Mengandung Anak Jin Tampan

Mengandung Anak Jin Tampan
Kepergok Arya


__ADS_3

Episode 22:


Dan benar saja, setelah Lian menghabiskan semua makanan nya, Arkha, Kanaya beserta Lian sendiri berniat untuk menghampiri rumah Lian yang katanya berada di bawah jembatan itu.


Tak lupa Arkha membeli lima boks makanan untuk di bawa ke sana. Ia juga membeli dua boks yang berisi bubur ayam untuk nenek Lian.


" Itu dia rumah aku kak." Tunjuk Lian kepada Arkha dan Kanaya. Mereka pun mengikuti langkah Lian untuk segera ke tempat yang Lian tunjuk.


" Assalamualaikum!" Ucap Arkha dan Kanaya bersamaan.


" Waalaikumsalam." Bukan nenek Lian yang menjawab, tapi Lian sendiri lah yang menjawab nya.


" Mari kak masuk! Mungkin nenek sedang tidur, dan pendengaran nenek juga terganggu, jadi nenek gak denger salam kakak." Ucap Lian menjelaskan. Arkha dan Kanaya hanya mengangguk, lalu mengikuti Lian untuk masuk ke dalam rumah yang berukuran kecil itu.


Dan benar saja kata Lian, bahwa nenek nya sedang tidur di sebuah kasur tipis yang terlihat sudah lusuh. Ruangan rumah nya juga tidak memiliki sekat, hanya berukuran tiga meter persegi, yang di dalamnya hanya terdapat tungku api yang sudah tak layak pakai lagi.


" Lian ini punya kamu?" Tanya Kanaya saat melihat beberapa bahan masakan dan dua karung beras terdapat di dalam ruangan itu. Lian pun menoleh ke arah Kanaya untuk memastikan pertanyaan Kanaya tersebut, begitu pun dengan Arkha.


" Tidak kak. Lian tidak merasa beli ini semua. Lagian Lian dapat duit dari mana bisa beli bahan sebanyak ini." Jawabannya jujur. Ia memang tidak merasa memiliki barang-barang tersebut, karena baginya untuk membeli barang barang tersebut, bisa untuk makan dia dan nenek nya selama sebulan.


" Terus ini punya siapa dong kalau bukan punya kamu? Soalnya barang ini ada di rumah kamu." Tanya Kanaya heran.


" Udah lah, mungkin itu dari orang yang mau ngasih sedekah untuk Lian dan nenek nya." Jawab Arkha dengan entengnya.


" Gak bisa gitu dong Kha. Kita gak bisa sembarang ambil barang orang tanpa tahu siapa yang ngasih. Siapa tahu di dalamnya ada bom, atau racun gitu." Jawab Kanaya mewanti-wanti.


" Terus, masak barang barang ini mau di buang, apa gak mubazir."


" Iya sih, tapi,,,,,,..!" Ucap Kanaya ragu.


" Udah Lian, ambil aja. Kakak berani jamin kalau barang barang ini aman kok di konsumsi. Kalau sampai ada apa-apa sama kamu dan nenek kamu, biar kakak yang jamin semua pengobatan nya." Ucap Arkha dengan santai.


" Kok gitu sih? Apa jangan-jangan,,,,,,.?!" Ucap Kanaya menggantung. Ia memicingkan matanya, menaruh curiga pada Arkha.


" Jangan-jangan apa? Jangan-jangan aku yang ngasih?" Yap tepat sekali ucapan Arkha. Memang dia sendiri lah yang membelinya untuk Lian dan nenek nya tanpa sepengetahuan Lian dan Kanaya. Dia hanya belum ingin Kanaya tahu tentang siapa dia sebenarnya.


Entahlah, dia hanya menunggu waktu yang pas saja untuk mengatakan nya.


" Ya bukan lah, dapat uang dari mana aku bisa belikan barang sebanyak ini." Ucap Arkha berbohong.


Oh iya. Barang yang di belikan Arkha bukan hanya itu saja, ia juga memberikan sebuah kasur berukuran agak besar, sebuah kompor gas, dan beberapa pakaian untuk Lian dan nenek nya. Di sana juga terdapat sebuah ponsel bermerek Samsung lengkap dengan kartu di dalam nya.

__ADS_1


" Oh iya Lian. Ini juga ada kompor, kasur, sama ponsel nih buat kamu." Ucap Kanaya memberikan ponsel tersebut kepada Lian.


" Wah! Lian dapat hape juga? Makasih banyak ya kak." Ucap Lian girang. Ia dengan antusias menerima benda pipih tersebut lalu mengotak-atik nya. Melihat senyuman di wajah Lian, membuat hati Arkha terenyuh. Ia sangat bahagia bisa berbagi kepada orang yang membutuhkan seperti Lian ini.


" Oh iya Lian. Kamu kan sekarang sudah punya handphone, gimana kalau kakak minta nomor telepon kamu. Nanti kita bisa kabar- kabar lewat itu." Ucap Arkha seraya menunjuk ponsel yang di genggam Lian. Lian pun mengangguk senang, lalu memberikan ponsel itu kepada Arkha.


Sedangkan Kanaya hanya terperangah tak percaya. Bukan hanya melihat ponsel Arkha yang bermerek mahal saja, tapi juga merasa heran. Ternyata Arkha juga mempunyai ponsel, bahkan secanggih itu, namun ia memilih bungkam saja.


" Lian! Mereka siapa?" Tanya sang nenek yang sudah terbangun dari tidurnya.


" Eh nenek, nenek sudah bangun ternyata." Lian pun mendekat pada sang nenek, begitu pun Arkha dan Kanaya yang mengikuti Lian.


" Kenalin nek, ini kak Arkha dan yang ini kak Kanaya." Ucap nya pada sang nenek. Arkha dan Kanaya pun bersalaman kepada nenek Lian.


Setelah banyak berbincang-bincang, Kanaya dan Arkha pun pamit pulang, tak lupa juga nenek Lian mengucapkan terima kasih kepada Kanaya dan Arkha karena telah berbaik hati kepada mereka.


" Hari ini seru ya!" Ucap Kanaya memecahkan keheningan di antara mereka.


" Iya." Jawab Arkha singkat.


" Makasih ya." Ucap nya lagi.


" untuk?" Tanya Arkha.


Saat ini mereka sedang berjalan beriringan di tepi jalan raya. Karena mobil milik Kanaya terparkir agak jauh dari rumah Lian, terpaksa lah mereka berjalan kaki.


" Capek?" Tanya Arkha saat tak ada lagi yang memulai percakapan. Kanaya pun menggeleng.


" Dikit." Jawab nya.


" Mau aku gendong?" Tanya Arkha menawarkan jasa. Sontak kedua mata Kanaya membulat sempurna karena terkejut sekaligus gugup di tanya seperti itu.


" H_hah?. Beonya.


" E_nggak usah, aku masih bisa jalan sendiri kok." Jawab Kanaya tersenyum canggung. Arkha pun mengangguk paham.


Setelah itu, tak ada lagi percakapan di antara mereka, kedua nya sama-sama diam karena merasa canggung satu sama lain.


" Kanaya! Woy!" Teriak seseorang menyerukan nama nya. Kanaya yang merasa dirinya di panggil pun, menoleh ke asal suara.


" Elo! Ngapain Lo kesini?" Tanya Kanaya pada orang tersebut.

__ADS_1


" Lo ni ya, kebiasaan. Kalau gue datang, selalu di sambut dengan tidak hormat. Dasar singa betina." Cibir Arya pada Kanaya. Di Katai seperti itu, sontak membuat Kanaya mendelik tajam.


" Apa Lo bilang barusan? Lo beneran mau gue jadi singa betina hah? Baiklah, gue gigit Lo sekarang." Geram Kanaya.


" Ampunnn!! Gue minta maaf deh." Ucap nya dengan nyengir kuda seraya memberi kode 'V' dengan tangan nya.


" lagian elo selalu aja ngegas kalau sama gue, mentang mentang lagi sama,,,,,....!" Tiba-tiba saja Arya memotong perkataan nya, dia terperangah saat pandangan nya jatuh pada Arkha. Begitu pun Arkha yang merasa heran dengan sikap Arya yang memandang nya dengan tatapan memuja.


" Waw." Gumam Arya.


" Nape Lo? Sakit?" Tanya kanaya heran. Ia lantas meletakkan tangan nya di kening Arya.


" Gak panas." Gumam nya setelah memeriksa suhu tubuh Arya.


" Hemm pantesan." Gumam Kanaya saat melihat arah pandang Arya. Yang benar saja, pria itu seolah tak berkedip memandangi Arkha dengan rasa kagum nya.


Pletak


" Awwwsh, sakit Nay!" Protes Arya saat kening nya di jitak oleh Kanaya.


" Sakit? Mau nambah lagi gak, biar cepat sadar?" Arya lantas menggeleng cepat dengan wajah di imut-imut kan.


" kenapa sih? Sakit ini, udah kayak emak tiri aja Lo." Kesal Arya.


" Elo yang kenapa? Udah mau pindah haluan Lo, jadi penyuka sesama jenis?. Udah gak waras Lo ya?.l" Cibir Kanaya.


" Kenapa sih?" Tanya Arya masih belum paham.


" Lo tuh, ngeliatin Arkha sampai segitunya. Jatuh cinta Lo?" Ejek Kanaya.


" Ihhh jeruk makan jeruk dong." Imbuh Kanaya lagi.


" Bukan gitu. Lo tuh, cari selingan pinter amat, ganteng bener! Siapa tahu kan, kalau gue liatin dia terus, ganteng nya bisa nular." Ucap Arya sedikit berbisik, namun masih dapat di dengar oleh sang empu. Arkha pun tersenyum mendengar pujian Arya pada diri nya.


" Aduh!! Gila Nay, lesung pipi nya itu loh. Lo pinter banget cari selingkuhan, ini mah kalau sama Dion, lewat!" Ucap Arya lagi dengan tatapan kekaguman nya.


" Sekali lagi Lo ngomong gue selingkuh, gue tampol Lo ya pakai sendal gue " ancam Kanaya, ia sudah bersiap untuk melepas sandal nya.


" Iya iya iya, maaf. Galak amat sih." Gumam Arya kesal, sedangkan Kanaya tidak menghiraukan lagi gumaman Arya.


" Oh iya Arkha! kenalin, ini Arya temen kantor aku sekaligus temen nyebelin." Ucap Kanaya sedikit bercanda. Arkha pun terkekeh dengan gaya cool nya.

__ADS_1


" Arkha." Ucap Arkha seraya mengulurkan tangannya. Dengan cepat pula, Arya menyambut tangan Arkha.


" Nama lengkap, Arya cowok paling ganteng seantero jagat. Cukup panggil Arya aja biar gak pusing." Ucap Arya narsis.


__ADS_2