
vani berangkat ke kantor seperti biasa semenjak kepulangan crist dirinya memang selalu berangkat lebih awal meski begitu dirinya tetap melakukan kewajiban seorang istri seperti membuat sarapan menyiapkan baju kantor dan keperluan crist lainnya, walaupun crist selalu menolak apapun yang dilakukan vani, tapi bagi vani kewajiban adalah kewajiban suka tidak suka ia tetap akan melakukannya
namun beberapa hari ini vani merasa dirinya sedikit berubah ia selalu merasa dirinya lesu, gemetaran, dan sering tidak fokus dalam bekerja namun ia tidak berniat mengambil cuti karena pekerjaannya akan semakin menumpuk jika ia mengambil cuti untuk beristirahat di rumah
pagi ini di sepanjang jalan yang ia lalui vani tampak termenung ketika lampu hijau berganti lampu merah, ia berpikir bagaimana hubungannya dengan crist nanti apakah hubungan mereka akan berlanjut atau akan kandas seiring badai yang kian tak terkendali
vani benar benar tidak bisa membayangkan jika hari itu tiba, ketika nanti crist meminta mereka mengakhiri hubungan mereka, apa yang nanti akan di katakan Vani pada keluarganya mengingat keluarganya begitu menghargai sebuah pernikahan bahkan bagi keluarga vani perceraian adalah aib bagi keluarga
nyeri di hati vani kembali melanda, dirinya menarik napas dalam-dalam dan menghembuskannya mencoba menepis pikiran bodohnya seiring lampu merah yang telah berganti hijau kembali, vani melanjutkan perjalanannya menuju kantor
sementara crist baru saja menyelesaikan sarapan paginya
"mau berangkat sekarang tuan?" tanya bi olif
"ya, " jawaban singkat crist lalu berlalu dari sana
sesampai vani di kantor dirinya segera memarkirkan mobilnya di parkiran lalu keluar dan berjalan menuju lift yang akan membawa dirinya keruangannya
"good morning" sapanya ketika sampai di divisi keuangan
"good morning too van" jawab indri dan leoni hampir bersamaan
vani melangkah menuju kubikelnya, menghidupkan komputer miliknya lalu mulai membuka berkas yang akan ia salin ke komputernya
"van, bulan depan kita akan di bagi team untuk melakukan kunjungan ke perusahaan cabang" ucap leoni
"oh ya,?" tanya vani meyakinkan ucapan sahabatnya
__ADS_1
"ya, kita akan di bagi per team untuk berkunjung ke beberapa anak perusahaan" leoni menjelaskan kembali
"baguslah, kita bisa sambil jalan jalan kalau begitu" jawab vani sambil tertawa
baru akan melanjutkan pekerjaannya vani kembali merasakan tubuhnya bergetar hebat namun dirinya tetap diam tak memberi tahu pada kedua sahabatnya dirinya memilih segera melanjutkan pekerjaannya sehingga ia bisa pulang lebih awal jika tubuhnya tak bisa lagi di ajak kerja sama
sementara di ruangan presdir crist baru saja sampai disana, Anderson segera menyerahkan jadwal pekerjaan yang akan crist jalani hari ini
hari hari crist sebagai seorang presdir memang tak pernah ada kata sengang, sebab dari pagi hingga petang bahkan malam pun dirinya akan di sibukkan dengan pekerjaan yang tidak ada habisnya, kadang Anderson lah yang akan menghendel pekerjaan bossnya itu jika crist berada di luar kota atau sedang dalam perjalanan bisnis
crist memang putra tunggal keluarga gerson itu sebabnya dirinya bertanggung jawab atas kelangsungan perusahaan milik keluarganya, crist tak pernah membuang waktu dan tak pernah main main dengan pekerjaannya, dirinya selalu bersikap tegas pada siapapun yang tidak mematuhi aturannya membuatnya begitu disegani karyawan dan rekan kerjanya
crist bersiap mengikuti rapat yang sudah di jadwalkan dengan perusahaan XX di sebuah hotel, dirinya di dampingi oleh anderson sekretarisnya, keduanya pun pergi meninggalkan ruangan crist
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
meski hubungan keduanya jauh dari kata baik, namun semenjak statusnya berubah menjadi istri vani selalu mengirim pesan pada crist mengingatkan untuk tidak lupa makan dan beristirahat meski tak pernah ada balasannya. vani mencoba tetap bersabar menghadapi crist meskipun kadang ingin menyerah namun vani tak punya pilihan lain ia terlalu takut mengakhiri hubungannya
setelah mengirim pesan vani kembali merasakan tubuhnya gemetaran di ikuti dirinya yang kesulitan berbicara, tak ingin membuat kedua sahabatnya melihat dirinya yang seperti itu vani berdiri dan berpura-pura seolah dirinya baik baik saja
"le, indri aku izin pulang" kata vani
"kenapa?" tanya indri terlihat memperhatikan vani
"aku ada urusan penting" jawab vani lalu segera meninggalkan ruangan dengan sedikit tergesa gesa
vani segera masuk kedalam lift lalu menekan angka satu, sesampainya di lantai satu dirinya segera menuju ke parkiran dan mengambil mobilnya
__ADS_1
vani memutuskan ke Rumah sakit untuk memeriksakan dirinya yang beberapa hari mengalami gejala aneh
dua puluh menit kemudian dirinya sampai di rumah sakit, dirinya segera menuju lobi untuk mendaftarkan diri agar segera di tangani, belum sampai sepuluh menit dirinya duduk seorang gadis berseragam putih memanggilnya ke sebuah ruangan untuk memeriksa keadaannya
"selamat siang Ny vani" ucap seorang wanita berpakaian putih bernama Katty terlihat dari nametag yang berada di tanda pengenalnya
"selamat siang dok" jawab vani
"bisa saya tau apa yang Ny vani rasakan"
"beberapa hari ini saya sering lesu, tidak fokus pada pekerjaan, gemetaran sampai sulit berbicara"
"untuk mengetahui lebih jelasnya kita akan melakukan CT scan" ucap dokter katty
beberapa menit kemudian keluarlah hasil dari hasil pemeriksaan vani
"begini Ny vani, anda mengalami penyakit ensefalopati Hepatik"
"ensefalopati Hepatik dok? bisa di jelaskan penyakit seperti apa itu?" tanya vani dengan tenang
"ensefalopati Hepatik adalah penyakit kelainan pada otak yang di sebabkan oleh penyakit hati dimana organ hati tidak berfungsi dengan baik sehingga racun yang ada dalam tubuh tidak di keluarkan dari tubuh, akibatnya racun menumpuk pada darah dan menyebar ke otak, karena penumpukan racun tersebut sudah terjadi sangat lama jadi Ny vani mengalami gejala seperti yang di sebutkan tadi jika tidak segera di tangani maka saya khawatir nyawa Ny tidak bisa di selamatkan lagi" jelas dokter katty
vani yang mendengar ucapan itu meneteskan air matanya dirinya benar benar tak menyangka akan mengalami penyakit seperti itu
"saya akan memberi resep untuk mengurangi gejala yang ada" ucap dokter katty lagi
vani hanya bisa tersenyum getir mendengar ucapan sang dokter
__ADS_1