
Episode 25:
" H_hamil pa?" Ulang Kanaya. Adi mengangguk tanpa memandang ke arah Kanaya, ia benar-benar kecewa terhadap Kanaya sehingga ia pun tak sanggup jika bertatapan dengan Kanaya.
" Sekarang jelasin sama papa, kenapa kalian melakukan hubungan terlarang itu tanpa ada nya status yang sah?" Tanya Adi tanpa melihat pada lawan bicaranya.
" Siapa maksud om kalian?" Kali ini Dion menyela pertanyaan Adi yang di ajukan untuk Kanaya. Jujur Dion sangat kecewa mendengar kenyataan bahwa Kanaya sedang mengandung, tapi ia kembali berpikir itu bukan prinsip nya sebagai lelaki pecinta wanita seperti nya, bagi nya, wanita tersebut harus takluk di tangan nya dan harus memberikan kesucian mereka pada nya dengan suku rela, jika wanita tersebut sudah tidak virgin, meskipun dia orang kaya sekalipun, maka Dion tak segan-segan membuang mereka bagai sampah.
" Ya tentu saja kau dan Kanaya, siapa lagi?" Jawab Adi dengan nada dingin dan sedikit jutek.
" Maaf om, bisa om ralat! Saya sama sekali tidak pernah menyentuh Kanaya sedikit pun, karena itu semua permintaan Kanaya sendiri. Saya pikir dia wanita baik-baik dan masih ori, tapi ternyata,,,,,,,,, dia tak lebih dari seorang wanita penghibur!" Cibir Dion, Kanaya hendak melawan, namun hati nya menolak keras untuk tidak memperburuk keadaan. Dia hanya bisa menangis meratapi nasibnya saat ini.
" Ja_jadi maksud mu bukan kau yang telah menghamili anak ku?" Tanya Adi, semakin hancur lebur lah perasaan nya karena mengetahui dua buah fakta sekaligus, dan tentunya yang tidak ingin ia dengar.
" Ya, buat apa saya bohong sama om." Jawab Dion dengan santainya. Sedangkan Kanaya tak mampu berkata-kata lagi, bahkan untuk membela diri nya sendiri saja ia sulit. Lidahnya seakan kelu untuk mengatakan sesuatu, ia hanya bisa menangis dan meratapinya.
" Benar itu Kanaya?" Tanya Adi. Tubuhnya seakan lemas saat menanyakan semua itu kepada anak semata wayangnya itu.
" Jawab Kanaya, jangan diam saja!" Ucap Nita sedikit membentak. Hati ibu mana yang tidak hancur melihat masa depan anak gadis nya hancur karena pergaulan bebas.
" I_iya ma." Ucap Kanaya mengakui nya. Meski berat, namun ia harus mengakui kesalahan yang telah ia perbuat sendiri.
Luruh sudah air mata keduanya,
Adi sudah jatuh ke lantai dengan posisi bersimpuh. Ia juga mengusap wajahnya karena merasa frustasi, sedangkan Nita, ia hanya bisa menangis histeris karena keadaan keluarga nya yang sudah hancur kehormatan nya.
Berbeda dari Nita dan Adi, Dion justru malah mencibir dan menghina keluarga itu. Entah kesalahan apa yang telah Kanaya perbuat pada nya, sehingga Dion nampak puas menghina nya habis-habisan.
__ADS_1
Kanaya tiba-tiba bersimpuh di depan ibunya, meraung meminta maaf kepada keluarga yang telah ia hancurkan kehormatan nya.
Malu! Jujur Kanaya sangat malu saat ini, bukan hanya kepada keluarga nya, namun juga kepada para tamu undangan yang akan hadir nantinya. Apa kata mereka jika pernikahan dia dan Dion di batalkan secara mendadak? Sungguh, jika rasa sakit hati bisa di tutupi, namun tidak demikian dengan rasa malu, ia akan di ingat selamanya dan akan selalu menjadi buah bibir masyarakat.
" Ma, Naya mohon maafin Naya! Naya beneran gak ada niat buat mempermalukan kalian, Naya ngaku, Naya salah." Ucap nya dengan Isak tangis serta memohon dengan tulus kepada sang mama.
Nita sama sekali tak bergeming, ia benar-benar sudah sangat kecewa kepada Kanaya yang harusnya menjadi kebanggaan bagi mereka. Nita juga seakan enggan melihat wajah Kanaya, ia tak sanggup melihat betapa hancur nya dan sedih nya anak semata wayangnya itu.
" Ma, please!" Mohon Kanaya sekali lagi, namun Nita tetap pada pendiriannya, ia tetap tak bergeming sedikitpun.
Adi lantas menghampiri anaknya dan membantunya untuk berdiri, Kanaya pun menurut, ia segera berdiri dan menghadap pada Adi.
" Sekarang jujur sama papa dan mama, siapa laki-laki yang telah menghamili kamu?" Tanya Adi, kali ini ia bertanya dengan nada lembut namun tegas.
Kanaya bingung, ia tidak tahu apa yang harus ia katakan. Sebenarnya simpel jika ia mau mengatakan bahwa janin yang saat ini ia kandung adalah anak dirinya dan Arkha. Namun entah mengapa rasanya ia tak sanggup jika harus mengatakan yang sebenarnya pada orang lain, ia tak ingin jika Arkha di hakimi atau di pukul oleh ayahnya.
Namun tiba-tiba saja Arkha datang dan mendengar semua itu. Ia lantas masuk tanpa permisi ke dalam rumah Kanaya.
" Ada apa ini om?" Tanya Arkha tidak sebenarnya hanya untuk berbasa-basi.
" Arkha, untuk apa kau ke sini? Ini bukan urusan mu, sebaiknya kamu keluar saja!" Perintah Adi pada Arkha.
" Saya tidak mau keluar om, saya ingin di sini bersama Kanaya." Ucap Arkha telak dan tak bisa di ganggu gugat.
" Tapi untuk apa? Ini bukan masalah mu, ini masalah keluarga saya. Lebih baik sekarang kamu keluar dari ruangan ini!" Ucap Adi lagi.
" Maaf om, saya tidak akan keluar, karena urusan Kanaya adalah urusan saya juga om." Ucap Arkha yang membuat seisi ruangan menatap curiga pada Arkha.
__ADS_1
" Apa kamu bilang? Apa hubungannya kamu dan Kanaya?" Kini Nita lah yang bertanya.
" Apa lagi kalau bukan urusan pelanggan dan pembelinya." Celetuk Dion dengan sengaja.
" Diam kamu Dion!" Bentak Adi yang entah mengapa dia merasa tak suka melihat nya.
" Hubungan sesama teman yang saling mensupport." Jawab Arkha.
" Baiklah, terserah kamu saja." Nampak nya Adi tidak mempermasalahkan nya.
" Maaf om sebelum nya, apa yang terjadi pada Kanaya, sehingga dia di sidang seperti ini?" Dengan beraninya Arkha menanyakan hal tersebut kepada Adi. Sebenarnya ia tak mendengar jelas masalah apa yang sedang menimpa wanita yang di cintai nya itu, ia hanya mendengar keributan yang terjadi di dalam rumah Kanaya saja, karena penasaran dan rasa ingin melindungi Kanaya, Arkha pun memberanikan diri untuk ikut campur. Ia hanya tak ingin terjadi apa-apa kepada Kanaya.
" Dia hamil, dan dia tidak mau mengatakan siapa ayah dari janin yang ia kandung itu." Jelas Adi sambil melirik ke arah perut Kanaya yang masih nampak rata itu.
Sungguh Arkha terkejut mendengar nya. Ia merasa bersalah sekaligus iba kepada Kanaya, karena perbuatan nya, kini Kanaya sendiri yang harus menanggung akibat dari perbuatannya itu.
Ingin rasanya saat ini ia memeluk dan mengucapkan terima kasih karena telah rela mengandung anak nya, namun semua tak sesuai apa yang di inginkan, keadaan dan ingatan Kanaya yang membuat mereka harus sama-sama tersiksa batin.
" Sekarang papa ulang sekali lagi, jika masih tidak mau menjawab, maka terpaksa kamu harus papa usir dari rumah ini." Dengan berat hati sambil menunduk lesu, Adi terpaksa mengatakan nya. Ia hanya ingin memberi efek jera kepada Kanaya atas perbuatan yang telah ia perbuat.
" Pa!" Ucap Nita merasa tak tega pada anaknya itu, ia ingin mencegah suaminya itu agar tidak mengusir Kanaya dari rumah, namun ia juga tak kuasa mencegah keputusan sang suami.
" JAWAB PAPA BILANG KANAYA!" Benar-benar habis kesabaran Adi karena ulah Kanaya yang terus saja bungkam sedari tadi.
Arkha juga tak sanggup melihat Kanaya yang nampak tertekan dan hanya bisa menangis dan menangis saja, ia berniat akan mengakui kesalahan pada keluarga Adi.
" Om dengerin saya!" Sontak semua mata tertuju pada Arkha.
__ADS_1
" Saya laki-laki yang telah menghamili Kanaya dan saya ayah dari bayi yang di kandung Kanaya saat ini. Jadi saya mohon! Stop menyalahkan Kanaya atas semua ini, karena semua ini adalah murni salah saya." Ucap Arkha dengan lantang. Tangis Kanaya semakin pecah, sedangkan yang lain masih terperangah dan mencerna setiap ucapan yang di katakan Arkha.