
Tak terasa waktu berputar begitu cepat, tak terasa pula seminggu telah berlalu dan kini hari yang ditunggu – tunggu vani sekeluarga bahkan semua orang yang merayakannya tiba.
Natal adalah hari raya yang paling dinanti umat kristiani, menjadi moment yang berharga karena menjadi hari dimana dapat berkumpul dengan keluarga, kadang di hari itu akan ada yang saling memberi hadiah dan moment dimana keluarga jauh dapat saling berkumpul.
Dan itulah yang terjadi dalam keluarga vani semua keluarga jauh baik itu saudara dari ayah maupun dari ibunya datang mengunjungi mereka, hari penuh bahagia dan haru karena dapat berkumpul bersama dalam sukacita natal.
Vani sedang asik bercanda dengan sepupunya ketika jeral datang dan memperkenalkan seseorang yang tak asing untuk vani, sosok yang pernah bertemu dengannya beberapa hari yang lalu, ya wanita yang tak sengaja menabraknya ketika dirinya berada di rumah sakit tempat adiknya bekerja.
“perkenalkan ini naira, teman seprofesiku” ucap jeral pada semua yang ada disana.
Semua orang yang ada dalam ruangan itu terdiam sejenak dan memperhatikan sosok naira wanita yang datang bersama dengan jeral. Namun tak lama vani berdiri dan menyambut naira
__ADS_1
“hai perkenalkan aku vani kakak jeral” ucap vani
“dan perkenalkan ini jessi, naura, tian, manuel dan ini lexi sepupu kami” vani kembali memperkenalkan sepupunya satu per satu
“salam kenal, aku naira” jawab naira sedikit gugup.
“hallo semuanya,” nesya datang dari arah ruang tengah sambil membawa nampan berisi beberapa gelas minuman untuk disajikan pada sepupu vani dan jeral
“hai mom, “ kini vani mendekati sang ibu dan mengambil ahli nampan yang dibawa sang ibu.
“oh, hallo naira” sapa nasye pada naira diiringi senyum
__ADS_1
“silahkan bergabung bersama vani dan yang lainnya” nasye kembali berucap
“terimakasih banyak tante” balas naira gugup
Entah hubungan apa yang sedang dijalin jeral dan naira yang pasti kehadiran naira dikediaman keluarga ricard murni hanyalah untuk saling menyapa dan bersilahturami.
Kini waktu telah menunjukkan pukul 22.00 wib keluarga dari gideon maupun nasye sudah pulang sekitar 3 jam yang lalu dan kini baik jeral maupun vani sudah berada dikamar masing-masing.
Vani duduk di sofa yang ada di balkon kamarnya, sambil memandang jalanan yang masih tampak padat dengan kendaraan yang berlalu lalang desiran angin malam yang berhembus mengenai kulit putihnya namun vani tidak merasa terganggu hanya sediikit kedinginan.
Ucapan kedua orang tuanya kembali hadir dalam ingatan vani, kata-kata itu akhir-akhir ini menjadi hal yang selalu mengganggu pikirannya, meski ia tahu betul alasan kedua orang tuanya adalah karena mereka ingin vani menetap di indonesia dan mengurus bisnis sang ayah.
__ADS_1
Namun rasa nyamannya sudah melekat pada negara impiannya itu, apartemennya dan goldcorp yang sudah membuatnya bangkit dari masa pahitnya dimasa lalu, kini ia diperhadapkan pada pilihan yang sulit, vani terlalu sulit memilih apakah ia harus tetap bekerja di goldcorp ataukah ia akan menetap di indonesia.
Vani menatap langit tampak bintang disana, ia menarik nafas dan menghembuskannya asal, jika saja bukan kedua orang tuanya yang meminta vani mungkin tidak akan sestres ini, tapi jika kedua orang tuanya yang memintanya ia akan mempertimbangkan itu.