
Episode 1:
21+.
Aku Kanaya Aleta. Aku berusaha 25 tahun, kata orang di usia tersebut sudah matang dan pantas untuk menikah. Tapi bagi ku, menikah adalah sebuah komitmen yang harus di pegang kuat, jika tak mampu untuk menjalani, maka percuma melakukan nya. Pacarku juga termasuk orang yang lumayan untuk soal harta. Seorang CEO dan juga baik, kalau soal ketampanan jangan di tanya lagi, sudah pasti pacar ku itu idaman para wanita.Tapi tetap saja kalau soal menikah aku belum siap
Aku juga anak tunggal dari mama dan papa, dan aku juga bekerja di sebuah perusahaan sebagai karyawan. Sebenernya, orang tua ku termasuk orang yang mampu kalau soal materi, tapi karena aku orang nya tidak suka bergantung pada orang tua, setelah selesai kuliah aku memilih mencari pekerjaan sendiri. Gajinya lumayan lah untuk beli skin care dan kebutuhan ku sendiri. Bisa di katakan aku termasuk orang yang paling beruntung dalam soal materi dan percintaan.
Namun suatu hari kemalangan menghampiri ku, hingga membuat ku harus menanggung beban dan rasa malu karena itu.
AWAL DARI CERITA TERSEBUT.
Aku mendapat tugas lembur dari atasan ku, kebetulan aku hanya sendiri. Karena semua teman kantorku sudah pulang.
Jam sudah menunjukkan pukul 23: 00, dan kebetulan pekerjaan ku juga sudah selesai. Aku pun meluruskan pinggang sejenak untuk melemaskan otot-otot ku yang kaku karena semalam suntuk aku bekerja.
Setelah selesai, aku pun menuju parkiran tempat motor matic ku di parkir.
Aku lalu menyalakan motor ku dan segera pulang.
Jalanan tampak begitu sepi dan begitu dingin, mungkin karena sudah larut juga, di tambah malam itu begitu berkabut, hingga membuat pandangan ku menjadi agak buram dan susah untuk melihat.
Entah mengapa tiba-tiba bulu kuduk ku berdiri. Tapi tak ku hiraukan ketakutan ku itu, mungkin karena hawa malam ini begitu dingin, jadi membuat bulu kuduk ku berdiri, batinku.
Saat sedang fokus berkendara, tiba-tiba pria berdiri di tengah jalan, entah dari mana asal nya. Sontak membuat ku terkejut dan refleks membanting setir ke kiri, alhasil aku pun menabrak sebuah pohon besar di pinggir jalan tersebut.
__ADS_1
" Awas!!!." Teriakku pada lelaki tersebut, namun sedikit pun ia tak bergeming.
Setelah itu aku tersungkur ke tanah dan tak sadarkan diri.
Meski dengan samar-samar, namun masih dapat ku lihat. Seorang pria membopong tubuh ku, wajah nya tak begitu jelas terlihat, mungkin karena aku antara sadar dan tidak, dan dia pun membawa ku ke suatu tempat. Dapat ku rasakan tubuhnya begitu dingin seperti es. Entah mengapa tubuh ku begitu sulit untuk di gerakkan, bahkan untuk berteriak saja aku sulit.
Dia membawa ku ke sebuah rumah mewah namun tak begitu besar yang di rias begitu indah oleh bunga-bunga cantik. Dia membaringkan tubuhku di atas king size bed, dengan kamar yang di hiasi begitu indah dan sangat rapi, dengan nuansa serba ungu, yang menambah kesan romantis.
Dia duduk di samping ku dan membelai rambut ku dengan lembut, aku menjadi takut dengan perlakuan nya. Mengapa bisa, bahkan dia baru melihat ku dan belum mengenal ku, sudah berani melakukan hal itu. Apa mau nya?. Sekuat tenaga aku berusaha untuk menggerakkan tubuh ku, namun hasilnya tetap nihil. Apa yang sedang terjadi pada tubuh ku hingga sulit untuk di gerakkan. Terselip di antara aktifitas yang di lakukan nya, terdengar dia menyebutkan sebuah nama, seperti nama wanita.
" Linda!!." seru nya, seperti di tujukan pada ku. Aku jadi bertanya-tanya, siapa Linda?, apa dia kekasih nya?. Tapi apa hubungannya dengan ku.
Setelah puas mengusap rambut ku, dia beralih membaringkan tubuhnya di samping ku dan memiringkan tubuhnya menghadap ke arah ku. Meskipun begitu dekat, entah mengapa wajah nya begitu samar-samar terlihat.
Yang membuat ku semakin takut, tiba-tiba dia membuka satu persatu kancing baju kemeja yang aku kenakan. Ingin rasanya aku berteriak sekencang-kencangnya untuk meminta tolong, tapi tenggorokan ku terasa tercekat.
Dia langsung meluncur kan aksi terlarang nya kepada ku membuat ku meringis karena perih yang meliputi area itu, beriringan dengan air mata ku yang terus mengalir.
Saat pria misterius itu mendekatkan wajahnya pada ku, membuat ku terkejut bukan kepalang, bagaimana tidak, wajah nya begitu jelas terlihat, sangat pucat dan berkeringat, meski begitu tampan seperti pangeran. Tapi tetap saja mengerikan.
***
Aku langsung terbangun dengan nafas yang tersengal-sengal, ternyata aku hanya bermimpi buruk. Tak ku hiraukan lagi mimpi itu, aku segera bangkit dari tempat tidur dan bersiap untuk berangkat ke kantor, karena aku ingat hari ini aku harus menyiapkan berkas-berkas yang ku kerjakan tadi malam untuk segera memberikan nya kepada atasan, karena hari ini akan ada meeting penting.
Namun saat ingin melangkah, tiba-tiba aku merasakan perih pada area rahasia ku, seperti habis ehem ehem, Tapi tidak mungkin, aku tidak merasa telah melakukan hal yang terlarang tersebut, apa karena mimpi malam tadi?, mana mungkin, itu kan hanya mimpi, mana mungkin jadi kenyataan. Aku pun merintih sambil memegangi nya.
__ADS_1
Namun karena aku merasa sudah terlambat pergi ke kantor, aku pun tidak menghiraukan bahkan tak menaruh curiga, mengapa area itu bisa sakit dengan sendirinya
Aku pun pergi ke kamar mandi dengan tertatih sambil sesekali meringis kesakitan.
" Kanaya!." Panggil mama ku.
" Iya ma!." Aku yang masih di kamar mandi pun menjawab
" Ayo, cepat turun ke bawah, kita sarapan dulu." Ajak mama lagi yang berada di depan pintu kamar ku.
" Iya ma sebentar, aku siap-siap dulu, aku masih mandi nih." Jawab ku dari dalam kamar mandi.
" Ya sudah kalau begitu, mama tunggu di bawah saja ya." Setelah mengatakan itu, mama langsung turun ke bawah untuk menyiapkan makanan di meja.
Setelah ritual dandan ku sudah selesai, aku pun turun untuk sarapan bersama papa dan mama.
" Pagi ma pa!." Sapa ku kepada kedua orang tua ku yang sudah melahap sarapan nya.
" Pagi sayang." Balas mama dan papa secara bersamaan. Aku pun duduk di kursi meja makan untuk sarapan dan segera berangkat ke kantor.
" Sayang! kamu sakit?." Tanya mama kepada ku.
" Enggak kok ma, cuma agak pegel-pegel aja ni badan Kanaya." Jawab ku sambil memegangi tubuh ku yang terasa sakit semua, mungkin karena efek jatuh dari motor semalam.
" Itu apa di leher kamu?." Sambil menunjuk leherku.
__ADS_1
" Emang ada apa ma?." Aku pun memegangi leher ku yang di maksud nama.
" Itu, leher kamu ko merah-merah gitu? kaya di gigit sesuatu." Jelas mama lagi. Karena penasaran yang di maksud mama, aku pun segera mencari cermin untuk melihat nya. Aku pun memilih kembali ke kamar agar leluasa untuk memeriksa nya.