Menikah Dengan Boss Dingin

Menikah Dengan Boss Dingin
Bertahan


__ADS_3

Mencoba mengabaikan apa yang terjadi beberapa hari ini, vani mencoba mengganggap semua biasa-biasa saja baginya mungkin semua sikap, kebiasaan bahkan perasaan Crist tidak akan mungkin berubah apalagi berharap suatu saat crist dapat menerima dan memperlakukan dirinya layaknya seorang istri.


Pagi ini vani akan berangkat ke kantor, ia mengambil beberapa barang dan memasukkannya kedalam tasnya, vani sudah terbangun sejak pukul 05.00 pagi bahkan pekerjaan rumah pun sudah ia kerjakan mulai dari menyapu, mengepel, bahkan membuat sarapan untuk dirinya dan juga crist dan kini ketika semua pekerjaan rumah selesai dikerjakan vani bergegas untuk ke kantor, baru saja sampai dilantai dasar crist menyapanya dengan suara yang dingin.


“vani, hari ini kamu tidak perlu ke kantor dan bereskan semua barang-barangmu kita akan pindah” ucap crist dengan nada tegas


“tidak bisahkah pindahnya setelah dari kantor saya harus menyelesaikan semua pekerjaanku dulu” jawab vani dengan santainya


“tidak bisa setelah mengantarmu ke rumah baru aku harus segera keluar kota untuk mengikuti rapat” kini crist menjawab dengan nada yang dinaikkan tanda dirinya tidak ingin dibantah.


“baikklah” jawab vani sekenannya


Vani segera melangkah pergi ke kamarnya meninggalkan crist diruang tengah untuk membereskan barang-baragnya seperti intruksi sang suami.


2 jam berlalu kini vani sudah siap dengan barang-barangnya ia membawa barangnya kelantai dasar dimana barang-barang crist juga berada, tak ingin membuang waktu crist segera memasukkan semua barang-barangnya dan vani kedalam bagasi dan menyuru vani untuk segera masuk kedalam mobil dan mereka pun meninggalkan apartemen miliknya.

__ADS_1


Hampir 1 jam perjalanan menuju mension yang segaja disiapkan crist untuk istrinya sebelum pernikahannya dengan vani. Crist memang sudah menyiapkan semua kebutuhannya jika kelak dirinya sudah berkeluarga mulai dari rumah, mobil, biaya untuk kehidupannya nanti, biaya sekolah untuk anak-anaknya, bahkan tabungan yang tidak akan habis hingga tujuh turunan. Dan disinilah mereka disebuah mension bak istana yang begitu megah hingga mampu membuat semua mata yang menatap terhipnotis tanpa terkecuali vani, ia hanya mampu menelan salivanya menatap bangunan besar nan mewah itu.


“ayo turun” ucap crist ketika dirinya dan sang istri baru saja memarkirkan mobilnya di depan pintu masuk.


“barang-barangmu akan dibahwa bibi olif dan perrie” ucap crist lagi sambil menunjuk dua wanita paruh baya yang tengah berdiri di depan mereka.


“selamat datang tuan muda dan nyonya muda” ucap salah satu assisten rumah tangga yang bernama olif itu


Tidak hanya bibi olif dan perrie yang disana ada juga pak tom dan rio supir dan penjaga mension itu kepada merekalah crist mempercayakan mension itu untuk dijaga dan dibersihkan.


“silahkan masuk tuan dan nyonya muda” ucap bibi perrie pada kedua majikkannya yang baru saja sampai disana.


Vani yang sedang membawa barangnya sendiri karena tidak enak pada bibi olif dan perrie tampak melewati ruangan dimana crist berada.


“vani, saya harus pergi” kata crist singkat

__ADS_1


“baiklah, berhati-hatilah” balas vani sambil terus berjalan seperti enggan berbicara dengan crist suaminya.


Crist pun segera pergi meninggalkan mension dan langsung menuju bandara untuk terbang ke beberapa kota untuk urusan bisnis, meninggalkan vani yang kini dilanda bosan karena tidak tau harus berbuat apa.


Crist memang pekerja keras ia sering terbang kesana kemari untuk urusan bisnis bukan karena ia tidak memiliki orang yang dapat dipercaya hanya saja ia lebih senang melakukan perjalanan bisnisnya sendiri.


Kini langit berganti warna pertanda mentari telah kembali ke peraduaan seiring datangnya kehampaan malam, bintang-bintang tampak menghiasi langit malam, crist baru saja selesai membersihkan dirinya ia yang merasa bosan memilih pergi ke club malam untuk sekedar minum-minum dan reflesing sebelum memulai hari esok yang padat akan jadwal rapat dan bertemu beberapa kliennya.


Dan disinilah ia di sebuah club malam yang terbilang cukup terkenal dikalangan para milliander dentuman musik ikut meramaikan tempat itu, para wanita malam tampak kesana kemari menari seakan ingin menarik para lelaki hidung belang.


Crist memilih duduk di pojok dan memanggil pramusaji untuk memberikannya beberapa minuman, meninggalkan crist yang begitu menikmati malamnya di club semetara ditempat berbeda vani sedang menyibukkan dirinya didepan laptopnya mengetikkan beberapa angka memeriksanya kembali dengan teliti dan membuat laporan untuk diserahkan pada atasannya besok


Waktu terus berputar tak pernah berhenti namun keadaan di club semakin ramai, crist yang sudah menghabiskan hampir 6 botol minuman mulai kehilangan kesadaran dan benar saja ketika seorang wanita mendekatinya bahkan duduk dipangkuannya ia tak sedikit pun menolak bahkan crist tanpa sadar memberikan senyumannya, entah sudah tak sadar atau memang karena crist sengaja memberikan wanita itu ruang untuk memilikinya malam itu yang pasti crist tak menolak ketika wanita itu menciumnya dan wanita itu tidak lain adalah mantan kekasihnya, celine memang sudah memasang orang-orangnya untuk mengetahui gerak gerik crist termasuk keberangkatannya ke luar kota untuk urusan bisnis tak ingin kehilangan moment itu celine mengikuti kemana pun crist pergi temasuk datang ke club malam itu.


Bagi celine kebersamaannya dengan crist adalah moment yang harus diabadikan dan itu sebabnya ia memotret kebersamaannya bersama crist malam itu dan kembali mengirimkan gambar dirinya dengan crist pada vani.

__ADS_1


Vani yang kala itu akan beristirahat mengingat waktu yang sudah cukup larut terusik kerena Sebuah notifikasi tanda pesan masuk berbunyi pada handphonenya, tak ingin membuang waktu dirinya membuka pesan itu yang kemudian ia sesali harus membukannya, pesan itu menampilkan gambar suaminya bersama wanita yang sama yang memberinya pesan sebulan yang lalu dan wanita itu tidak lain adalah mantan kekasih sang suami.


Vani menarik nafas mencoba tidak peduli namun tak disangka sebening kristal jatuh dari matanya menandakan hatinya terluka dengan kenyataan yang ada bahwa crist pergi bersama mantan kekasihnya. Untuk sekarang mungkin ia dapat bertahan namun ia tak memberi janji pada hatinya jika kelak hatinya terlalu terluka bukan tidak mungkin dirinya memilih mundur.


__ADS_2