
Terlahir sebagai wanita pekerja keras membuat dirinya begitu mencintai pekerjaannya, selama ini dirinya selalu berhasil menyelesaikan pekerjaannya tepat waktu dan memberikan yang terbaik untuk perusahaan yang telah menjadi tempat ke 2 yang memberinya rasa nyaman setelah apartemennya
perusahaan tempatnya bekerja memiliki waktu bekerja lebih lama dari tempat lain namun perusahaan tempatnya bekerja memberikan upah yang tidak sedikit pula bagi para pekerja bahkan perusahaan sering memberikan bonus pada mereka yang memiliki pencapaian di atas rata rata
itulah strategi perusahaan yang dipimpin oleh crist untuk mempertahankan para karyawan agar tetap bekerja di perusahaan mereka dan memang nyatanya strategi itu mampu membuat para karyawan betah bekerja disana
jam pulang sudah lewat beberapa menit yang lalu namun vani mendapat tugas tambahan dari alexa yang memintanya untuk mengantar laporan keuangan perusahaan di ruangan presdir vani sudah akan menolak namun melihat raut wajah sang atasan yang terlihat memohon vani mengurungkan niatnya dan menerima laporan itu lalu segera berjalan menuju lift
sesampainya di lantai paling atas vani segera berjalan menuju ruangan presdir. vani bernapas lega sebab setelah bertemu dengan sekretaris sang suami dirinya mengetahui jika crist tak berada di ruangannya membuatnya bisa bebas masuk tanpa takut mendapat tatapan tajam atau pertanyaan berbelit-belit seperti jika presdirnya berada dalam ruangan itu
tak ingin berlama lama dirinya pun memilih kembali keruangannya setelah meletakkan dokumen yang di serahkan alexa padanya di atas meja crist
pulang tujuan vani saat ini beberapa rekan kerjanya sudah pamit pulang duluan, indri dan leoni yang baru akan pulang pun pamit padanya rasa lelah dan kantuk sudah memberi kode padanya agar segera bergegas kembali ke rumah
sepanjang perjalanan pulang vani tampak fokus di jalanan dirinya mengemudikan mobilnya dengan kecepatan standar dirinya tidak ingin menambah kecepatan lebih lagi sebab baginya seberapa pun kecepatannya dirinya akan tetap sampai di tujuannya semua hanya masalah waktu saja
lagu secret of love song menjadi lagu yang mengiringi perjalanannya sesekali vani menyanyikan lagu itu
When you hold me in the street
And you kiss me on the dancefloor
I wish that it could be like that
Why can't it be like that?
Cause I'm yours
We keep behind closed doors
Every time I see you I die a little more
Stolen moments that we steal as the curtain falls
It'll never be enough
It's obvious you're meant for me
Every piece of you it just fits perfectly
__ADS_1
Every second, every thought, I'm in so deep
But I'll never show it on my face
But we know this, we got a love that is hopeless
Why can't you hold me in the street?
Why can't I kiss you on the dancefloor?
I wish that it could be like that
Why can't we be like that?
Cause I'm yours
penggalan lagu yang ikut di nyanyikan oleh vani di tengah kesendiriannya dalam perjalanannya pulang hingga tak berapa lama lagu itu pun berganti dengan lagu yang begitu mewakili perasaannya saat ini lagu yang mempertanyakan apakah sebuah hubungan harus putus atau terus
Aku sedang bertanya-tanya
Tentang perasaan kita
Benarkah kita saling mencinta
Bukankah kamu juga merasa
Dingin mulai menjalari percakapan kita
Pertanyaan kamu sedang apa
Terkesan hanya sebuah formalitas saja
Coba tanyakan lagi pada hatimu
Apakah sebaiknya kita putus atau terus
Kita sedang mempertahankan hubungan
Atau hanya sekedar menunda perpisahan
__ADS_1
tak terasa air mata vani jatuh menetes ia terlalu menghayati setiap lirik lagu hingga ia terbawa suasana dan meneteskan air matanya ia segera mengusap air matanya ketika dirinya sudah memasuki mension
setelah memarkirkan kendaraannya vani pun memilih masuk kedalam rumah tampak bibi perie yang menyambutnya berubah menjadi gugup
"ada apa bibi perie, mengapa bibi terlihat takut seperti itu" tanya vani yang sudah merasakan aura kecurigaan yang beralasan pasalnya art nya itu begitu takut melihat kedatangannya
"i.. itu nyonya muda, tuan muda pulang dalam keadaan mabuk" jawab bibi perie terbata bata
"oh.. " ucap vani masih dengan wajah datarnya
"tapi nyonya,, tuan di antar non celine" takut takut bibi perie berucap lagi
vani yang mendengar ucapan itu pun memilih meninggalkan ruang utama menuju ruang tengah dimana kini celine mencoba membuka kameja yang di kenakan crist
"apa apaan ini, tidak adakah tempat lain selain rumah ini untuk kalian jadikan tempat untuk tidur bersama? " bentak vani
celine bukannya tidak mendengar namun dirinya memilih acuh tak peduli dengan ucapan vani
"celine, apa harga dirimu sebagai wanita begitu rendah hingga kamu tetap memilih pria yang sudah beristri untuk kamu jadikan pacarmu? atau jangan jangan tidak ada lagi pria lain yang mendekatimu karena harga dirimu sudah tidak ada lagi?" vani sudah benar benar di bakar api cemburu hingga dirinya tak bisa lagi mengontrol ucapannya
ucapan vani kali ini tentu terlalu menujuk hati celine hingga celine menghampirinya dan beradu mulut dengannya sepertinya keduanya sudah mengangkat bendera perang
umpatan kasar dari celine dibalas cacian oleh vani yang sudah begitu di kuasai amarah dan cemburu pada keduanya
crist yang merasa kepalanya semakin pusing karena pertengkaran vani dan celine menghampiri keduanya dan melayangkan tamparan keras di pipi kiri vani
seketika suasana menjadi hening, semua asisten rumah tangga yang melihat itu tampak terkejut dengan apa yang di lakukan crist pada vani
celine menjadi satu-satunya orang yang begitu bahagia saat ini bahkan dalam hatinya dirinya sudah tertawa melihat apa yang baru saja terjadi
sementara crist mematung di tempatnya menyadari apa yang baru saja ia lakukan, menampar pipi istrinya hingga menimbulkan suara yang cukup keras dan meninggalkan bekas tamparan di wajah sang istri, crist menatap tangan yang baru saja meninggalkan bekas merah pada pipi vani dirinya masih belum percaya jika dirinya berani melakukan itu
kepala vani berdenyut akibat tamparan itu dan ia tetap menahan kakinya agar tidak sampai jatuh
"berani beraninya kamu melakukan itu crist bahkan kedua orang tuaku pun tak pernah sekalipun menyentuhku, lalu kamu orang yang baru setahun lebih menjadikanku pasanganmu namun tak pernah kamu anggap ada berani melukaiku? ini kesempatan terakhirmu, selama ini aku sudah cukup sabar dengan sikapmu, namun pada akhirnya kecewa dan terluka berkali kali aku dapatkan, aku sudah memintamu menceraikanku namun kamu menolak, lalu malam ini kamu kembali membawa wanita dimasa lalumu kedalam rumah ini, rumah dimana istrimu juga berada apa kamu pikir hatiku tidak terluka? apa kamu pikir aku tidak punya perasaan? malam ini meskipun aku tahu aku akan menyesal nantinya namun aku berhenti mengharapkanmu, berhenti mempedulikanmu dan memilih mundur dari pernikahan ini, aku menunggu surat cerai darimu, kirimkan saja berkasnya dan aku akan menandatanganinya setelahnya kamu bebas hidup dengannya" kalimat panjang yang di ucapkan vani yang kembali lagi merasakan bagaimana hatinya terluka untuk kesekian kalinya
vani melangkah dengan air mata yang sudah mengalir deras dari kedua matanya, bibi perie yang melihat kepergian vani berlari menyusulnya dan memeluk nyonya mudanya itu
"yang sabar nyonya muda" ucap bibi perie yang sudah ikut menangis
__ADS_1
"sudahlah bi, aku sudah cukup lelah dengan kata sabar aku ingin sendiri dulu" ucap vani lalu kembali masuk kedalam mobilnya dan meninggalkan mension
sementara diruang tengah terlihat celine mencoba mendekati crist yang langsung di tepis crist entah mengapa apa yang dilakukannya beberapa menit yang lalu membuatnya sadar dari mabuknya dan menyesali apa yang baru saja ia lakukan