
Hari yang dinanti pun tiba kini crist dan vani telah berdiri di altar. dan dihadapan mereka seorang pendeta yang akan meneguhkan janji suci mereka sudah mulai berkata-kata terlihat baik orang tua crist dan vani sudah meneteskan air mata tampak indri dan leoni hadir disana ikut menyaksikan acara sakral dan sumpah sehidup semati yang diucap crist dan vani.
Sementara dipojok sana sosok yang tak diharapkan kehadirannya menatap marah pada dua sosok yang baru saja mengucapkan janji suci ya dia celine mantan kekasih crist yang dulu akan dinikahi oleh crist namun memilih pergi bersama pria lain.
Wajahnya memerah matanya berkaca-kaca setetes bening berhasil jatuh dari matanya ia mengusap air mata itu “jika aku tak bisa mendapatkanmu maka orang lain tidak akan mendapatkanmu, aku akan berusaha membuat kalian bercerai secepatnya” batin celine sebelum meninggalkan tempat itu, rasanya ia benar-benar akan maju menampar vani jika ia tidak segera pergi dari sana.
Janji suci untuk sehidup semati sudah terucap, orang tua bahkan seluruh kerabat yang hadir disana menjadi saksi sumpah setia crist dan vani dihadapan sang pemilik kehidupan, kini acara demi acara sudah dilewati bahkan acara resepsi yang mengangkat tema modern nan megah pun tampak begitu megagumkan dan kini ketika seluruh rangkaian acara pernikahan crist dan vani sudah dilewati seluruh undangan, orang tua, sahabat rekan kerja pun mulai meninggalkan tempat acara
sepanjang perjalanan ke apartemen crist keduanya memilih diam tak bersuara sampai pada akhirnya crist berucap
"Jangan terlalu banyak berharap pada pernikahan ini" ucap crist yang berhasil membuat hati vani seperti baru saja tertusuk belati
vani memilih tak menjawab dari awal mestinya ia mempersiapkan hatinya untuk tidak terluka mengingat dirinya bukanlah pilihan crist andaikata kedua orangtuanya tidak memaksa sosok yang kini telah menjadi suaminya untuk segera menikah
__ADS_1
Crist membawa vani ke apartemennya tempat yang paling dekat dari tempat diadakannya resepsi pernikahan mereka crist hanya mengantar vani sampai depan apartemen memberikannya kunci lalu pergi entah kemana. Vani pun menelpon leoni meminta sahabatnya itu untuk membelikan beberapa lembar pakian untuk dirinya yang lupa membawa baju ganti.
Dua jam berlalu dering ponsel vani berbunyi menampilkan nama leoni disana vani segera menggeser tombol hijau pada layar ponselnya dan menerima panggilan itu
“vani aku sudah berada di depan apartemen” ucap leoni diseberang sana
“baiklah” jawab vani sekenanya
“aku harus segera kembali van, nanti lain waktu aku kesini lagi” ucap leoni
“baiklah, terimakasih banyak” balas vani
Sementara disebuah club malam crist dan sahabatnya mark tengah asik meneguk cairan berbauh alkohol yang entah sudah berapa botol habis dan tanpa mereka sadari ada sosok wanita yang tengah memperhatikan mereka dan ia tak lain adalah celine melihat sosok crist yang kini hampir berada dibawah alam sadarnya membuat celine berpikir untuk menjadikan kesempatan itu untuk menghancurkan pernikahan sang mantan kekasihnya itu.
__ADS_1
Celine menghampiri crist duduk disebelahnya lalu mulai mengambil beberapa gambar dirinya dan crist. seakan mereka duduk bersama menikmati malam itu berdua, crist yang baru sadar akan kehadiran celine disana berdiri dan meninggalkannya diikuti mark yang kini ikut berdiri untuk pulang. Celine mengejar crist memegang tangan crist yang langsung dihempaskan crist dengan tatapan yang tajam celine tersenyum dan tak lagi mengejar crist memandangi gambar-gambar yang ia ambil lalu mengirim gambar itu ke nomor vani.
Ya celine telah meminta seseorang untuk mengambil nomor telpon vani untuk tujuan mengancam dan merusak hubunganya dengan crist.
Kini waktu sudah menunjukkan pukul 01.00 waktu setempat namun crist belum juga kembali vani yang sudah dilanda rasa kantuk memilih untuk masuk ke kamar dan mulai memejamkan mata,
Bukan vani tidak merasa khawatir pada crist namun vani sadar jika dirinya pada awalnya pun tak akan pernah di anggap bahkan menelpon crist pun vani sudah yakin akan menerima penolakkan darinya
baru saja akan menutup mata sebuah notifikasi tanda pesan masuk ia membuka aplikasi whatapp dan memeriksa gambar dari nomor yang tak ia ketahui menampakkan seorang pria yang tak lain adalah crist sosok lelaki yang baru menikahinya beberapa jam yang lalu, suaminya itu sedang bersama wanita lain sedang berada dalam club malam dan tentu saja rasa kecewa hadir dengan sendirinya di hati vani
Mengabaikan pesan itu seiring rasa kantuk yang kian mendera vani kembali meletakkan ponselnya diatas nakas dan kembali memejamkan mata untuk masuk ke alam mimpi dengan harapan bahwa hari esok akan lebih baik lagi.
Crist baru saja sampai di apartemennya ia memilih langsung masuk ke kamarnya yang berada disamping kamar dimana vani berada dan langsung tertidur karena sudah berada dibawah pengaruh alkohol.
__ADS_1