Menikah Dengan Boss Dingin

Menikah Dengan Boss Dingin
Empat mata


__ADS_3

hujan deras disertai dentuman guntur menggelegar di hampir sebagian langit Canada angin kencang pun ikut menambah sempurnanya malam gelap tak berbintang malam ini


malam ini sudah malam ke lima vani tak berada di mension keluarga gerson dirinya memilih tinggal di apartemen miliknya yang ia tempati sebelum menikah dengan boss dingin tak berperasaan itu


hari hari vani jauh lebih baik ketika dirinya tinggal sendiri di apartemen paling tidak dirinya tidak akan menemukan dua sosok yang paling ia hindari saat ini, atau dirinya tidak akan pernah mendapati crist dan celine dalam satu ranjang yang sama ketika dirinya berada di tempat itu


vani berdiri di balkon kamarnya menatap betapa malam ini begitu gelap dan dingin seketika janji suci dimana ketika crist berucap mengucapkan sumpah janji setianya di depan Altar kembali hadir di kepala vani


"dihadapan Tuhan, hambahNya, dan jemaatNya yang kudus saya Jerico Cristofer Gerson mengambil engkau Vani Zevaria Margaretha Ricard sebagai istri satu satunya dan sah di dalam Tuhan saya berjanji akan selalu mengasihimu baik dalam keadaan suka maupun duka kaya maupun miskin sakit maupun sehat sampai maut memisahkan kita saya berjanji bahwa apa yang menjadi milikku juga menjadi milikmu juga


Bapak tolong bantu saya memenuhi janji saya"


vani meneteskan air mata mengingat janji yang ikrarkan crist sebab nyatanya janji itu adalah palsu dirinya bahkan tidak pernah menganggap jika mereka adalah pasangan suami istri yang sah, malam ini vani benar benar dilanda kebimbangan yang kian ditambah rasa pusing yang kembali menghampirinya


akhir akhir ini semenjak dirinya terserang Ensefalopati Hepatik beberapa bulan yang lalu dan meskipun dirinya sudah menjalani operasi nyatanya vani masih saja kerap merasakan pusing yang semakin hari semakin tak tertahan. namun sesakit apapun dirinya ia tak pernah berniat memberitahu pada siapapun meski itu pada sahabatnya sendiri baginya cukup dirinya saja yang tahu bagaimana keadaannya saat ini dirinya tak perlu harus mencurahkan kesakitannya dan membebani kedua sahabatnya. malam ini seiring curah hujan yang kian deras vani memilih beristirahat agar tidak terlambat masuk kantor


sementara di sebua club malam crist baru saja akan memasuki mobilnya terlihat dirinya sempoyongan berjalan akibat terlalu banyak minum, pesan vani yang kerap kali menjadi pengingatnya agar tak mengendarai mobil ketika dalam keadaan mabuk tidak pernah di pedulikan crist


empat puluh lima menit crist sudah sampai di mension terlihat seorang wanita sedang mondar-mandir menunggu kedatangannya dan wanita itu tidak lain adalah liani ibu dari crist yang terlihat wajahnya merah tangannya sedang memegang handphone bermerk apel digigit itu tak berhenti berjalan kesana kemari


liani memang tak memberitahukan kepulangannya pada crist dan vani rencananya ia akan memberikan surprise pada keduanya namun bukan ia yang memberikan kejutan justru ialah yang mendapat kejutan akan penjelasan bibi perie yang mengatakan jika menantunya itu memilih pergi setelah mendapati anaknya sedang tidur di ranjang yang sama dengan wanita yang liani tahu sosoknya adalah perempuan yang selama ini ia benci


liani tahu latar belakang celine seperti apa keluarganya adalah penipu berkedok pembisnis yang sukses namun itu hanyalah strategi mereka menipu klien-klien mereka liani tidak habis pikir akan apa yang terjadi di mension kediaman gerson setahun ini

__ADS_1


memang liani akui dirinya dan suaminya memang jarang kembali ke mension karena pekerjaan yang tak bisa di tinggal begitu saja apalagi musuh mereka begitu gencar melakukan serangan ketika mereka lemah


lampu mobil crist terlihat memasuki halaman mension, liani yang sudah menunggu berjam jam akhirnya bernapas lega sebab orang yang ditunggu tunggu akhirnya pulang juga. crist keluar dari mobilnya setelah memarkirkan mobilnya


crist berjalan memasuki pintu utama dan entah bagaimana melihat sosok yang begitu ia cintai tengah berdiri di hadapannya kesadarannya seakan terkumpul


"mommy" ucap crist dengan wajah terkejut


"Istrahatlah, besok kita akan bicara" liani berucap sebelum meninggalkan anaknya yang masih terkejut dengan kedatangannya


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Besok harinya crist sengaja bangun lebih awal dan bersiap siap ke apartemen sang istri dirinya memang sengaja menyuruh ander sekretarisnya untuk mencari tahu keberadaan vani setelah kepergiannya dari mension


dan ketika pintu terbuka dirinya terkejut akan sosok yang berdiri di depan matanya


"kamu? " ucap vani masih dengan wajah gugupnya menyadari jika tamu yang membunyikan bel adalah suaminya sendiri


tanpa meminta izin dari pemilik apartemen crist melangkah melewati vani yang masih tidak percaya akan kedatangan crist seketika bayang bayang crist dan celine menghampiri pikirannya wajah vani berubah memerah matanya mulai berkaca kaca meski sejauh apapun dirinya mencoba tak mengingat kejadian itu faktanya ia tak mampu melupakannya begitu saja


"ayo bicara empat mata" ucap vani ketika sudah menutup pintu dan menyusul sang suami


mendengar ucapan vani crist hanya menganggukkan kepalanya

__ADS_1


"mari bercerai" ucap vani yang mampu membuat crist menghentikan langkah kakinya


"entah hari ini, esok atau sampai kapanpun aku tidak akan bisa meraih jemarimu untuk ku genggam, aku menyerah dalam hubungan ini kamu bisa pergi kemana saja bersama celine setelah perceraian kita" ucap vani yang sudah tak kuat lagi dengan apa yang selama ini ia rasakan


meski vani tahu dirinya akan begitu terluka dengan perasaannya namun dirinya akan berusaha mengobati luka di hatinya dengan kembali ke negaranya dan hidup disana, bukankah kedua orang tuanya tidak akan menolaknya bahkan vani yakin ibunya akan menyambutnya dengan baik


bukan jawaban yang vani dapatkan dari crist perihal ucapannya, namun senyuman sinis seolah mengejek ucapan yang baru saja dilontarkan sang istri yang di perlihatkan crist


"kamu yakin Vani Zevaria Margaretha Ricard? " tanya crist dengan senyum dirinya bahkan tidak percaya wanita yang ada di hadapannya berani berkata seperti itu pada dirinya jika wanita lain berlomba-lomba menarik perhatiannya bahkan rela menjadi yang kedua istrinya justru meminta bercerai darinya


"kamu tahu ratusan wanita rela mengantri dan mau menjadj yang kedua hanya untuk bersanding denganku" ucap crist dengan angkuh


vani mengepalkan tangannya dengan berani dirinya menatap lawan bicarannya dan kembali mengungkapkan apa yang selama ini ingin ia ucapkan


"ya aku harus mengakui jika ketampanan dan kekayaanmu mampu memberi pesona diluar sana tapi tidak denganku. urus saja surat cerainya aku akan segera menandatanganinya" vani berjalan mengambil tasnya untuk segera meninggalkan crist yang masih berdiri mematung mendengar ucapan sang istri yang jelas sudah siap ia ceraikan


satu hal yang crist tahu saat ini jika vani bukanlah wanita materialistik seperti dugaannya selama ini


vani melewatinya melangkah menuju pintu keluar namun belum sempat vani meraih handle pintu tubuhnya sudah di tarik crist, sebuah ciuman di hadiahi crist di bibir mungil vani hingga membuatnya terkejut dengan apa yang dilakukan crist pada dirinya


vani mendorong tubuh crist namun sayang tubuh crist tak bergeming suaminya itu justru memperdalam ciumannya dan baru melepasnya ketika crist merasa vani akan kehabisan napasnya


"ini kali pertama dan terakhir aku mendengar kata cerai dari mulutmu" ucap crist pada vani yang masih berusaha menetralkan jantungnya

__ADS_1


__ADS_2