
Setelah sarapan pagi, dan berkeliling rumah menikmati suasana yang begitu ia rindukan vani beniat ingin jalan-jalan menikmati kota jakarta. Ia pun meminta izin pada ayah dan ibunya untuk keluar rumah dan tentu saja ia dengan mudah mendapatkan izin itu.
Dan kini vani sudah berada di salah satu tempat hiburan yang begitu banyak diminati orang-orang yang ingin menikmati hari libur bersama kerluarga, atau hanya sekedar mampir untuk melihat-lihat saja.
Dufan atau dunia fantasi berada dikompleks taman impian ancol, tepatnya berada di jakarta utara, indonesia dufan merupakan pusat hiburan outdoor terbesar di indonesia yang memanjakan pengunjung dengan fantasi keliling dunia ini dilakukan melalui content wahana permainan berteknologi tinggi, yang terbagi dalam beberapa kawasan, yaitu Indonesia, jakarta tentu saja, Asia, Eropa, Amerika, Yunani dain-lain. Sejenak vani memperhatikan tempat itu dan memilih duduk ditempat yang ia anggap paling tepat untuk dirinya. Tiba-tiba bayangan masa lalu yang telah ia kubur dalam-dalam kembali melintas dan tanpa diminta air matanya menetes. Sudah hampir tujuh tahun ia mengubur rasa pahit dan kecewanya namun kini bayang-bayang itu kembali memenuhi pikirannya...
Flash back
Tujuh tahun yang lalu tepatnya ketika vani dan dira baru saja menyelesaikan pendidikan mereka di salah satu universitas terkenal di indonesia yakni UI keduanya pun bersama pergi ke tempat ini. Saat itu vani menjalin hubungan dengan senior mereka yang sudah lebih dulu menyelesaikan pendidikannya dan senior mereka itu begitu terkenal dikampus mereka dika pratama ya selain dikenal cerdas dan aktif diorganisasi wajah tampan tak terlepas dari dika. Vani berniat mengajak dika, yang saat itu berstatus kekasihnya dan hubungan mereka pun sudah memasuki tahun ke tiga saat itu. Namun dika yang saat itu dihubungi vani menjawab jika dirinya sedang sibuk dan tidak bisa ikut dengannya.
Menyadari dika adalah orang yang sibuk vani pun tidak pernah memaksakan kehendaknya jika sudah menerima penolakan sekali, vani tetap berniat pergi ke dufan dan saat itu ia pun mengajak dira untuk pergi bersama dan benar saja dira dengan senang bersedia menemani vani.
Keduanya pun sampai ditempat yang mereka tuju, dan dengan perasaan senang mereka mulai menjelajahi petualangan mereka disana, mencoba berbagai macam wahana yang ada disana, saling menebar senyum seakan keduanya begitu menikmati hari itu. Hingga ketika matahari mulai terbenam dan langit hampir gelap keduanya pun memilih pulang.
Baru saja akan melangkah pergi vani menangkap sosok yang begitu ia kenal sedang berpelukan dengan seorang wanita dan benar sosok itu adalah dika pria yang masih berstatus kekasihnya. Lalu siapa wanita yang ada dalam pelukan dika saat ini, pikiran vani mulai dipenuhi pertanyaan.
Dira yang merasa sahabatnya juga menangkap pemandangan yang sama dengannya menatap vani dengan wajah yang kaget.
“van,dia siapa”? tanya dira sambil menunjuk kearah wanita yang sedang dalam pelukan dika
dengan mata yang sudah berkaca-kaca vani berlari dari tempat itu, menghindari pemandangan yang baru saja ia lihat. Dira yang melihat itu mengejar vani sambil memanggil nama vani.
__ADS_1
Dika yang baru tersadar jika dirinya baru saja ketahuan mendadak gugup dan tak berbuat apa-apa. Pasalnya dihadapannya ada kekasihnya namun ia juga ingin mengejar vani disaat yang bersamaan. Berada pada posisinya tidak mudah ia yang berharap tak akan ketahuan nyatanya harus memikirkan penjelasan atas masalah yang baru saja ia ciptakan.
Vani menangis bagaimana ia berpikir dika bisa setia padanya jelas-jelas dika pria yang digilai para wanita dan bukan hal yang sulit untuk mendapatkan wanita yang ia inginkannya. Yang menambah sakit hatinya adalah bagaimana ia bisa sebodoh itu mempercayai setiap ucapan yang dikatakan dika. Miris hatinya yang di percayakan pada dika untuk dijaga ternyata hanya dijadikan koleksi semata. Apakah setiap pria sama memperlakukan wanita hanya sebagai mainan yang bisa dijadikan hiburan disaat dirinya sedang terluka?
Dira yang menatap vani menangis ikut sedih, ia memeluk sahabatnya itu menghiburnya dan memberikan support pada vani.
“van,, kita pulang sekarang ya?” ucap dira”
Vani hanya menggangguk
Dan dira pun segera membawa vani dari sana, dan mengantar vani sampai rumahnya, setelahnya dira meminta pamit pada vani untuk pulang.
My Dear
“Van, maaf mungkin kamu kaget atas apa yang baru saja kamu lihat”
“dia vina kekasihku dia baru kembali dari italy”
“kami sudah berpacaran sejak kelas 3 SMA”
“maaf tidak memberitahumu sejak awal”
__ADS_1
Dan vani semakin merasa terpukul saat itu mengetahui bahwa ia adalah orang ketiga diantara hubungan dika dan kekasihnya, ia merasa telah menjadi wanita murahan saat itu. dan saat itu juga ia memutuskan hubunganya bersama dika.
Dan mulai saat itu vani memutuskan melanjutkan pendidikannya diluar negeri agar tak bertemu lagi dengan dika dan melupakan apa yang pernah terjadi antara keduanya.
Flash off
Vani segera menghapus air matanya dan berdiri dari tempatnya menjelajahi tempat itu dengan hati yang sedikit sedih, walau bagaimanapun tempat itu memiliki kisah sedih untuknya.
Semantara memperhatikan wahana yang ada disana tiba-tiba seorang anak menabrak dirinya.
“maaf bi..bi farel tidak sengaja” kata anak yang menabrak vani sambil menundukkan kepalanya.
“tidak apa-apa, lain kali hati - hati ya,” jawab vani sambil memperhatikan sekaliling dan melihat-lihat dimana orang tua anak yang bernama farel itu.
Tampak seorang wanita berlari ke arahnya
“maafkan dia ya non, dia sedikit nakal “ jelas seorang wanita paru baya yang terlihat sebagai asisten rumah tangga itu
“tidak apa, saya permisi dulu” ucap vani pada wanita itu.
Bersambung.....
__ADS_1