
Episode 21:
Kanaya menghirup aroma tubuh Arkha yang membuat nya selalu candu itu. Tanpa sadar, ia memejamkan mata untuk menikmati aroma yang membuat nya selalu nyaman.
" Kakak kok merem, kenapa? Kakak ngantuk?" Tanya anak penjual asongan tersebut pada Kanaya.
Kanaya pun terkejut oleh suara anak kecil yang menyapa nya itu. Seketika itu juga dia jadi salah tingkah, karena bukan hanya anak itu saja yang melihat tingkah nya, tapi Arkha yang mendengar anak itu menegur Kanaya pun, sontak menoleh.
Tanpa di sadari, Arkha melihat gerak gerik Kanaya yang salah tingkah itu, membuat nya faham apa yang menyebabkan Kanaya salah tingkah. Ia lantas tersenyum menggoda kepada Kanaya. Sekali lagi, membuat jantung Kanaya kembali tidak aman karena mendapat senyuman manis dari Arkha.
" Iya, kakak nya kayak nya lagi ngantuk. Iya kan ka?" Ucap Arkha membenarkan. Tanpa di duga, Arkha merangkul tubuh Kanaya, hingga membuat separuh tubuh Kanaya tersungkur tepat di pangkuan Arkha. Kanaya pun mendongak ke atas, hingga manik mata mereka bertemu dan saling pandang untuk sesaat, setelah itu cepat cepat Kanaya memutuskan tatapan mereka dan beranjak dari pangkuan Arkha. Tentu saja saat ini merasa malu sekaligus canggung, namun pandangan Arkha malah tak berpaling sedikit pun dari Kanaya, Arkha menatap nya dengan intens.
" Cie kakak, pasti lagi salting kan di tatap sama kakak ganteng ini." Anak pedagang asongan itu ikut mengimbuhi, Kanaya semakin di buat malu saja.
" E_engga kok." Elak Kanaya.
" Itu muka nya sampai merah gitu , pasti lagi malu kan?" Kekeh anak pedagang asongan itu.
" Udah dong dek, jangan di kecengin terus dong kakak nya." Ucap Arkha menengahi, dia mengusap lembut pucuk kepala anak itu. Mereka sudah seperti keluarga bahagia saja kalau di lihat para orang orang yang tidak mengenal mereka, padahal mereka tak memiliki hubungan apa apa.
" Iya kak." Ucap anak itu.
" Oh ya, nama kamu siapa? Dari tadi kita duduk di sini, tapi belum kenalan." Ucap Arkha.
" Nama aku Lian kak." Ucap Lian memperkenalkan diri nya.
" Kenalin, nama kakak Arkha, dan kakak cantik ini namanya kakak Kanaya." Ucap Arkha memperkenalkan diri nya sekaligus memperkenalkan Kanaya.
Di beri embel-embel 'cantik', membuat Kanaya salah tingkah untuk yang kesekian kalinya karena perbuatan Arkha yang selalu sukses membuat nya merona.
__ADS_1
" Hallo kak salam kenal." Ucap Lian ramah, yang langsung di sambut senyuman ramah pula oleh Arkha dan Kanaya.
" kamu tinggal di mana Lian?" Kali ini Kanaya lah yang bertanya.
" Di sana kak. Di bawah jembatan itu ada pondok kecil, di situ lah rumah aku." Jawab Lian apa adanya. Dia menunjuk sebuah jembatan besar yang di bawah nya memang terdapat sebuah rumah kecil yang tak layak huni lagi. Di sekeliling rumah itu hanya di lapisi seng dan kardus.
Terdengar sangat miris. Bahkan di usia Lian, di saat anak anak lain nya selesai pulang sekolah, Lian malah masih berjualan dengan terik yang sangat panas. Tentu saja itu juga membuat Kanaya dan Arkha prihatin melihat nya.
" Sebentar ya, kamu sama kak Kanaya di sini dulu ya!" Ucap Arkha ingin beranjak dari tempat nya.
" Kamu mau kemana?" Tanya Kanaya.
" Mau ke supermarket sebentar." Ucap nya sambil berlalu.
Tak lama kemudian, Arkha datang dengan menenteng plastik besar di tangan nya. Dia segera memberikan plastik yang berisikan beberapa cemilan ringan, air mineral, beberapa minuman jus dan beberapa jenis es krim itu pada Lian, tentu hal itu membuat Lian heran.
" Ini apa kak?" Tanya Lian, ia pun menerima plastik yang berisikan banyak jajanan itu dengan senang hati.
Lian membuka plastik itu dengan tersenyum lebar, namun hanya sesaat, senyum itu kembali redup.
" Kamu kenapa? Gak suka sama makanan nya?" Tanya Arkha yang melihat perubahan pada raut wajah Lian.
" Bukan kak. Aku suka banget sama makanan nya, cuma,..." Ucapan nya terhenti, ia nampak ragu untuk melanjutkan nya.
" Cuma kenapa? Kamu cerita aja sama kakak, siapa tahu kakak bisa bantu." Ucap Arkha meyakinkan.
" Iya, kakak janji kok, gak akan ember kalau kamu mau cerita sama kak Arkha dan kak Kanaya." Ucap Kanaya sambil memberi isyarat gerakan seperti mengunci mulutnya.
Arkha malah terkekeh geli melihat tingkah Kanaya yang menurut nya unik dan membuat nya gemes.
__ADS_1
" Bukan apa-apa kok kak. Aku cuma mau makan bareng nenek aja nanti di rumah. Nenek pasti belum makan." Ucap Lian polos dengan wajah sedih.
Kanaya dan Arkha terasa terenyuh mendengar ketegaran serta kepedulian anak itu kepada sang nenek. Ia begitu berbakti dan sangat sayang pada nenek nya, sekaligus merasa miris. Ternyata masih banyak orang yang terlantar dan kekurangan makanan dan tempat tinggal seperti mereka.
" Kamu tinggal sama nenek juga, orang tua kamu?" Tanya Arkha.
" Iya, aku cuma tinggal sama nenek, nenek udah gak bisa apa apa, kalau orang tua,..... Lian gak tau sekarang orang tua Lian ada di mana. Selama ini, Lian cuma di besar kan oleh nenek, dan sekarang nenek sedang sakit. Lian harus gantiin nenek buat cari duit." Tutur Lian polos.
Satu fakta lagi yang membuat Arkha dan Kanaya teriris.
" Lian masih sekolah?" Tanya Kanaya dengan mata berkaca-kaca sambil meraih tangan dekil Lian dan menggenggam nya. Sontak anak itu pun menggeleng cepat.
" Lian berhenti sekolah sejak kelas tiga SD. Nenek gak sanggup bayar uang sekolah, dan Lian juga kasian liat nenek berjuang sendiri, jadi Lian milih buat berhenti aja." Tutur nya lagi.
" Ya udah. Lian lapar kan?" Tanya Arkha, dan tentu saja di angguki oleh anak itu.
" Sekarang, Lian habisin makanan nya, setelah itu kita lihat nenek nya Lian , boleh?" Tanya Arkha meminta izin.
" Boleh kak. Tapi dagangan Lian belum habis, Lian harus jualan dulu." Ucap nya dengan tampang polos nya.
" Dagangan Lian biar kakak yang beli semua. Boleh kan?" Tanya Arkha memastikan.
" Wah beneran kak? Boleh banget dong kak. Makasih ya kak Arkha." Ucap Lian girang.
" Iya sama sama. Sekarang Lian habisin makanan nya dulu, setelah itu kita lihat keadaan nenek." Ucap Arkha sambil mengusap kepala Lian dengan penuh kelembutan dan kasih sayang.
Kanaya yang melihat itu tertegun. Ternyata seorang Arkha adalah penyayang anak-anak dan peduli terhadap sesama manusia. Hal itu sontak menambah tingkat kekaguman pada diri Kanaya untuk Arkha. Ia seolah melupakan kesalahan Arkha yang di perbuat pada nya.
" Makasih banyak kak Arkha." Ucap Lian sekali lagi. Hal itu juga membuat Kanaya tersadar dari lamunannya.
__ADS_1
" Iya sama sama. Ayo cepat makan, nanti nenek nunggu lama loh." Ucap Arkha memperingati. Anak itu lalu mengangguk senang, setelah itu ia membuka kantong plastik yang di berikan Arkha tadi, lalu memakannya dengan lahap, termasuk berbagai jenis es krim Magnum itu.
Arkha tersenyum hangat serta terus memperhatikan Lian yang sedang makan dengan lahap nya, dia sendiri tidak sadar bahwa dia juga sedang di perhatikan oleh Kanaya yang menatap nya sambil senyum senyum sendiri.