Mengandung Anak Jin Tampan

Mengandung Anak Jin Tampan
Mimpi Buruk


__ADS_3

Episode 29:


Setelah pria itu pergi, Arkha memandang ke arah Kanaya yang nampak gelisah dalam tidurnya.


" Jangan,,,,,,,,,! Kumohon jangan,,,,,,,,,!!" Teriak Kanaya dalam tidurnya. Keringat sudah membanjiri seluruh tubuhnya. Tubuhnya menggelinjang, seperti orang yang akan di jahati oleh seseorang.


" Kanaya kamu kenapa?" Tanya Arkha sambil menepuk pelan pipi Kanaya.


" Jangan ambil dia dari ku!!" Kanaya kembali berteriak, membuat Arkha semakin kebingungan.


" Naya! Hey sayang. Bangun hey!!" Ucap Arkha sambil terus membangunkan Kanaya.


" Jangan!!" Akhirnya Kanaya terbangun, namun dengan nafas yang tersengal-sengal.


" Huh huh huh,,,,,." Arkha segera mengambilkan air minum yang berada di nakas, dan memberikannya kepada Kanaya.


Kanaya segera meraihnya dan meminumnya hingga tandas.


" Kamu kenapa Naya? Mimpi buruk?" Tanya Arkha.


" Iya kha." Jawabnya. Kanaya memberikan gelas kosong sisa minumnya itu kepada Arkha, lalu Arkha menerimanya dan meletakkan nya kembali di atas nakas.


" Emang mimpi apa sih?" Tanya Arkha. Dia mengubah posisinya menghadap Kanaya.


" A_aku mimpi kamu di ambil seseorang." Ucap Kanaya seraya menundukkan kepalanya.


Arkha terkekeh mendengar penuturan Kanaya.


" Jadi ceritanya kamu takut kehilangan aku? Emang siapa sih yang mau ngambil aku dari kamu?" Arkha sengaja meledek Kanaya, membuat Kanaya tersipu.


" Ihhhh aku tuh serius." Ucap Kanaya dengan nada manja.


" Iya, aku juga serius." Jawab Arkha dengan sisa kekehan nya.


" Ya udah iya, aku cerita sekarang." Ucap Kanaya.


" Tadi tuh aku mimpi ada seorang pria, sereeeeem banget!" Ucap Kanaya dengan wajah serius. Arkha mendengarkannya dengan serius pula.


" Warna kulitnya merah semua. Bahkan mata sama rambutnya terbuat dari api yang berkobar. Ihhh ngeri lah pokoknya!" Kanaya bergidik sendiri setelah menceritakannya. Sedangkan Arkha, terdiam sesaat, seakan ada yang ia pikirkan.


" Jin Aron." Tanpa sadar, Arkha bergumam menyebutkan sebuah nama.


" Hah! Siapa jin Aron?" Meskipun tak begitu jelas, namun Kanaya masih dapat mendengar gumaman Arkha.


" Ah tidak. Bukan siapa-siapa." Elak Arkha.


" Kamu jangan bohong deh! Aku dengar kamu tadi ngomong sesuatu kok." Ucap Kanaya Keukeh.

__ADS_1


" Enggak, itu kamu salah dengar. Tadi aku bilang rawon." Kelit Arkha sekenanya.


" Rawon? Emang ada apa dengan rawon?"


" Aku cuma lagi mikir, kayaknya enak kalau kita makan rawon. Kamu mau?"


" Boleh juga tuh. Emang kapan kita makan rawon nya?" Kanaya nampak antusias. Maklum bumil, kalau sudah mendengar nama makanan, selalu semangat empat lima.


" Besok ya. Sekarang kita tidur dulu, pagi besok kita cari rawon!"


Kanaya menurut. Ia pun segera tidur, agar besok bangun lebih pagi untuk mencari makanan yang Arkha janjikan kepadanya tadi.


Tanpa sepengetahuan Kanaya, Arkha diam-diam mengusap air matanya yang jatuh. Entah apa yang membuatnya sedih hingga menangis.


\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*


Mentari pagi telah bertengger indah di ufuk timur, diiringi dengan kicauan burung yang seolah bernyanyi indah di pagi hari. Menyambut timbulnya sang mentari.


Sedangkan wanita yang baru saja berstatus sebagai seorang istri dan calon ibu itu, masih setia bergumul dengan bantal dan selimutnya.


Namun sang suami sudah bangun sejak pagi tadi.


Dia juga sempat sarapan dan minum kopi bersama di pagi hari bersama mertuanya.


Kini hubungan menantu dan mertua itu sudah mulai membaik. Arkha juga tak begitu canggung lagi dengan mertuanya itu. Bahkan bisa di bilang, hubungan mereka sudah kembali seperti sedia kala, saat pertama kali mereka bertemu.


" Belum om ehhh pa."


" Anak itu." Ucap Adi tak habis pikir dengan kelakuan anak semata wayangnya itu.


" Biarin aja pa, namanya juga pengantin baru, lagi berbadan dua pula. Pastinya dia lagi capek banget." Jelas Nita.


Dia berjalan mendekati suami dan menantunya sambil membawakan secangkir teh lagi untuk Arkha.


Ia lantas bergabung bersama keduanya, dan duduk di teras belakang, sambil menikmati udara segar di pagi hari.


" Nih. Di minum teh nya nak!" Nita memberikan secangkir teh hangat tersebut kepada Arkha dan mempersilakan menantunya itu untuk minum.


" Terimakasih ma." Ucap Arkha. Ia lantas menyeruput teh buatan mertuanya tersebut.


" Rencana pagi ini Arkha mau mengajak Kanaya keluar. Boleh kan pa, ma?" Tanya Arkha meminta izin kepada Nita dan Adi.


" Boleh banget dong Arkha. Mau pulang nya besok atau lusa juga boleh. Mau dibawa kemana aja boleh, dia kan sudah jadi istri kamu. Asal sama kamu.dan di jagain dengan baik, mama mah setuju-setuju aja." Ucap Nita.


" Iya, kamu ini gimana sih Arkha. Kamu yang suaminya kok minta izin ke kita. Kenapa kemaren pas ngelakuin kamu gak minta izin dulu." Imbuh Adi. Dia masih tak terima tentang anaknya yang di nodai oleh Arkha.


" Papa ah." Nita menyenggol perut Adi dengan siku nya, merasa tidak enak hati dengan menantunya tersebut.

__ADS_1


" Tidak apa-apa kok ma." Ucap Arkha. Ia lantas tersenyum kepada kedua mertuanya tersebut.


" Ayok! Katanya mau makan rawon." Ucap Kanaya tiba-tiba. Dia berdiri di belakang Arkha dengan tampil yang sudah siap, rapi dan cantik.


Semua mata tertuju pada Kanaya. Mereka memandangi Kanaya dari ujung kaki hingga ujung rambut. Mereka tercengang melihat penampilan Kanaya yang sudah sangat rapi, padahal dia saja baru bangun tidur.


" Kok liatin Kanaya kayak gitu? Emang ada yang aneh ya?" Tanya Kanaya. Ia pun ikut memandangi darinya dengan rasa heran.


" Gak ada yang aneh sih, malah cantik banget dari biasanya. Emang kamu mau kemana sih?" Tanya Nita.


" Mau nagih janjinya Arkha. Dia bilang malam tadi, hari ini mau ngajakin Kanaya makan rawon." Jawab Kanaya seadanya.


" Rawon?" Tanya Nita dengan raut wajah menegangkan. Kanaya pun mengangguk polos, sedangkan Arkha menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


" Oooo jadi mau ngajakin makan rawon. Kok gak bilang dari tadi sih Arkha. Kalau kamu bilang kan, mama bisa nitip."


Seketika membuat Arkha menghembus nafas kasar. Sudah di buat tegang, di kira mau marah, eh ternyata ujung-ujungnya cuma mau nitip.


" Oh kalau itu, tenang ma! Kanaya pasti bawain buat mama lima porsi, oke." Kata Kanaya.


" Nah gitu dong. Kan jadi enak hehe."


" Ya udah. Kapan nih berangkatnya?" Tanya Kanaya pada Arkha.


" Sebentar, aku siap-siap dulu!"


" Ya udah cepetan ya!"


Arkha pun bergegas menuju kamarnya dan segera mengganti pakaiannya, lalu kembali menemui Kanaya lagi.


" Udah siap, yuk!" Dan kini Kanaya dan orang tuanya yang di buat tercengang dengan penampilan Arkha.


Semua orang juga tahu, bahwa penampilan Arkha tidak pernah di ragukan lagi. Namun hanya ingin menegaskan bahwa Arkha benar-benar keren.


" Gak salah kamu milih suami." Ucap Nita,. Memandang Arkha tanpa berkedip.


" Benar ma, benar-benar ciptaan Tuhan yang luar biasa." Imbuh Kanaya merasa terkagum-kagum.


" Kebiasaan. Ingat umur ma!" Adi meraup wajah istrinya agar membuat istrinya itu tersadar.


" Ihh papa, apa-apaan sih." Ucap Nita kesal.


Kanaya dan Arkha tertawa melihat tingkah dua sejoli yang tak muda lagi itu.


" Ya sudah ma, pa. Kita berangkat sekarang. Takut kesiangan, nanti lama ngantrinya. Soalnya rawon langganan saya, suka rame kalau siang." Jelas Arkha.


" Ya sudah sana! Kalian nikmati saja waktu berdua kalian. Mama sama papa mau pacaran dulu, mumpung kalian gak ada di rumah." Timpal Adi, sontak saja mereka semua tertawa dengan lawakan Adi.

__ADS_1


__ADS_2