
Esok harinya ketika mentari telah menampakan dirinya vani terbangun dan membersihkan tubuhnya ingatan pada wajah sang suami bersama dengan wanita lain yang sengaja dikirim kepadanya kembali menari dalam otaknya, vani sadar jika pernikahannya bersama crist adalah atas dasar rasa hormatnya pada pimpinan perusahan namun kini apakah benar demikian ?
Kini vani berajak kedapur memilih beberapa bahan makanan dan memasak, ia mencoba belajar menjadi istri yang baik meski pernikahannya dengan crist lebih tepat dikatakan pernikahan paksa namun vani tetap berharap seiring waktu segalanya bisa berubah termasuk perasaan mereka.
Vani menatap sang waktu yang berada tepat diruangan tengah yang telah menunjukkan pukul 07. 00 pagi ia pun bergegas bersiap menuju kantor, meski pernikahannya bersama crist baru saja berlangsung satu hari sebelumnya namun vani tidak berniat tak masuk kerja, vani bersiap pergi ke kantor dengan memesan taxi melalui aplikasi yang ada di handphonenya meninggalkan crist yang masih dibawah alam mimpinya.
Sesampainya di kantor semua karyawan tampak memperhatikan vani yang berjalan dihadapan mereka, ada yang menatap penuh kagum namun banyak juga yang menatap penuh iri pada dirinya, benar saja demikian kabar pernikahannya bersama crist yang tak lain adalah pimpinan perusahaan itu memang menjadi topik panas diperusahaan itu, bagaimana tidak sosok vani tidak pernah memamerkan akan kelebihan keluarganya yang bisa dikatakan cukup berada, vani dikenal hanya sebagai karyawan biasa yang menggantungkan hidupnya pada perusahaan itu meski kenyataan tidaklah demikian.
Vani kini sudah berada dalam ruangan divisi keuangan semua yang ada disana cukup heran melihat kehadirannya pagi itu, jika biasanya pengantin baru akan bermalas-malasan untuk bekerja dan lebih menikmati hari-hari berdua dengan pasangan, vani justru memilih bekerja membuat leoni dan indri tak sabar menghampiri dirinya
“cie pengantin baru” ledek leoni pada sahabatnya
“jangan membuat hari ini buruk, le” jawab vani sambil tersenyum pada kedua sahabatnya
“suamimu mana van?” tanya indri
“diruangannya” bohong vani
__ADS_1
Vani terpaksa berbohong pada sahabat-sahabatnya karena tidak ingin hubungannya dan crist terbongkar bagaimana pun ia harus menyembunyikan keadaan yang sebenarnya.
Sementara crist baru saja terbangun dari tidurnya ia lalu membersihkan diri dan setelahnya melangkah menuju dapur karena perutnya meminta ingin segera diberi asupan, melihat makanan yang sudah tertata di meja makan membuat senyum crist merekah jika dikantor ia tak pernah menampakan senyuman diwajahnya berbeda dengan hari ini dengan rasa lapar yang sudah tidak bisa ditahan crist segera duduk di kursi dan menikmati masakan sang istri.
Dihari ini crist tak berniat masuk kantor berbeda dengan vani yang kini tengah fokus pada layar komputernya crist hanya ingin beristirahat sejenak dari rasa lelahnya ia berencana akan tidur seharian.
Ponsel vani berbunyi menandakan jika dirinya mendapat pesan dengan segera vani membuka pesan itu ia takut jika yang mengirim pesan adalah kedua orang tuanya pasalnya kedua orang tuanya berpamitan pada dirinya pagi tadi dengan mengirimkan pesan jika kedua orang tuanya dan keluarga besarnya akan segera kembali ke Indonesia dengan rasa sedih vani mengutuk dirinya yang tidak bisa mengantar kedua orang tuanya ke bandara karena kesibukkanya pagi tadi.
Vani terpaku membaca isi pesan itu “ jangan senang dulu, kebahagiaanmu tidak akan bertahan lama” itulah bunyi pesan yang lagi-lagi tak diketahui vani siapa pengirimnya, vani kembali mengabaikan pesan itu tampa berniat membalas pesan itu.
Hari ini benar benar hari tersibuk vani, dirinya bahkan mengabaikan makan siangnya untuk mengejar laporan yang harus di selesaikan belum lagi vani mengingat beberapa bulan kedepan dirinya dan kawan - kawan akan di bagi team untuk menyebar ke perusahaan cabang itu membuatnya tak bisa menunda pekerjaannya
Waktu semakin berputar vani dan sahabat-sahabatnya bahkan semua yang ada diruangan itu begitu fokus pada layar komputer masing-masing bagi mereka laporan yang akurat dan benar adalah prioritas mereka hingga tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 17.00 tanda jam pulang mereka telah lewat. Vani dan team kerjanya pun bergegas seiring selesainya laporan mereka.
Mungkin aku naik taksi” jawab vani sambil memasukkan handphone kedalam tasnya
“kalau begitu aku dan leoni akan mengantarmu” ucap indri
__ADS_1
“baiklah, tapi antar aku ke apartemenku, aku harus mengambil mobilku terlebih dahulu”. Balas vani sambil tersenyum pada kedua sahabatnya.
“baiklah nyonya crist” ledek indri
Mereka pun meninggalkan kantor dan menuju apartemen vani seperti permintaan vani.
Diapartemen crist tak disangka celine datang bertamu crist yang tampak mabuk pun tak menolak kehadiran celine wanita yang pernah mengisi hari-harinya dimasa lalu, pagi tadi setelah sarapan pagi crist meminum alkohol awalnya crist hanya ingin meminum satu gelas namun memikirkan pernikahannya yang tak ia inginkan membuatnya stress dan meminum alkohol hingga ia menghabiskan 5 botol dan kini crist berada pengaruh alkohol.
Kehadiran celine disana membuatnya kembali mengingat kebersamaan mereka dimasa lalu, kenangan itu belum benar-benar hilang dari ingatan crist dan hal itu membuat crist rindu akan sosok celine tak sadar crist mendekati celine dan memeluknya bahkan menciumnya lama adegan itu hingga tak sadar ada sosok yang berdiri menatap kearah mereka, kecewa dan terluka itu yang dirasakan vani saat ini, tubuhnya yang sudah lelah seharian bekerja harus disuguhkan dengan adegan yang menurutnya tidak pantas dilakukan oleh suami yang sudah beristri.
Mencoba menguatkan langkah vani bergegas melewati keduanya dan menuju ke kamarnya, membersihkan tubuhnya setelahnya ia berbaring dan menangisi dirinya sendiri yang seakan tak pernah mendapat kebahagian.
Crist yang kini mulai mendapatkan kesadarannya mendorong tubuh celine dan menyuruhnya pergi, celine tersenyum kearah crist dan pergi begitu saja
“kamu akan kembali padaku crist” batin celine
“bagaimana vani, adegan tadi belum cukup membuktikan jika crist masih begitu menyanyangiku” celine mengirim pesan pada vani.
__ADS_1
Vani yang mendengar ada notifikasi tanda pesan pada ponselnya segera membuka pesan itu “bagaimana vani, adegan tadi belum cukup membuktikan jika crist masih begitu menyanyangiku” dan seketika vani sadar jika yang mengirim pesan pada dirinya selama ini tidak lain adalah celine mantan kekasih suaminya.