Menikah Dengan Boss Dingin

Menikah Dengan Boss Dingin
Indonesia


__ADS_3

Waktu begitu cepat berputar, tak terasa kini sudah berada dipertengahan bulan Desember yang artinya sebentar lagi vani dan kedua sahabatnya akan segera bertemu dengan keluarga mereka masing-masing dan vani pun sudah mendiskusikan rencana kepulangannya bersama indri dan leoni, dan tentu saja ketiganya begitu tak sabar menanti hari dimana mereka akan berangkat ke Indonesia.


Setelah hari yang ditentukan ketiganya dan segala persiapan sudah siap bahkan ole-ole yang nanti akan dibagikan kepada sanak saudara masing-masing sudah disiapkan ketiganya, dengan hati yang gembira ketiganya menuju bandar udara Internasional toronto dan menaiki maskapai yang akan langsung mendarat di indonesia. Jarak yang ditempuh vani dan kedua sahabatnya memanglah tidak dekat membutuhkan waktu hampir 25 jam lebih dengan kecepatan 500 km/per jam. Namun untuk melepas rindu apapun akan ditempuh ketiganya.


Setelah menghabiskan waktu hampir satu hari dan dua jam dalam pesawat akhirnya pesawat yang dinaikki vani, indri dan leoni mendarat di bandara soekarno hatta dan tentu saja mereka disambut keluarga masing-masing dan betapa kegembiraan tak bisa dilukiskan diwajah mereka derai air mata ikut menyaksikan kebahagian yang terjadi disana. Vani, leoni dan indri pergi bersama keluarga masing-masing melepas kerinduan yang sudah lama dipendam.


Indonesia adalah salah satu negara yang ada di asia tenggara, dilintasi oleh garis khatulistiwa dan berada di antara daratan asia dan australia tidak heran negara ini memiliki daya tarik yang mempesona karena terdiri dari pulau yang jumlahnya hampir 17.504 itulah alasan Indonesia dikenal dengan kata “Nusantara”, selain itu Indonesia terdiri dari berbagai suku bangsa, bahasa, dan agama memuat indonesia kaya akan keberagaman pesona yang ditawarkan negara ini tentu saja hampir tidak terhitung mulai dari tempat wisata, budaya, kuliner dan masih banyak lagi.


Bukannya indonesia tidak memiliki tempat dihati vani hanya saja vani memiliki kisah yang membawanya melanjutkan pendidikan di negara impiannya kanada, tapi tidak berarti vani tidak merindukan negara kelahirannya bahkan sejenak pun ia tidak bisa melupakan tempat asalnya meskipun dikanada menawarkan begitu banyak pesona yang tak kalah menarik dari indonesia namun vani tetap tak bisa melupakan negara kelahirannya apalagi jika menyangkut makanan vani begitu menyukai masakan-masakan indonesia yang ia nilai punya rasa tersendiri.


Awalnya vani sempat ragu akan keputusannya melanjutkan pendidikannya di luar negeri namun karena rasa kecewa dan terluka yang begitu menyayat hatinya membuatnya ingin meninggalkan indonesia saat itu dengan harapan dikehidupan selanjutnya ia tidak akan merasakan hal yang sama, hal yang membuatnya ingin pergi sejauh mungkin dan tak ingin kembali lagi pada pahitnya masa itu.


kenangan pahit yang telah lama ia kubur membuatnya semakin melangkah maju dan diterimanya ia diperusahaan yang begitu besar membuatnya semakin melupakan kelamnya masa lalu dan rasa sakit dihatinya karena kesibukkannya.


Diawal harinya berada dikediamannya membuatnya begitu senang menatap langit-langit dan dinding-dinding kamarnya dimana gambar-gambar dirinya, adiknya dan kedua orang tuanya terpampang dalam sebuah bingkai meski gambar itu telihat sudah sedikit berdebu namun masih dapat terlihat dengan jelas wajah cantik dengan senyuman diwajahnya.

__ADS_1


Gambar dirinya dengan seorang wanita yang tampak seusia dengannya juga terlihat disana keduanya terlihat tersenyum dengan buket bunga yang dipegang mereka masing-masing, terlihat juga gambar dirinya sendiri sedang tersenyum memegang buket dan sebuah mab bertuliskan ijasah pada tangan kanannya menunjukkan bahwa gambar itu diambil ketika wisudanya ketika ia menyelesaikan gelar sarjananya.


Vani tersenyum menatap setiap gambar yang ada disana, namun rasa kantuknya tak dapat tertahan ia pun memilih tidur untuk melepas lelah dan penat yang sudah ia tahan sejak dirinya turun dari pesawat.


Esok harinya vani terbangun, ia membersihkan tubuhnya dan setelahnya ia mengenakan pakaian santainya dan menuruni tangga menuju meja makan yang ada diruangan dekat dapur, kediaman keluarga vani dapat dikategorikan besar, terdiri dari ruangan tamu, ruangan tengah yang dibuat luas mengingat keluar besar vani yang ada diluar kota sering berkunjung ke kediaman orang tuanya apalagi ketika hari natal yang sebentar lagi akan dirayakan, ruangan makan yang tampak rapi, kamar tidur yang terdiri dari dua kamar tidur dibagian ruangan tamu, dua kamar dibagian tengah, dua kamar dilantai dua.


Kamar tamu memang tidak ada yang menempati, kamar tengah menjadi kamar kedua orang tua vani dan satunya adalah kamar tidur aldo adik vani yang kini sudah lulus dari universitas ternama bahkan sudah bekerja disalah satu rumah sakit ternama di indonesia.


Keluarga vani bukanlah orang biasa namun vani tidak pernah memperlihatkan kelebihan orang tuanya pada orang lain, bukan hanya dua atau tiga kali kedua orang tuanya memintanya bekerja di indonesia bahkan bekerja diperusahaan milik keluarganya tapi hampir berkali-kali kedua orang tuanya memintanya namun jawaban yang sama bahwa ia ingin menjadi pribadi yang mandiri mampu membuat kedua orang tuanya berhenti membujuknya dan memberi izin pada vani ketika ia ingin melanjutkan pendidikannya diluar negeri.


“sudah, mom” jawab vani


“bagaimana kabarmu?” kini giliran gideon ayah vani yang bertanya


“tentu saja baik, dad” dengan senyum diwajahnya vani menjawab pertanyaan sang ayah

__ADS_1


“bagaimana dengan pekerjaanmu?, jika sudah tidak betah pulanglah dan bekerjalah disini” nasye kembali bertanya dan seakan kembali mencoba membujuk anaknya itu.


“vani senang bekerja disana, vani menikmati pekerjaan itu tolonglah daddy dan mommy mengerti” jawab vani yang tau betul perasaan ayah dan ibuhnya itu.


“baiklah” ucap nasye yang sudah hafal betul dengan sifat anaknya yang jika ia berkata tidak tetaplah tidak.


“mom, apakah jeal tidak dirumah?” tanya vani pada ibunya.


Jeal sebenarnya adalah aldo namun vani memiliki nama kecil untuk adiknya, aldo bernama lengkap gerald jeonaldo ricard anak kedua dari pasangan gideoni zefanya ricard dengan nasye yohana vani hanya bersaudara dua orang dirinya dan aldo.


“dia sedang dirumah sakit sekarang dia sedikit sibuk sekarang makanya jarang dirumah.” Jelas nasye pada putrinya


“oh, baiklah” jawab vani seadanya.


vani pun memilih menikmati harinya dengan dengan berkumpul bersama keluarga.

__ADS_1


__ADS_2