Menantu Super Kaya

Menantu Super Kaya
episode 30 "masalah baru memei"


__ADS_3

pelayan itu melihat ke arah kartu ATM yang telah di keluarkan oleh Evan.


"astaga kartu ini adalah kartu ATM gold emas" pelayan itu sangat terkejut sampai-sampai tangannya yang sempat menyilang di dada kini di pakainya untuk menutup mulutnya yang menganga.


kartu gold emas adalah kartu ATM yang hanya ada beberapa buah saja di dunia. pelayan itu sangat mengetahuinya karna sebelumnya ia pernah bekerja di salah satu bank swasta.


bahkan orang kaya sekalian pun belum tentu bisa dapat memilikinya jika dia tidak memiliki koneksi yang kuat.


setidaknya di dalam ATM itu minimal berisi paling sedikit sekitar 2 triliunan.


pelayan yang tadi sempat sinis dan juga menghina Evan sangat terkejut melihat Evan yang memiliki kartu ATM itu ia serasa sangat tidak percaya.


akibat teriakan dan tingkah laku pelayan itu banyak orang yang menjadi penasaran dan mulai datang untuk dapat melihat orang yang mampu mempunyai ATM gold emas itu.


"kenapa kamu bengong aku ingin membeli gaun ini dan beberapa baju yang sudah ku pilih" ujar Evan.


pelayan yang bengong itu tersadar dan segera merubah perilakunya ia memikirkannya bahwa orang di depannya adalah orang kaya yang rendah hati.


"baik tuan maafkan saya atas perilaku saya sebelumnya saya tidak mempunyai mata" pelayan itu meminta maaf membungkukkan badannya sembilan puluh derajat.


Evan tidak mempermasalahkannya ia segera memberikan kartu itu kepadanya.


dengan segera pelayan itu mengambilnya dan memasukannya ke mesin bayar.


Evan memasukan kodenya terdengar suara pembayaran berhasil.


hal tersebut membuat semua orang yang melihatnya sangat kagum kepada Evan dengan penampilannya yang begitu sederhana ternyata ialah orang kaya yang sesungguhnya.


"baik tuan saya akan segera membungkusnya" ujar pelayanan itu mengeluarkan senyum manisnya tampak sekali kecantikan yang terpancar darinya.


"baiknya nti saya minta tolong antar kan barang barang itu ke alamat ini". Evan mengeluarkan pena dan menuliskan alamat rumahnya.


"baik tuan hari ini akan kami antar kan juga".


Evan berbalik badan menuju ke luar toko mata para pengunjung masih menatapnya yang berjalan keluar.


pelayan itu mengantarnya keluar.

__ADS_1


"terima kasih tuan" ujar pelayan memberi hormat melihat Evan melangkah meninggalkan toko.


Evan mencari memei dan teman temannya. setelah agak lama mencari Evan menemukan mereka di sebuah toko baju yang di depan toko tertulis dengan jelas beli dua gratis satu dan juga diskon hingga lima puluh persen.


terlihat jelas di dalam toko banyak barang barang kw yang berkualitas hampir menyerupai aslinya.


sehingga jika mereka membelinya dan mengatakan bahwa ini asli juga tidak akan ada yang mengetahuinya.


setelah beberapa waktu akhirnya memei dah kawan kawannya keluarga dari toko itu dengan membawa beberapa kantung baju yang hanya di bungkus dengan plastik.


memei malas bertanya tentang Evan yang masuk ke dalam toko mewah itu ia takut jika ada yang mendengarnya bisa jadi akan merasa malu lagi.


"nah kamu bawa barang barang ini" ujar memei sambil memberikan bungkusan plastik itu kepada Evan.


Rini dan nova juga memberikan belanjaan mereka kepada Evan, sehingga Evan pun kesusahan untuk membawanya.


Evan hanya pasrah ia tidak mungkin akan bisa untuk menolaknya atau dia akan kembali di maki maki.


setibanya di parkiran mobil Evan segera menaruh barang barang tersebut di bagasi mobil. sementara ke tiga orang itu masih berdiri di luar mobil.


"berikan kunci mobil kepadaku" ujar memei dengan mengulurkan tangan meminta kunci kepada Evan.


"kenapa kamu bengong bukannya jelas bahwa memei meminta kunci mobil, kami masih ingin pergi bersenang senang kalo kamu ikut itu akan membuat kami malu" ujar nova.


Evan lumayan kesal terhadap memei di tambah lagi teman temannya yang dari tadi terus menghinanya.


di sisi lain Evan sangat lega ia tidak perlu lagi repot repot mengikuti mereka lagi. Evan langsung mengambil kunci mobil dari sakunya dan menyerahkan kepada memei.


"bagus kamu pulang naik bus saja jika tidak punya uang bisa jalan kaki" ujar memei yang membuat Rini dan Nova tertawa terbahak bahak.


Evan hanya berkata dalam hati sialan ingin sekali rasanya Evan mencekik kedua orang tua itu.


setelah itu memei mengendarai mobil itu bersama teman temannya.


nama selang mungkin hanya dua menit terdengar suara gesekan yang keras.


"aduh bagaimana ini memei kamu menyerempet mobil yang sedang berhenti" ujar nova.

__ADS_1


"lebih baik kita segera pergi saja sebelum ada orang yang mengetahuinya atau kita mendapatkan masalah ujar Rini yang ketakutan.


memei juga takut dan gugup ketika dia hendak menginjak pedal gas lagi. pintu mobil yang ia gores terbuka keluarlah dua orang wanita dan laki laki menghampiri mereka.


"sialan kalian cepat turun" ujar pria itu sambil mengetuk kaca mobil memei.


memei dan teman teman segera turun dari mobil.


"matamu kamu taruh di mana apa tidak lihat bahwa ad mobil di depanmu" lelaki itu sangat marah.


"enak saja mau menyalahkan ku kamu yang memarkirkan mobilnya terlalu ke tengah" memei masih membela dirinya.


"benar kalian yang memarkirkan mobilnya terlalu ke tengah" ujar Rini dan Nova menambahkan.


tiba tiba terdengar suara tamparan yang keras.


memei mendapatkan tamparan dari wanita lelaki itu.


"apa kamu tidak lihat itu mobil apa" wanita itu menarik memei untuk melihat mobil itu.


itu adalah mobil Ferarri seri terbaru terlihat sekali mobil ini masih baru dan sangat mewah.


"apakah kamu tidak kenal siapa kami" lelaki itu mengenalkan dirinya bernama Ridwan CEO dari perusahaan Winton salah satu perusahaan besar di kota ini dan wanita itu adalah katarina istrinya.


memei dan teman temannya pernah mendengar tentang perusahaan Winton ini. jika memang pria dan wanita di depan ini adalah bosnya tentu saja mereka kini berada dalam masalah yang sangat besar.


"bagaimana ini memei habislah kita" ujar nova sudah mulai takut


memei yang sempat melawan kini mulai terlihat menciut di banding keluarga teman temannya, keluarga Lu lah yang lebih unggul tetapi keluarga Lu bukan apa apa bagi perusahaan Winton.


jadi percuma saja jika dia menyebutkan keluarganya tentu saja mereka akan tertawa.


"kenapa kalian diam saja jadi bagaimana kalian akan bertanggung jawab" bentak Ridwan.


mereka bertiga mengeluarkan sisa uang mereka, jika di gabungkan sekitar sampai 50 Juta.


"jika di bawa ke bengkel aku rasa uang ini sudah cukup" ujar Rini ia pernah memperbaiki mobilnya yang lebih parah lecetnya saja tidak lebih dari 40 juta.

__ADS_1


"tuan lebih baik mobilmu di bawa ke bengkel biar biyayanya kami yang menanggungnya kami masih ad uang 50 juta" ujar memei yang ketakutan.


__ADS_2