Menikah Dengan Boss Dingin

Menikah Dengan Boss Dingin
Ketakutan


__ADS_3

Dan disinilah vani didepan pintu yang tebuat dari kayu bertuliskan presdir room dengan rasa takut yang kian hebat, vani mengumpulkan kekuatan seutuhnya memberanikan dirinya mengetuk pintu sang presdir.


Tok...tok..tok..


“come in” ucap seseorang bersuara barinton yang vani yakini adalah presdir


Dengan ragu-ragu vani membuka pintu dan tatapannya langsung tertuju pada dua sosok pria yang sedang berbicara


“if you have nothing you want to talk about excuse me first” ucap anderson sekretaris Crist


Jantung vani berdetak kencang, rasa gugup menghampirinya kali ini ia pasti akan di pecat oleh presdir mengingat dirinya sudah beberapa kali datang terlambat dan tidak mengikuti rapat jika ia harus berhenti sekarang dirinya sudah siap dengan konsekuensinya dirinya memang mengaku salah pada dirinya rasa kantuknya karena kelelahan yang membuatnya ingin tidur hingga dirinya terlambat masuk kantor


Vani masih berdiri dengan perasaan yang takut anderson sudah meninggalkan ruangan presdir meninggalkan crist dan vani dalam ruangan itu, ruangan itu terdapat AC tapi entah mengapa wajah vani berkeringat Crist mulai berbicara pada vani menggunakan bahasa inggris sebagai salah satu bahasa resmi.

__ADS_1


“kamu tahu apa kesalahanmu?” suara barinton itu kembali terdengar menambah rasa takut vani.


“maafkan saya pak, saya terlambat masuk dan tidak mengikuti rapat” ucap vani dengan nada gugup


“sudah berapa kali kuperingatkan, kantor ini punya aturan tapi kamu sering melanggarnya apakah kantor ini milikimu sehingga kamu dengan seenaknya melanggarnya?” ucapan Crist begitu tegas membuat lawan bicaranya berkeringat dingin.


Vani hanya menunduk tak berani menatap pada lawan bicaranya harus ia akui jika dirinya memang sering terlambat datang.


Crist menarik napas dan membuangnya asal lalu melanjutkan ucapannya.


Vani hanya bisa menelan ludah dan memberanikann menjawab ucapan sang presdir


“baik pak, terimakasih” jawab vani

__ADS_1


“jika sudah tidak ada yang ingin bapak bicarakan saya permisi dulu” ucap vani rasanya ia ingin segera keluar dari ruangan itu. Vani bergegas keluar ketika mendapat jawaban dari sang presdir.


Sampai diruangannya vani membuang napas lega, sontak semua yang ada disana menatapnya secara bersamaan dan tentu saj ekspresi mereka seakan meminta penjelasan.


“vani, bagaimana ?” tanya leoni


“ya, aku diberi peringatan sama presdir.” Balas vani sedikit sedih


“yang sabar” jawab indri yang datang dan memeluk vani dari samping memberikan semangat pada sahabatnya itu.


Vani mulai mengerjakan laporannya ia harus segera menyelesaikan pekerjaannya agar ia bisa menyelesaikkannya tepat pada waktunya sehingga ia bisa pulang lebih cepat.


Malam ini ucapan sang ayah kembali berputar dipikirannya ketika vani sudah berada dalam apartemennya, jam operasional kerja sudah selesai sekitar 2 jam yang lalu dan kini disinilah ia menatap langit yang dipenuhi bintang- bintang yang tampak bekedip.

__ADS_1


Apakah dirinya harus kembali ke indonesia dan bekerja disana?, apakah mungkin hari-hari yang akan ia lalui akan lebih muda nantinya? Apakah bayang-bayang masa lalunya tidak akan hadir lagi dan masih banyak lagi pertanyaan yang datang menari di kepalanya.


Vani benar- benar binggung sekarang, ia lelah dibentak seperti kejadian tadi siang di kantor namun ia sudah terlalu nyaman bekerja ditempat yang itu


__ADS_2