
vani masih merasa kesal dengan apa yang dilakukan suaminya atas dirinya beberapa jam yang sudah berlalu mood vani menjadi begitu buruk saat bayang bayang crist mencium dirinya kembali melintas dalam benaknya
fokus vani terbagi saat ini antara menyelesaikan laporannya dan memikirkan kelakuan mensum suaminya, vani menarik napas dalam-dalam mencoba membuang ingatannya pada kejadian beberapa saat lalu
vani kembali memfokuskan pikirannya pada laporan yang sebentar lagi harus di serahkan pada alexa, dirinya tentu tidak ingin mendapat pidato panjang dari sang manager hanya karena terlambat mengumpulkan berkasnya
jam di dinding berputar begitu cepat hingga menunjukkan pukul 17.00 waktu setempat itu artinya jam kantor seharusnya sudah berakhir namun vani dan rekan rekan kerjanya memilih menyelesaikan laporan lain mengingat esok adalah weekend dan mereka tidak ingin masuk kantor esok hari mengharuskan mereka menyelesaikan laporan mereka
disaat vani akan menyelesaikan pekerjaannya rekan rekannya yang sudah lebih awal menyelesaikan pekerjaannya terdengar berseru
"akhirnya selesai juga" indri berucap
namun setelahnya ruangan itu kembali sepi tanpa suara bahkan suara jantung berdetak pun tak terdengar di pendengaran vani namun ia mengabaikan karena terlalu fokus pada pekerjaannya
"vani Zevaria Margaretha" ucap dingin sosok yang kini tengah berdiri di hadapan vani
mendengar namanya di panggil oleh orang yang begitu ia benci saat ini ingin dirinya berlari meninggalkan ruangan itu detik itu juga, bahkan ia mengutuki sahabat sahabatnya yang tak memberinya kode jika ruangan mereka kedatangan presdir mereka
bersikap pura-pura mungkin menjadi pilihan yang harus di mainkan vani seolah dirinya adalah artis ternama yang patut mendapat piala awards dengan kategori artis pemeran wanita utama paling populer
"iya pak, ada apa? " jawab vani datar seolah tidak terjadi apa apa
"ikut saya pulang" ucap crist tanpa basa basi
"mohon maaf pak, saya masih memiliki beberapa pekerjaan" jawab vani santai membuat lawan bicaranya terlihat menatapnya penuh marah
vani memang sedang membuat drama seakan dirinya sedang sibuk pasalnya dirinya tidak ingin pulang ke mension dan tinggal bersama sosok yang ada di hadapannya saat ini, tentu saja vani memiliki alasan melakukan hal itu selain rasa marah yang belum mereda ia juga masih terlalu kecewa akan sikap crist beberapa hari yang lalu yang meskipun dirinya tahu ia salah karena telah tidur dengan wanita lain namun dirinya tak pernah berniat meminta maaf pada istrinya itu
"saya tidak ingin berdebat vani" kali ini ucapan crist terdengar dingin penuh ancaman bahkan semua teman teman vani tak berani menatap keduanya
__ADS_1
vani kembali duduk menyelesaikan pekerjaannya yang tinggal sedikit lagi tatapan crist begitu tajam pada sang istri jika orang lain akan dengan mudah melakukan perintahnya namun berbeda dengan sang istri yang memilih menyelesaikan pekerjaannya tanpa mempedulikan keberadaannya
crist kembali akan berucap ketika vani sudah berdiri menyambar tasnya dan bersiap keluar dari ruangan itu
"indri, leoni, justin, james, alex aku duluan" ucap vani pada ke lima rekannya
tak ada yang menjawab hanya anggukan kepala serentak yang dilakukan kelima orang yang kini menatap kepergian vani, napas lega terdengar serentak seperti paduan suara
"mommy ingin bertemu" ucap crist yang mampu memberi jawaban atas pertanyaaan vani sedari pagi ketika suaminya itu tiba tiba menemuinya di apartemen
"jadi alasannya karena mommy, sadar vani kamu bukan siapa siapa baginya jangan berharap ia akan menemuimu jika bukan karena sebuah alasan" batin vani
"pulanglah lebih dulu aku harus ke Apartementku" jawab vani kemudian melangkah meninggalkan crist yang kembali mengeraskan rahangnya
tanpa berpikir panjang dirinya berjalan menyusul vani dan mengenggam tangannya hal itu tentu begitu mengejutkan vani hingga dirinya spontan berhenti berjalan namun tarikan tangan crist membuatnya tak punya pilihan selain mengikuti sang suami
sesampai di parkiran crist membawa vani ke mobilnya membuka pintu mobil dan menyuruh vani untuk masuk kedalam lalu memasangkan seatbelt setelah itu crist berjalan memutari mobil menuju ke kursi kemudi lalu segera pergi dari sana
"nanti ada yang akan mengambilnya" jawab crist singkat
sepanjang perjalanan vani hanya menatap keluar kaca tanpa berniat membuka percakapan dirinya begitu lelah hari ini belum lagi ia harus menyusun drama sesampai mereka di mension, vani tidak ingin sang mertua ikut memikirkan apa yang terjadi antara ia dan crist
di pertengahan perjalanan vani membuka suara
"tolong pikirkan ucapanku pagi tadi, aku tidak ingin membohongi lebih banyak lagi orang, aku juga tidak ingin menjadi penghalang bagi hubungan kalian, aku tidak akan meminta apapun sebagai tuntutan"
crist mentup mata rahangnya mengeras mendengar ucapan sang istri yang kembali memintanya untuk bercerai
"tidak akan ada kata perceraian selama aku hidup" jawab crist dengan suara tegas
__ADS_1
vani masih diam mendengar jawaban dari crist yang tak sesuai harapannya pandangannya masih tertuju pada kaca yang memperlihatkan bangunan bangunan diaepanjang jalan hingga tak terasa crist memasuki mension
setelah memarkirkan mobilnya crist berjalan menghampiri vani yang baru saja keluar dari mobil mengandeng tangan sang istri lalu berjalan memasuki ruang utama dimana seorang wanita sudah menanti kedatangan anaknya
"mommy" ucap vani lalu berjalan menghampiri sang mama mantu
pelukan liani tentu saja membuat vani ingin menangis saat ini juga namun ia masih bisa menahan dirinya
"apa kabar mom" tanya vani di iringi senyum tulus darinya seolah tidak ada masalah
"baik sayang" jawab liani
"maafkan vani tidak menyambut kedatangan mommy, kemarin vani benar benar lelah dan memilih menginap di apartement vani" bohong vani dirinya tidak mengetahui jika sang ibu mertua sudah tahu semuanya
"tidak apa, mommy memang sengaja tidak memberitahu kalian, tapi mommy harus kembali besok, mommy tidak bisa lebih lama lagi disini" liani memang tidak bisa lebih lama lagi di mension sebab ada beberapa urusan yang harus segera ia bereskan
"vani mengerti mommy"
"ya sudah ayo bersihkan tubuh kalian, bibi perie akan mengantar makanan ke kamar kalian mommy sudah makan lebih dulu tadi" ucap liani pada menantu kesayangannya
"baiklah mommy, vani ke kamar dulu"
vani dan crist berjalan menaiki tangga sampai ketika vani melewati kamar crist dirinya tidak mampu menepis bayang bayang menyakitkan dirinya merasa hatinya sesak setiap kali mengingat itu vani terus berjalan namun langkahnya terhenti ketika ada tangan yang menariknya
"selama ada mommy kamu tidur denganku" ucap crist
vani menepis tangan itu, ia sudah pasti menolak permintaan crist apalagi jika harus tidur di ranjang yang sama dengan suaminya yang pernah tidur di kamar yang sama dengan wanita lain
"aku tidak bisa" jawab vani lalu kembali berjalan menuju kamarnya
__ADS_1
crist menyadari alasan penolakan itu adalah karena dirinya yang tertidur dengan celine yang ada di sampingnya, tentu penolakan itu adalah bentuk kekecewaan vani atas dirinya dan ia tidak boleh egois dan memaksakan kehendaknya jika tidak ingin vani memintanya untuk kembali bercerai
crist tidak punya pilihan malam ini dirinyalah yang harus pindah ke kamar istrinya, bagaimanapun malam ini ia harus tidur dengan vani jika tidak ingin ibunya mengetahui hubungan mereka yang sebenarnya