Menikah Dengan Boss Dingin

Menikah Dengan Boss Dingin
Rumah Sakit


__ADS_3

Sepanjang perjalanan menuju rumah sakit vani terus memperhatikan jalan yang tampak begitu ramai dengan kendaraan roda empat dan roda dua. Sambil melihat-lihat bangunan –bangunan yang menjulang tinggi rasa syukurnya tidak henti ia panjatkan pada Tuhan yang masih memberinya kesempatan untuk menikmati semua anugerahnya.


Kini sang waktu telah menunjukkan pukul 15.00 waktu indonesa wib vani baru saja memarkirkan mobilnya di area parkir yang ada dirumah sakit itu. Ia pun berjalan dan memasuki pintu masuk rumah sakit itu, di sepanjang perjalanannya menuju ruang adiknya pandangan orang-orang seakan teralihkan karena kehadirannya.


Tak jarang ia bertemu dengan orang yang tersenyum kearahnya dan dengan senang hati ia pun membalasnya, vani dikenal ramah tapi sedikit pendiam sambil terus berjalan ia memperhatikan situasi yang ada disana.


Ada yang sedang duduk dikursi roda, ada yang terlihat sedang berjalan sambil dipapah orang sebelahnya terlihat juga orang-orang yang berseragam putih yang ia yakini adalah dokter yang sedang terburu-buru dan para perawat yang berlalu lalang disana.


Diruangan yang bertuliskan Dr. Jeral didepan pintu, sosok jeal sedang melepaskan seragam putihnya dan menggantungnya ia baru saja dari ruangan operasi, hari ini jeral sudah beberapa kali keluar masuk ruangan operasi untuk melaksanakan tugasnya sebagai dokter.


“tok..tok..tok” suara dibalik pintu


“masuk” jawab jeal pada sosok yang berada di balik pintu


“selamat sore dokterku” sapa vani ketika dirinya dipersilahkan masuk oleh sang adik.


“kakak,?” ucap jeral masih tidak percaya pada sosok yang ada dihadapannya saat ini. Ia tidak pernah berpikir jika dirinya akan diberi kejutan seperti itu, pasalnya orang tuanya pun tidak memberitahukannya jika kakaknya sudah di indonesia.

__ADS_1


Jeral dengan penuh bahagia memeluk sang kakak tanda rindu yang sudah lama ia pendam kini terobati, bukan tidak saling memberi kabar namun memang keduanya begitu sibuk hingga komunikasi yang terjalin hanya sebatas menanyakan kabar.


“sejak kapan kakak diindonesia?” tanya jjeral setelah melepas pelukannya.


“sudah dua hari” jawab vani singkat.


“keterlaluan, sudah dua hari tapi aku tidak diberitahu” jeral terlihat merajut.


“iya-iya maaf. Kakak sengaja ingin memberi supprise” balas vani.


“jeal, kapan selesai” tanya vani pada adiknya,


“pulang yuk,, daddy sama mommy pasti sedang menunggu” ajak vani pada sang adik.


“iya, tapi sebentar aku beres-beres dulu”. Ucap jeral.


Vani mengangguk tanda ia setuju dengan ucapan adiknya itu.

__ADS_1


Setelah jeral merapikan buku dan catatan pasiennya jeral mengambil jaketnya dan memakainnya dan bergegas meninggalkan ruangannya, vani pun mengikuti adiknya itu dari belakang.


Namun setelah keluar dari ruangan adiknya vani menggandeng tangan adiknya, dan tentu saja hal itu menarik perhatian para perawat dan sesama dokter tak jarang para perawat yang melihat vani dan jeral berbisik-bisik.


Entah apa yang dipikiran mereka yang jelas pandangan mereka pada vani seakan berubah menjadi sinis, terlihat mereka memandang vani dengan ekspresi tidak suka mereka.


Jeral dikenal sebagai dokter yang baik, ramah dan sopan pada setiap pasien, perawat dan teman-teman dokter yang lainnya, maka tak jarang jika orang-orang yang bertemu dengannya memberikan senyum padanya.


Hanya saja jeral hampir tidak pernah membawa seseorang yang dianggapnya spesial, dan hari ini ia tampak digandeng oleh seorang wanita maka tak heran jika yang melihat keduanya akan berpikiran jika mereka adalah pasangan kekasih.


Sementara seorang sosok wanita cantik berjas putih berkalungkan stetoskop baru saja keluar dari salah satu kamar pasien tampak ia berjalan sambil membaca sebuah lembar kertas yang ada ditangannya, dan karena kurang memperhatikan jalan ia menabrak vani dan jeral.


“maaf..maaf,” ucap dokter itu yang bernama naila seperti yang tertera di nametagnya ketika ia merasa dirinya baru saja menabrak orang.


“tidak apa, “ ucap vani santai


Setelah naila meminta maaf pada vani dan jeral ia pun undur diri dari sana.

__ADS_1


sedikit ada perasaan aneh yang kini tiba tiba hadir dalam hati naila melihat jeral dan sosok wanita yang ada di hadapannya.


__ADS_2