
Evan memeluk Shinta dengan lembut sehingga perlahan lahan ia mulai tenang dan tertidur pulas. Evan hanya memikirkan bagaimana jika istrinya tiba tiba bangun tentu saja Evan berharap dapat lebih lama memeluk istrinya, Evan pun akhirnya juga ikut tertidur.
esok harinya Shinta terbangun ia merasa aneh kemarin seingatnya ia masih berada restoran bersama Fitri ia bahkan mendapatkan masalah besar, lalu bagaimana ia bisa sampai di rumah, Shinta sama sekali tidak mengingatnya.
Evan sedang menyiapkan makanan di bawah, sementara memei dan robi sudah keluar pagi hari menggunakan mobil entah mau kemana.
"Shinta kamu sudah mau berangkat bekerja, mari sarapan dulu"
Shinta langsung duduk memakan beberapa roti dan minum teh. "Evan semalam apa yang terjadi perasaan ku setelah menghubungimu aku di suruh meminum bir setelah itu aku tidak tau apa yang terjadi, kemudian aku bangun sudah ad di kamar".
Evan tidak bisa mengatakan yang sebenarnya.
"semalam setelah kamu menghubungi ku akau langsung segera berangkat ke restoran itu setelah tiba di sana aku hanya melihat kamu dan Fitri yang mabuk tertidur di atas meja"
"bagaimana mungkin bukankah kami sedang berada dalam masalah, aku ingat bahwa kami hampir di lecehkan oleh orang yang bernama Jack"
"tapi buktinya kamu masih baik baik saja tidak terjadi apa apa dan memang tidak ad siapa pun ketika aku sampai di sana" Evan hanya bisa terus berbohong, bagaimana mungkin ia menceritakan yang sebenernya.
"sudahlah tidak usah di pikirkan yang penting kamu baik baik saja, sudah cepak kamu habiskan makannya bukankan kamu harus segera berangkat bekerja.
Shinta sebenarnya masih merasa aneh akan penjelasan Evan bagaimana mungkin Jack dari keluarga Li yang cukup berkuasa mau melepaskannya.
tapi Shinta tidak mau membahasnya lagi ia segera menghabiskan makanannya.
"kalo sudah selesai biar aku antar kamu pergi ke kantor karena mobil sedang di bawa ayah dan ibu keluar".
"oke baiklah" Shinta sudah mulai terbiasa setiap berangkat kerja diantar oleh Evan.
sesampainya di tempat kerja Shinta melepaskan helm nya dan memberikan kepada Evan.
"Evan besok malam adalah ulang tahun kakek ia akan mengadakan acara dan akan banyak tamu yang berasal dari orang kaya".
__ADS_1
"terus kenapa"
"aku berharap kamu bisa memberikan hadiah yang cocok" sebenarnya Shinta tidak ingin memikirkan hadiah tapi jika ia memberikan hadiah yang tidak bermutu tentu saja ia akan di remehkan dan di permalukan seperti biasanya dan pasti keluarga akan malu dan ibunya pasti akan memarahi Evan itu membuat Shinta merasa tidak enak.
"oh tenanglah aku akan mencari hadiah yang cocok" jawab Evan dengan santai.
kemudian ia mulai pergi membeli hadiah untuk kakek Lu ia berencana membeli sebuah barang antik karna kakek Lu sangat menyukai barang antik.
Evan mengendarai sepeda listriknya ketika di perjalan turun hujan yang sangat deras ia berteduh di bawah halte bus dengan pakaian yang sedikit basah. Evan menatap air yang turun dari langit ia berpikir bahwa sekarang ia sering mengantar istrinya pergi kerja dan sekarang memasuki musim hujan, bagaimana jika ia sedang membawa istrinya tiba tiba turun hujan bukankah akan repot istrinya bisa terlambat.
jadi Evan berpikir untuk membeli sebuah mobil
"dulu aku tidak pernah bermimpi punya mobil sekarang aku sudah kaya tidak ad salahnya membeli sebuah mobil" ujar Evan dalam hati.
Evan melihat ke depan kebetulan ad sebuah toko mobil BMW. setelah hujan reda ia menuntun sepeda listriknya segera menuju ke toko tersebut, ia memarkirkan sepeda listriknya dan segera masuk ke dalam.
"tuan ada yang bisa saya bantu" seorang kariawan wanita dengan rambut pendek memberikan senyum dan menyapa Evan.
ia melihat Evan mengamati mobil tentu ini adalah seorang pembeli jika ia mampu menjual mobil tentu ia akan mendapatkan bonus yang besar.
kariawan tadi yang tampak bersemangat dari jauh ketika melihat Evan dari dekat yang menggunakan pakaian yang lusuh bahkan ada bekas luntur di celananya ia berpikir bahwa orang ini mungkin hanya melihat lihat itu membuang buang waktunya sudah sering ia bertemu dengan orang yang seperti ini.
"oke saya akan membawamu melihat lihat" kariawan itu menyilang kan tangannya di dada dengan tatapan jijik. ia membawa Evan ke arah mobil yang paling murah.
Evan melihat lihat mobil tersebut tidak ad yang sepesial. " berapa harga mobil ini" ujarnya.
"ini 400 juta" jawabnya dengan ketus.
Evan berpikir bahwa mobil ini terlalu murah jadi ia meminta tunjukan mobil yang lain.
mobil yang kedua pun juga tidak terlalu istimewa harganya hanya 500 JT jadi Evan ingin di tunjukan mobil yang lain.
__ADS_1
Kariawan wanita itu tampak kesal waktunya terbuang sia sia.
"sudah cukup bahkan ku rasa kamu tidak akan mampu membeli mobil yang paling murah di toko ini tapi gayamu minta di tunjukan mobil yang lain bukannya kamu membuang waktuku, sudah sukur aku tidak langsung mengusir mu keluar"
Evan tidak menganggap ucapan kariawan itu ia sudah terbiasa mendapatkan perlakuan seperti itu. Evan kemudian berjalan ke arah mobil lain kemudian Evan mulai mengecek dan masuk ke dalam mobil untuk melihat lihat. mobil itu sangat bagus Evan sangat tertarik untuk membelinya.
"hei cepat keluar jika mobil itu lecet kamu tidak akan sanggup untuk menggantinya. harganya saja 1,2 miliar aku rasa seumur hidupmu bekerja juga tidak bisa membelinya" ia menarik baju Evan.
Evan sangat kaget ia hanya melihat lihat tapi kariawan ini sangat keterlaluan.
"bagaimana aku akan membeli mobil jika aku tidak mengeceknya terlebih dahulu" jawab Evan sambil melepaskan tangan kariawan itu.
"apa kamu tidak sadar diri ingin membeli mobil pakaian saja kamu tidak mampu membeli"
kata kata kariawan ini sangat tajam ingin sekali Evan menamparnya.
kariawan itu kembali lagi menarik Evan hingga Evan tertarik keluar.
"aku sangat kecewa dengan cara kamu memperlakukan pembeli"
"aku rasa kamu ke sini hanya untuk melihat lihat dan membuang waktuku".
keributan ini sangat keras hingga manajer pun datang.
"ada apa ini kenapa ribut ribut"
"begini manajer orang ini ingin membeli mobil tapi ku rasa ia tidak mempunyai uang lihat saja penampilannya"
manajer melihat penampilan Evan yang biasa saja memang agak aneh jika ia ingin membeli mobil dengan harga 1 miliar lebih, tapi manajer bukan tipe orang yang menilai dari penampilan ia sangat ramah ke pada semua calon pembeli walau pun ternyata tidak sedikit yang datang hanya untuk melihat lihat.
karna cara kerja manager inilah yang membuatnya mampu menduduki posisi ini di usianya yang begitu muda.
__ADS_1
"tuan ad yang bisa di bantu saya manajer di sini"
mari dukung author ya agar dapat terus berkarya dengan memberikan like ya terima kasih