Menikah Dengan Boss Dingin

Menikah Dengan Boss Dingin
Kesalahan pertama


__ADS_3

Sementara dimension kediaman keluarga Gerson seorang pria bertubuh atletis bernama lengkap Jerico Cristofer Gerson, miliki tinggi 187 cm berwajah tampan bak model papan atas membuatnya nyaris menyandang kata sempurna, dengan ketampanannya ia dapat dengan mudah mendapatkan wanita incarannya bahkan wanita-wanita diluar sanalah yang rela menawarkan tubuh mereka padanya, Crist dikenal kejam, dingin, cuek dan memiliki tatapan tajam bagai elang yang siap menerkam mangsanya, dan satu lagi apapun yang menjadi incarannya akan menjadi miliknya ia terlahir dari sosok ibu yang cantik, baik dan populer begitupun ayahnya dikenal oleh colega-colega bisnis dengan sikap yang baik dan rama. Entah apa yang membuat seorang crist memiliki sikap yang jauh berbeda dari kedua orang tuanya yang pasti ia tetaplah putra penerus perusahaan besar itu.


Crist menatap layar ponselnya yang bermerk apple itu dengan santainya Memainkan jarinya dilayar itu dan mematikannya setelah menatap sang waktu yang telah menunjukkan pukul 00.00 waktu Amerika Utara, crist berbaring dan seketika rasa kantuknya tidak dapat tertahan dan pelan tapi pasti crist memasuki alam mimpinya seiring berputarnya waktu yang kian larut.


Pagi harinya vani baru saja membersihkan tubuhnya, terdengar ponselnya berbunyi menandakan ada panggilan masuk tanpa berpikir panjang ia langsung mengeser tombol hijau ketika ia menatap nama yang tertera pada layar ponselnya “Leoni call”


“hallo” ucap vani pada si penelpon


“vani, hari ini jangan sampai terlambat” leoni berucap mengingatkan agar sahabatnya itu tidak datang terlambat hari ini


“iya, sedikit lagi aku berangkat” balas vani asal agar sahabatnya segera mematikan panggilannya


“baiklah sampai bertemu di kantor” ucap leoni mengakhiri panggilannya


Alasan leoni menelpon dan mengingatkan vani agar tidak datang terlambat adalah karena kabar yang telah berendus kencang akan putra pemilik perusahaan tempat mereka bekerja akan datang langsung meninjau perusahaan itu, Crist memang baru pertama kali datang langsung di perusahaan pusat milik keluarganya. selama ini dia berada di eropa bagian selatan tepatnya di spanyol untuk memimpin perusahaan cabang disana dan hari ini adalah kali pertama ia datang di perusahaan pusat. Dan kabarnya ia tidak memberi toleransi pada siapapun yang melanggar aturan yang ada diperusahaan yang ia pimpin termasuk terlambat masuk kantor. Kabar itulah yang membuat seluruh karyawan bersiap masuk kantor lebih awal tidak terkecuali leoni dan indri.


Sedangkan vani yang tidak tahu kabar itu dengan santainya ke kantor dengan tidak terburu-buru. Waktu sudah menunjukkan pukul 08.30 waktu setempat vari baru sampai dikantor, ia memarkirkan kendaraannya dan masuk kedalam ruangannya karena asik berjalan sambil melihat isi tasnya tanpa memperhatikan jalan vani menabrak dada seseorang dan ia sendiri terjatuh


“oh my God, I’m sorry” ucap vani belum menatap siapa yang ia tabrak dan memilih memasukkan kunci mobilnya yang terjatuh dilantai.


“matilah kau vani” batin leoni ketika melihat vani menabrak presdir mereka

__ADS_1


Crist baru saja keluar dari ruangan divisi keuangan untuk memberikan sedikit arahan sekaligus memperkenalkan diriya sebagai presdir yang baru pada karyawan yang ada disana, saat hendak melangkah keluar tiba-tiba vani menabraknya cris menatap vani yang terjatuh dengan marah , baru pertama masuk kantor dan vani menyambutnya dengan menabraknya.


“anda tidak apa-apa tuan ?” ucap sosok pria bertubuh tegap yang berdiri dibelakang crist.


Crist terdiam sebentar


“apa anda buta?” tanya crist dengan tatapan membunuh pada vani


“ma,,maaf pak” ucap vani terbata-bata


“jika matamu bermasalah segeralah priksakan ke dokter, jangan gunakan matamu yang bermasalah itu untuk membuat orang lain terganggu, satu lagi apa kamu pikir ini kantormu hingga seenaknya datang di jam seperti ini?” ucapan crist begitu keras dan tajam hingga membuat vani bahkan yang ada disana hanya terdiam.


“vani harusnya kamu datang lebih awal” sambut Alexa


“maaf, bu” jawab vani merasa bersalah pada atasannya.


“sudalahlah, sudah waktunya bekerja, selesaikan pekerjaanmu dan hasilnya tolong antarkan keruangan saya”


“baik, bu” jawab vani sekenannya


“bukankah sudah ku ingatkan agar datang lebih awal dan tidak terlambat untung saja kamu tidak langsung dipecat” sambar leoni ketika vani sudah duduk ditempatnya.

__ADS_1


“iya, iya maaf by the way tadi itu siapa?” tanya vani yang memang tidak mengetahui pimpinan baru tempatnya bekerja.


“Jerico Cristofer Gerson, putra tunggal pak Armando Gerson dan ibu Liani Virginia” jawab indri singkat, padat dan jelas mencoba menjelaskan siapa pria yang baru saja ia tabrak.


“mati aku” batin vani sambil menggigit bibir bawahnya menyesali apa yang baru saja ia buat.


Menepis rasa bersalahnya ia segera memposisikan tubuhnya di depan layar komputer dan mulai membuat laporannya, mengetikan angka-angka di kertas kerjanya. Seminggu tidak masuk membuat pekerjaannya menumpuk membuatnya tidak berniat makan siang ketika sahabat-sahabatnya mengajaknya untuk makan.


Tak terasa waktu begitu cepat berlalu membuat ruangan tempatnya bekerja semakin sepi hanya tinggal beberapa orang yang mungkin lembur seperti dirinya sedangkan dalam ruangannya tersisa dirinya sendiri kedua sahabatnya telah meminta izin pulang sejak 3 jam yang lalu bersama teman-temanya yang lain.


Waktu kini telah menunjukkan pukul 23.30 sudah larut malam bersamaan dengan vani yang sudah menyelesaikan pekerjaannya, dengan rasa kantuk yang sudah tidak tertahan vani bangkit dari tempat duduknya dan melangkah menuju mobilnya yang berada diparkiran, menghidupkan mesin mobilnya dan berlalu dari tempat itu.


Sementara ditempat berbeda alberto dan diandra sedang berada di apartemen diandra entah apa yang mereka lakukan yang pasti kehadiran diandra mampu membuat alberto melupakan vani, meskipun keduanya belum ada kata putus namun komunikasi diantara keduanya sudah tidak terjalin sejak vani memergoki diandra berada di apartemen alberto.


Takdir memang tak bisa ditebak, jodoh pun tak mengenal siapa yang datang diawal, tak mengenal seberapa lama kamu menjalin sebuah hubungan tapi jika takdir sudah menggariskannya maka kadang yang datang diawal hanya untuk menemanimu menemukan apa yang sudah digariskan Tuhan


Mungkin itulah yang terjadi pada hubungan vani dan alberto berpacaran selama tiga tahun tak membuat mereka sampai pada ikatan yang resmi “pernikahan”. Nyatanya alberto lebih memilih diandra wanita yang baru dikenalnya enam bulan yang lalu dari pada memilih bertahan bersama vani.


Hidup kadang memberi ketidakpastian, janji kadang menghadirkan kecewa namun takdir juga mampu menghadirkan kebahagian, maka jika masa lalu meninggalkan kenangan, maka masa depan mampu menghadirkan harapan.


30 menit vani sudah sampai didepan apartemennya, ia memarkirkan mobilnya dan masuk kedalam lift menekan tombol 10 pada deretan angka yang berada didalam lift itu, tak butuh lama ia sudah sampai dilantai 10 tak membuang waktu ia segera menuju kamarnya, vani mengisi bathupnya dengan air hangat dan berendam didalamnya melepas penat seharian. Aktivitas seperti ini sudah menjadi kesehariannya, pernah ia bermimpi untuk tidak bekerja seminggu untuk menemui keluarganya ia sudah terlalu rindu pada ayah, ibu dan adiknya namun hal ini sangat tidak mungkin baginya.

__ADS_1


__ADS_2