Mengandung Anak Jin Tampan

Mengandung Anak Jin Tampan
Antara Ego Dan Cinta


__ADS_3

Episode 23:


" Huuu, pe'a!!" Kanaya memukul kepala Arya, membuat sang empu protes, namun tak di dengar oleh Kanaya.


" Lagian Lo kok ada di sini sih? Ngntilin gue Lo ya? Mau nyelidikin gue kan Lo?" Tuduh Kanaya.


" Enak aja Lo. Apa pentingnya buat gue? Emang Lo artis? Jangan sok kepedean deh Lo. Lagian gue mau ke sini juga bukan urusan Lo. Emang ini jalan nenek moyang Lo apa, sampai gue harus ngomong dulu sama Lo kalau mau ke sini." Arya menggerutu tak jelas.


" Dihhh, Mak emak kompleks lagi ngomel. Sabar Bu, entar darah tinggi nya naek lagi." Ejek Kanaya sambil terkekeh geli. Sedangkan Arya tersungut- sungut, benar-benar seperti emak-emak kompleks.


" Nay, kamu jadi kan mau pulang? Atau kamu mau pulang sama teman kamu saja?" Arkha yang sedari tadi hanya menyimak saja, akhirnya angkat bicara.


" Ehh, enggak,,,,,enggak!! Kita jadi kok pulang, aku gak mau pulang sama dia." Tunjuk Kanaya pada Arya.


" Lah, kenapa jadi bawa-bawa gue?" Protes Arya. Kanaya tak menggubris ucap Arya, ia lantas berbisik pada Arkha.


" Takut di mintai jajan, dia kalau jajan banyak banget." Keluh Kanaya. Arkha pun tergelak, membuat Arya memicingkan mata nya, merasa curiga.


" Bisikin apa Lo sama dia?, Ngomongin gue Lo ya?" Tanya Arya merasa curiga.


" Dih, pede banget. Emang Lo penting di hidup gue?" Cibir Kanaya. Dia menjulurkan lidahnya pada akhir kalimat nya.


" Sia*an lo! Gue timpuk pakai sendal baru nyahok Lo." Ancam Arya.


" Yuk kha! Kita pergi dari sini sebelum macam betina ngamuk." Ejek Kanaya. Ia pun menarik tangan Arkha untuk menjauh dari Arya yang masih merasa kesal pada Kanaya.


" Eh Bu! Pilih salah satu nya aja, jangan pilih kedua nya. Maruk amat Lo jadi cewek." Cibir Arya pada Kanaya yang mulai menjauh, namun masih dapat mendengar ucapan Arya.


" Bodo!!!. Wleee!!!" Kanaya dengan sengaja berbalik ke arah Arya dan menjulurkan lidahnya. Hal itu membuat Arkha merasa lucu dan gemas melihat tingkah absurd Kanaya.


***********

__ADS_1


Mereka berdua sampai ke rumah Kanaya saat menjelang malam, karena memang tadi saat bertemu dengan Arya, hari sudah mulai sore, hingga membuat Kanaya dan Arkha kemalaman sampai di rumah Kanaya.


" Kanaya, Arkha. Kalian sudah pulang. Masuk dulu yuk!" Ajak Adi pada Arkha saat mereka berada di depan rumah Kanaya.


" Tidak usah Om. Saya langsung pulang saja, sudah malam juga." Tolak Arkha.


" Loh kok langsung pulang? Ayo masuk, makan malam bersama dulu." Arkha merasa tidak enak jika menolak tawaran Adi, dia lantas mengangguk sopan, dan setelah itu mereka mengikuti Adi untuk masuk .


Kini Adi dan Arkha sedang duduk di ruang tamu, sedangkan Kanaya, Nita dan seorang pembantu nya sedang menyiapkan makan malam.


Ketika mereka sedang asyik dengan kegiatan masing-masing, tiba-tiba pintu rumah Kanaya di ketuk orang dari luar. Nita pun bergegas membuka nya.


" Dion!" Ucap Nita, saat mengetahui bahwa Dion lah yang bertamu malam-malam begini.


" Eh Tante. Selamat malam Tante." Sapa Dion dengan ramah.


" Malam Dion. Eeeee,,,,. masuk Dion." Nita mempersilakan Dion masuk meski agak ragu, pasalnya dia mulai tak suka dengan Dion semenjak kejadian Kanaya menangis tempo hari.


Setelah masuk, pandangan Dion langsung tertuju pada seorang pria yang duduk di samping Adi, yaitu Arkha. Mereka nampak sangat akrab, seperti sudah saling mengenal satu sama lain. Sesaat pandangan mereka saling bertemu, Dion merasa marah karena melihat lelaki muda dan asing terlihat sangat dekat dengan calon mertua nya, sedangkan Arkha bersikap biasa saja, meskipun dia sudah mengetahui siapa Dion sebenarnya.


Ingin rasanya Dion menghajar pemuda itu dan mengatakan pada nya, bahwa Kanaya adalah calon istri nya, sedangkan Adi dan Nita adalah calon mertua nya.


Ia mengepalkan tangannya, bersiap untuk memukul, namun ia tahan, karena tak mungkin melakukan nya di depan calon istri dan mertuanya, bisa-bisa dia di cap sebagai menantu arogan. Dan pastinya, nama baik nya akan rusak dan jelek di mata mereka.


" Dion! Kamu apa kabar? Mari, mari duduk dulu!" Kata Adi saat dia sudah menyadari keberadaan Dion.


Dion pun mengangguk lalu menuju sofa di mana Arkha dan Adi berada.


Sesekali mata Dion melirik tajam pada Arkha, Arkha pun hanya membalas nya dengan senyuman, membuat Dion semakin di buat geram.


" Waktu nya maka ma,,,,,,,lam." Suara Kanaya melemah pada ujung kalimat, saat melihat Dion yang sudah bergabung dengan Arkha dan ayah nya. Senyum nya pun seketika memudar saat Dion dengan sengaja menghampiri nya.

__ADS_1


" Hay sayang!" Sapa Dion sok akrab. Dion hendak memeluk Kanaya dan bersiap merentangkan kedua tangannya, namun Kanaya menghindar.


" Hay!" Hanya itu yang keluar dari mulut Kanaya. Dion yang merasa dirinya di acuh kan, sangat marah. Dia mengepalkan tangannya kuat-kuat untuk meredam emosi nya.


" Oh ya, semua nya, makan malam nya sudah siap. Yuk makan malam bersama!." Ajak Kanaya pada semua nya.


Adi, Arkha, Dion dan Nita pun ikut bergabung bersama Kanaya di meja makan, dengan posisi Arkha dan Dion yang saling berhadapan.


Kanaya memilih duduk di samping Arkha, membuat emosi Dion semakin tak bisa di kendalikan, namun masih tetap bisa ia tahan.


Pandangan Arkha dan Dion kembali beradu, bedanya Arkha terlihat biasa saja, sedangkan Dion dengan tatapan permusuhan nya.


Diam-diam Adi melihat masing-masing dari mereka, membuat nya mengangguk-anggukkan kepalanya, Entah apa yang sedang ia pikirkan.


Tak ada percakapan di antara mereka saat sedang makan.


Setelah selesai, mereka kembali berkumpul di ruang tamu sambil menikmati kopi hangat yang di suguhkan oleh asisten rumah tangga.


" Begini, Tante Om. Rencana nya besok, saya sama orang tua saya akan datang kesini untuk melamar Kanaya." Tutur Dion dengan jelas.


Kanaya hanya bisa diam dan pasrah, sebab itu semua juga permintaan nya sendiri yang meminta Dion untuk lebih serius pada nya. Meskipun dia sendiri sangat berat hati untuk melakukan nya.


Bukan sebab perselingkuhan itu lagi, tapi,,,,,, entah lah. Perasaan apa yang sedang ia rasakan saat ini, rasanya campur aduk seperti permen nano-nano.


Lain halnya dengan Adi dan Nita, mereka berdua saling pandang setelah mendengar pengakuan Dion. Sedangkan Arkha hanya bisa menundukkan kepalanya dalam-dalam sambil meremas buku-buku tangan nya.


Cemburu?.


Tentu itu yang sedang Arkha rasakan. Lelaki mana yang tidak merasa cemburu saat menyaksikan istri nya akan di lamar oleh laki-laki lain.


" Kalau om dan Tante sih, gimana kalian nya aja, kita hanya bertugas untuk merestui nya saja." Jawaban bijak dari Adi. Semua mengangguk, kecuali Kanaya. Dia tetap diam tanpa kata.

__ADS_1


__ADS_2