknya "kak apakah benar yang di katakan Zaki".


"ya kamu lah sekarang pemilik glory group itu hanya salah satu aset keluarga kita setelah ini kamu harus menjalani hidup yang lebih baik Evan". setelah berbincang agak lama kakaknya mematikan telpon.


Evan menjadi bingung memikirkan berapa banyak harta yang dimiliki keluarga bahkan perusahaan Terbesar di kota pun hanya aset kecil bagi keluarganya. Evan terus memikirkannya hingga tidurnya pun tidak nyenyak.


keesokannya Evan terbangun agak siang, sementara Shinta telah berangkat ke kantor sementara kedua mertuanya masih tidur, segera Evan melakukan pekerjaan rumah seperti biasanya.


setelah menyelesaikan pekerjaannya Evan pun berangkat ke glory group menggunakan sepeda listrik yang di belikan istrinya buat belanja sayur ke pasar.


sesampainya di glory group Evan memarkirkan sepeda menuju ke pintu masuk kantor. ketika Evan hendak masuk ke kantor dia di hadang oleh dua penjaga berbadan besar menggunakan jas berwarna hitam.


even sedikit kesal setiap yang melihatnya pasti selalu menghinanya. "saya ingin bertemu Zaki" Evan berkata dengan santai.


"hahaha dasar kamu pikir kamu siapa lebih baik pergi" penjaga berkata sambil menarik kerah baju Evan.


penjaga yang lain berkata "cepat usir dia sebentar lagi ad tamu penting jangan sampai melihat pengemis ini".


kemuadian Evan di lempar ke luar "kalian kenapa kasar seperti ini" sambil berdiri evan membersihkan pakaiannya.


"kamu pantas mendapatkannya percaya atau tidak kami akan mematahkan kakimu bila kamu tidak segera pergi" penjaga semakin marah.

__ADS_1


tiba tiba keluar seorang wanita cantik putih dengan pakaian ketat tinggi sekitar 170 cm dengan lesung di pipinya "ad apa ini ribut ribut".


"begini sekertaris Lia gembel ini ingin bertemu dengan tuan Zaki" ujar penjaga


sekertaris Lia melihat ke arah Evan dengan hati hati kemudian berkata "lebih baik anda segera pergi ini bukan tempat mengemis".


Evan yang sedang mengagumi kecantikan Lia tiba tiba kaget mendengar nada bicara Lia yang menghinanya " kalian terlalu sombong" Evan berkata dengan nada tinggi.


tiba tiba Lia mendekat dan menampar Evan dengan keras. Evan pun kaget tidak bisa menghindar. pipi Evan merah merasakan panasnya tamparan dari Lia.


"cepat usir dia bila melawan patahkan kakinya" Lia memberi perintah ke pada penjaga , sontak penjaga segera mendekati Evan dengan membawa besi baja.


"stop berhenti" terdengar suara pria agak gemuk dari jauh berlari dengan cepat, ternya itu adalah Zaki pemimpin dari glory group.


"tuan Zaki kenapa anda berlari seperti terburu buru" sekertaris Lia menyapa tuan Zaki.zaki melihat ke arah Evan.


"tuan Zaki kami tidak tau ini gembel dari mana dan kami akan segera mengusirnya" kata Lia sambil berpikir ad yang tidak beres. tiba-tiba Zaki menampar Lia dengan keras Zaki tau bahwa Evan adalah adik dari Dewi ye karna Dewi ye sempat mengirimkan Poto Evan kepada Zaki. apa kata keluarga ye jika tahu Evan di perlakukan seperti gembel oleh kariawannya sendiri.


"tuan muda maafkan saya" Zaki memberikan hormat membungkukkan badannya 90 derajat. seketika Lia dan para penjaga kaget luar biasa bagaiman mungkin seorang bos glory group seorang kaya raya bisa begitu hormat kepada Evan yang terlihat seperti gembel.


Evan diam tanpa suara yang menandakan ia sedang marah seketika kembali Zaki menampar lagi Lia "kamu buta kamu membuatku malu".


pengawal yang dari tadi begitu sombong pun langsung diam tanpa suara kaki mereka gemetaran serasa akan kencing di celana.


"tuan Zaki apa salah saya kenap anda menampar saya" Lia terus mengusap pipinya.

__ADS_1


"apakah kamu tidak tahu beliau adalah tuan ye, Evan ye bos baru di glory group" seketika tubuh Lia serasa lemas tidak bertenaga. Lia pun berlutut memohon kepada Evan agar memaafkannya.


sementara penjaga tadi pun ikut berlutut setelah mengetahui bahwa Evan yang mereka hina ternyata adalah bos mereka sendiri.


__ADS_2