
Masa cutinya hampir selesai, vani yang hanya diberi waktu libur 14 hari harus kembali ke kanada pekerjaan kantor pasti sudah menumpuk. Maka dengan berat hati ia harus meninggalkan kedua orang tuanya dan juga adiknya.
Mata nasye sudah berkaca-kaca ketika mengantar sang putri ke bandara, rasanya baru kemarin ia bertemu dengan anaknya itu tapi kini vani harus kembali lagi ke kanada.
“vani, tolong pikirkan kembali ucapan daddymu” ucap nasye ditengah perjalanan mereka ke bandara.
Vani menarik nafas pandangannya ia arahkan pada kaca mobil yang memperlihatkan bangunan disepanjang jalan, sedikit terganggu dengan ucapan sang ibu
“mommy, beri vani waktu memikirkan itu” kini vani mengalihkan pandangannya pada sosok yang ada disebelahnya, sambil menggenggam tangan sang ibu vani mencoba memberi pengertian jika dirinya tidak bisa langsung memutuskan pilihannya.
__ADS_1
“vani akan memikirkan kata-kata daddy dan mommy” kata vani pada sang ibu.
“iya sayang pikirkanlah dan cobalah mengambil keputusan yang terbaik.” Balas nasye.
30 menit berlalu vani dan kedua orang tuanya baru saja sampai dibandara, vani turun dari mobil dan menarik kopernya, ia menyempatkan diri mencium pipi kedua orang tuanya sebelum menaiki pesawat yang akan membawanya menuju kenegara tujuannya.
Kali ini ia harus pulang sendiri sebab kedua sahabatnya sudah lebih dulu berangkat sehari sebelum keberangkatan vani, leoni dan indri sudah lebih awal kembali karena ada urusan yang mendadak.
Sementara kedua orang tua vani sudah meninggalkan bandara sejak 30 menit yang lalu karena harus segera menghadiri rapat. Keluarga vani memiliki usaha dibidang distributor berbagai barang dan memang kegiatan cukup menguras tenaga meski sudah mempekerjakan hampir 100 karyawan namun tetap saja gideon sering kewalahan mengurus usaha yang baru ia rintis sejak 10 tahun terakhir.
__ADS_1
Usaha yang dimiliki gideon memang terbilang cukup berkembang itu sebabnya ia meminta vani kembali ke indonesia untuk membantu menanggani urusan kantor.
*******
Hampir seharian lebih vani berada dalam pesawat dan akhirnya maskapai yang ia tumpangi mendarat dengan aman. Sambil mendorong kopernya vani berjalan menuju pintu keluar dan melambaikan tangannya ketika ia menemukan sosok yang baru saja ia hubungi, siapa lagi kalau bukan leoni, kali ini indri tidak ikut menjemput vani karena harus menyelesaikan beberapa urusan di apartemennya.
Rasa lelah menghampiri vani berada dalam pesawat hampir 25 jam bukanlah waktu yang sebentar dan badannya pun ikut sakit. Menyadari sahabatnya itu kelelahan leoni segera mengambil ahli koper vani memasukkannya kedalam mobil dan segera pergi dari sana menuju apartemen vani.
vani harus segera mengistirahatkan tubuhnya sebab pekerjaan di kantor sudah setia menantinya kedepannya pekerjaannya akan semakin banyak lagi jika dirinya tidak segera masuk kantor.
__ADS_1
kembali pikirannya di penuhi dengan bayangan permintaan kedua orang tuanya yang meminta jika dirinya harus berpikir untuk mengambil keputusan segera pindah ke Indonesia, semakin membuat vani merasa pusing saja
dirinya benar benar sudah nyaman dan begitu menikmati kemandiriannya di Canada, namun dirinya tidak mau egois hanya mementingkan kepentingan dirinya sendiri lalu mengabaikan keinginan kedua orang tuanya yang menginginkan dirinya untuk mengurus usaha dari orangtuanya