Mengandung Anak Jin Tampan

Mengandung Anak Jin Tampan
Bertemu Masa lalu


__ADS_3

Episode 31:


Saat ini Kanaya sedang berada di pusat perbelanjaan dekat hotel. Tadi dia bilang kepada Arkha bahwa dia ingin makan cemilan, namun karena Arkha masih mandi, terpaksa Kanaya berangkat sendiri.


Setelah selesai berbelanja beberapa cemilan, Kanaya pun berniat hendak kembali ke hotel.


Namun tiba-tiba dia tertabrak dua orang pengunjung lainnya, hingga barang belanjaan yang ia bawa berserakan. Untung saja hanya makanan ringan.


" Eh maaf maaf, saya tidak sengaja," ucap Kanaya kepada sepasang pengunjung sambil memunguti makanannya dan memasukkan kembali kedalam kantong plastik miliknya.


" Hey, kalau berjalan tuh pakai mata, jangan pakai dengkul!" teriak sang wanitanya.


" Iya iya, saya minta maaf. Tapi biasanya saya jalan pakai kaki loh Mbak, bukan pakai dengkul, apalagi pakai mata," ucap Kanaya masih sambil memunguti belanjaannya.


" Heh, ni orang nyolot ya." Si wanita jadi emosi karena jawaban Kanaya yang terkesan mengejek itu. Namun si cowok dengan cepat mencegah ceweknya agar tidak meladeni Kanaya lagi.


" Sudah sayang, jangan di ladenin lagi. Nanti kenapa-napa sama kandungan kamu gimana," ucap pria itu sambil mengusap perut rata si wanitanya.


Kanaya terpaku ketika mendengar suara si pria, ia merasa sering mendengar suara tersebut.


Karena penasaran, Kanaya pun memberanikan diri untuk berdiri dan memastikan siapa pria yang bersama wanita itu.


" Dion!" gumam Kanaya. Kanaya beralih memperhatikan si cewek dengan cermat. Dia mengamati tubuh wanita itu dari bawah hingga atas.


Si cewek merasa risih karena dipandangi sedemikian rupa oleh Kanaya, ia pun membentak Kanaya hingga semua orang memperhatikan mereka.


" Heh, itu mata tolong dikondisikan ya. Saya gak suka dilihatin cewek udik kayak kamu." Nampaknya Kanaya tak memperdulikan bentakan tersebut. Dia terus saja fokus pada perut si wanita, dan memandangnya dengan lekat.


Bukan apa-apa, tadi Dion mengatakan


" hati-hati terhadap kandungnya" itu artinya wanita itu sedang hamil. Akan tetapi setahu Kanaya, wanita yang hamil saat bersama Dion tempo hari itu wanita yang berbeda. Apa Dion menghamili dua wanita sekaligus, atau dia memang terbiasa dengan pasangan yang berbeda-beda.


Sungguh Kanaya dibuat tercengang dengan pribadi Dion. Namun bukan bermaksud cemburu, hanya saja Kanaya tak habis pikir dengan sifat Dion itu.


Tanpa sadar bibir Kanaya membulat membentuk huruf O. Hal itu membuat Dion tersinggung, karena ia merasa Kanaya mengatai dirinya didalam hati.

__ADS_1


" Apa maksudmu monyong-monyong begitu, kamu ngatain saya?" ucap Dion.


" Lah, siapa yang ngatain kamu, dan lagian saya gak monyong-monyong seperti yang kamu maksud," elak Kanaya yang memang tidak merasa melakukannya.


" Itu tadi, kenapa bibir di bulat-bulatin begitu. Merasa paling benar?" ucap Dion.


" Lah, emang saya bener. Situ aja yang terlalu sensitif," cibir Kanaya. Dion tersenyum mengejek pada Kanaya.


" Orang hamil diluar nikah kok merasa paling benar. Dasar cewek stres." Kanaya membulatkan matanya saat dikatai begitu oleh Dion. Dia merasa tak terima.


" Eh, kalau ngomong jangan sembarangan ya. Saya ini wanita baik-baik, meskipun hamil diluar nikah, dari pada kamu semua wanita juga kamu hamili." Mendengar penuturan Kanaya tentang Dion, membuat Alya, wanita yang bersama Dion tersebut memelototi Dion.


Tentu saja Dion dibuat kelimpungan, hal itu membuat Kanaya puas karenanya.


" APA! Kamu selingkuh dari aku?" Alya sudah berkacak pinggang, bersiap memarahi Dion. Kanaya tertawa puas melihat adegan didepan matanya. Bak sedang menonton suara hati suami seperti sinetron di televisi.


" Enggak sayang, aku gak selingkuh dari kamu kok. Dia nya aja nih yang sirik sama hubungan kita. Dia ini mantan aku, yang aku ceritakan itu loh," jelas Dion. Nampaknya Alya percaya, wajahnya tak begitu garang lagi, sepertinya ia mulai luluh.


" Oh, cewek yang kamu cerita dua tahun lalu itu?" tanyanya.


" Iya sayang." Dion begitu antusias menjawabnya.


" Ya ampun sayang, jadi dia cewek yang selingkuin kamu dulu?" tanya Alya.


" Iya sayang." ucapnya mengangguk ragu-ragu sambil melirik kearah Kanaya yang nampaknya sangat marah atas tuduhan Dion.


" Ya ampun, gak tahu malu banget ya sayang. Udah selingkuh, sekarang hamil diluar nikah lagi." Alya bergidik membayangkannya.


" Halah, maling kok teriak maling. Bukanya situ juga lagi hamil ya, hamil diluar nikah kan?" ucap Kanaya.


" Eh jangan sembarangan ya. Saya sebentar lagi akan dinikahi sama calon suami saya ini. Lah kamu, mana suaminya?" ucapnya dengan nada mengejek.


" Siapa yang cari saya?" Entah dari mana asalnya, tiba-tiba Arkha menghampiri mereka dan langsung merangkul pinggang Kanaya dengan agresif.


Bukan hanya Kanaya yang terpaku atas kedatangan Arkha yang tiba-tiba, ia hanya terkejut melihat Arkha yang merangkul pinggangnya, karena itu baru pertama kali bagi Kanaya dirangkul oleh Arkha. Lain halnya dengan Alya, ia terpesona dengan ketampanan Arkha hingga membuatnya tak sadar bahwa ia saat ini sedang membuka mulutnya sangat lebar.

__ADS_1


" Kok kamu tiba-tiba ada disini, kapan munculnya?" tanya Kanaya heran.


" Baru aja kok sayang. Mungkin kamu aja yang tidak melihat kedatanganku," ungkapnya.


Sedangkan Dion saat ini sedang menahan rasa geramnya melihat pemandangan didepan matanya. Ia mengepalkan tangannya kuat-kuat, hingga urat tangannya terlihat dengan jelas.


" Ganteng Banget!" ucap Alya tanpa sadar. Sontak saja Arkha, Kanaya dan Dion memandangnya secara bersamaan.


" Sayang, kamu barusan bilang dia ganteng?" tanya Dion merasa tak terima.


" Eeee hah, kamu bilang apa tadi sayang?" Karena terlalu fokus pada ketampanan Arkha, Alya sampai-sampai tidak mendengar diajak bicara oleh Dion.


" Tadi aku bilang, kamu lagi muji dia?" ulangnya.


" Hah Enggak. Siapa juga yang muji dia, ngaco kamu nih," elak Alya.


" Hay Dion, akhirnya kita bertemu disini. Apa kabar kamu?" tanya Arkha sekedar basa-basi. Dion malah tersenyum sinis.


" Heh, jangan pura-pura ramah segala Lo!" ucapnya dengan wajah angkuhnya.


Arkha pun hanya tersenyum santai menanggapinya.


" Jangan selalu suuzon sama orang, tidak baik loh."


" Tau nih Mas, dia ngerasa kalah saing kali, makanya sewot begitu," ucap Kanaya menimpali ucapan suaminya.


Cuih


" Aku tidak sudi harus kalah saing dengan pria kere seperti dia," tunjuk Dion pada Arkha. Dia juga meludah tepat didepan Arkha dan Kanaya.


" Lalu, kalau bukan kalah saing, namanya apa dong?" ujar Kanaya.


" Justru sebenarnya dia kalah, karena cuma dapat bekas dari saya." Dion pun tertawa puas setelah mengatakan itu. Namun hal itu tak membuat Arkha merasa sakit hati atau direndahkan, karena pada dasarnya, Dion lah yang mendapat sisa cinta dari Kanaya. Karena sebenarnya putri Aleta dan Senopati Arkha dulunya saling mencintai, bahkan cinta mereka tak akan pudar dimakan oleh waktu.


Arkha tersenyum santai tanpa merasakan sakit hati sedikit karena perkataan Dion.

__ADS_1


" Sayang, kamu sudah selesai belanjaannya?" tanya Arkha tanpa menghiraukan ucapan Dion sedikitpun.


" Sudah dong. Ini!" ucap Kanaya seraya menunjukkan barang belanjaannya kepada Arkha. Arkha lantas tersenyum dan mengusap kepala Kanaya dengan sayang. Tanpa mereka sadari, Alya dan Dion mengepalkan tangan mereka karena merasa cemburu.


__ADS_2