
Untuk merayakan kepemimpinan Crist dikator pusat Xx ayah dan ibunya berencana membuat acara penyambutan dikantor pusat dengan melibatkan karyawan kantor, semua acara akan diselenggaran di kantor dan semua persiapan akan di kerjakan oleh seluruh karyawan yang ada disetiap divisi. Setelah meminta pendapat pada semua direktur dan disetujui oleh mereka maka acara itu pun akan segera di adakan.
Hari yang ditentukan pun tiba semua karyawan mulai menyiapkan segala sesuatu yang diperlukan sesuai dengan kebutuhan. kebetulan Vani dan kawan-kawan bertugas untuk mendekorasi aula perusahaan itu yang nantinya akan digunakan sebagai tempat utama dalam penyelenggaraan acara penyambutan pimpinan baru, dengan semangat vani, leoni, indri, jack, alex, james, dan justin yang memang adalah tim dari divisi keuangan mulai mendekorasi ruangan itu. Mereka memadukan putih dan biru sebagai perpaduan yang dianggap cocok dalam acara nanti, maka terlihat ketujuhnya begitu antusias dalam menyusun bunga sebagai hiasan, menyusun meja yang nantinya akan diperuntukkan untuk minuman dan makanan, dan kegiatan-kegiatan yang lain yang mereka lakukan. Sementara divisi yang lain ditugaskan untuk menyusun daftar nama-nama perusahaan yang nantinya akan diundang dalam acara nanti, selain itu ada juga yang ditugaskan untuk mengatur keamanan yang akan menjaga sepanjang acara yang nanti akan berlangsung pada pukul 20.00 waktu setempat. Segala persiapan terus di lakukan agar acara yang berlangsung berjalan lancar tanpa ada kendala.
Diaula tempat tim vani berada diam-diam justin memperhatiikan leoni yang sedang serius menata bunga untuk mempercantik ruangan itu, tapi tidak berani mendekat karena takut akan diledek teman-teman yang lain yang memang sudah tau jika justin menyimpan rasa pada vani. Dan menghindari ejekkan teman-teman yang lain justin pun hanya bisa memandang leoni dari tempatnya.
Sementara diruang berbeda sosok crist terlihat begitu serius memainkan tangannya diatas keyboard komputernya seakan tidak ingin tahu segala persiapan untuk acara malam nanti, dan tanpa diduga sosok wanita yang begitu ia hormati dan sayangi sedang berjalan kearahnya, ya dia adalah Liani Virginia wanita yang terbilang sukses dalam berbagai bisnis, mulai dari fasion, perhotelan, dan bisnis yang lain.
“Bonjour mon cher” (hallo sayang)”ucap sang ibu pada anaknya ketika liani berkunjung ke kantor sang anak.
“Que fais-tu ici?” (ibu sedang apa disini?) jawab crist ketika ibunya memanggil dirinya
“Je veux juste m'assurer que tout est prêt pour l'événement plus tard” (ibu hanya ingin memastikan segala pesiapan untuk acara nanti) jelas liani pada crist jika kedatangannya dikantor adalah untuk melihat langsung persiapan acara nanti malam.
Liani pun segera memeriksa bagian dekorasi untuk memastikan bahwa tidak ada yang sampai salah atau terlewatkan dalam dekorasi itu dan sesampainya di aula betapa kagumnya ia pada ruangan itu yang telah disulap menjadi ruangan yang tampak indah, elegan dan mempesoana dan betapa ia tak menyangka akan bertemu sosok yang telah mencuri perhatiannya bahkan ia telah mencari tahu segala sesuatu yang berkaitan dengan vani dan dengan senyum yang menawan ia menghampiri vani
“bonjour vani”(hallo vani) sapa liani pada vani
__ADS_1
Vani yang mendengar namanya disebut melihat kearah suara yang memanggilnya dan betapa tyerkejutnya ia setelah tau yang memanggil namanya adalah ibu dari pimpinannya, maka vani yang melihat liani semakin mendekat hanya bisa tersenyum namun masih sangat terlihat jika ia gugup,
“Bonjour maman”(hallo ibu) balas vani sambil sedikit menunduk seakan memberi hormat pada liani
“Que fais-tu ici?” (ibu sedang apa disini?)tanya vani karena terlalu tidak percaya jika istri dari pemilik perusahaan sedang ada dihadapannya.
“vani tu sais que tu es la deuxième personne à poser la même question”(vani kamu tahu kamu adalah orang kedua yang menanyakan pertanyaan yang sama) jawab liani ketika mendengar pertanyaan dari vani sama dengan pertanyaan yang diajukan oleh Crist.
Vani yang mendengar itu merasa sedikit tidak enak karena sudah menjadi orang kedua yang menanyakan hal yang sama harusnya dia tidak bertanya tadi;
“Je suis désolé maman, je ne veux pas être présomptueux de demander la même chose”(maafkan saya ibu, saya tidak bermaksud lancang menanyakan hal yang sama) ucap vani penuh penyesalan.
Liani mulai mengecek setiap sudut ruangan memastikan jika semua sudah selesai di dekorasi dengan sempurna, dan kali ini dia cukup puas dengan hasil kerja tim alexa sebagai satu tim yang cukup baik dalam menghias aula yang akan dijadikan tempat utama untuk acara nanti malam.
Setelah memastikan semuanya, liani mengajak vani untuk menemani dirinya mengecek ke divisi lain apakah tugas yang diberikan pada tim mereka telah selesai di kerjakan. Vani pun yang tak ingin mendapat masalah karena menolak istri dari pemilik perusahaan dengan terpaksa harus meninggalkan sahabat dan teman-temannya menyelesaikan tugas mereka yang tinggal sedikit lagi.
Leoni, indri dan teman-temannya yang lain kaget dan tidak percaya pada apa yang baru saja dilihat mereka pasalnya mereka baru melihat pemandangan yang langkah sejak mereka bekerja di perusahaan itu, liani adalah wanita karir dan pembisnis yang namanya sudah terkenal dimana-mana, ia juga terkenal dengan sikap ramah dan baiknya pada bawahanya namun baru hari ini mereka percaya bahwa kabar itu bukanlah kebohongan semata dan mereka begitu iri pada sosok vani yang dengan beruntungnya dapat berinteraksi dengannya.
__ADS_1
Kedatangan liani disambut baik oleh seluruh direktur maupun karyawan yang ada di divisi lain, namun tidak deengan vani yang berada disamping liani semua orang menatap dirinya dengan wajah yang sulit diartikan ada yang menatap dengan benci padanya apalagi karyawan wanita yang menatap iri pada dirinya, namun ada yang menatap kagum pada dirinya karena datang bersama istri pemilik perusahaan seakan mereka ingin berada diposisinya.
Waktu terus berputar kini sang waktu telah menunjukkan pukul 20:00 waktu setempat itu artinya acara akan segera dimulai, suara pembawa acara sudah mulai terdengar acara demi acara pun sudah berlangsung mulai dari kata pembukaan oleh pembawa acara, kata sambutan oleh armando gerson sebagai pemilik perusahaan sekaligus menobatkan putranya sebagai presdir pada perusahaan tersebut, dan rentetan-rentetan acara yang berjalan dengan lancar.
Dan kini semua tamu sudah mulai meninggalkan aula kantor pertanda acara sudah selesai, disaat semua tamu telah kembali bahkan arman dan liani pun sudah kembali ke mension mereka, tim alexa yang memang bertanggung jawab dalam dekorasi aula itu mulai merapikan kembali ruangan itu, mulai dengan membuka bunga yang mereka tata, merapikan kembali meja-meja yang mereka gunakan dan mulai menyapu ruangan itu setelah dirasa aula itu telah rapi seperti semula. Tak terasa waktu sudah begitu larut, alex pun menawarkan untuk mengantar indri, sedangkan justin dengan senang hati mengantar leoni karena ia beralasan khawatir pada leoni. Sadar diri tidak ingin mengganggu suasana romantis sahabat-sahabatnya vani yang ditawari ikut bersama indri atau leoni pun menolak dengan halus dengan alasan sudah memesan taxi.
Setelah kepergian sahabat-sahabatnya vani berjalan menuju halte bus yang tdak jauh dari kantor, sesekali ia menarik nafas ketika bus atau taxi tidak juga ada yang datang, malam semakin dingin seiring waktu yang sudah begitu larut membuat mata vani sudah begitu berat tiba-tiba terdengar bunyi klakson mobil dan tepat didepannya mobil yang bertuliskan lamborghini memakirkan kendaraannya, lalu terdengar suara
“masuk” pintah seseorang yang ada didalam mobil itu
mata vani yang sudah begitu berat kini entah kemana, kesadarannya seakan pulih kembali dan menatap yang ada didalam mobil itu. Seakan tak mendengar suara yang menyuruhnya segera masuk vani tetap duduk diposisinya semula.
“cepat masuk” bentak crist pada vani
Sadar bahwa yang berada dimobil itu adalah presdirnya vani tidak mau mendapat masalah lagi ia pun segera masuk
“masukan alamatmu” ucap cris sambil memberikan handphonenya pada vani
__ADS_1
Dengan cepat vani segera memasukkan alamatnya dan menyerahkan kembali handphone pada crist
Sepanjang perjalanan keduanya tidak saling mengeluarkan suara, mereka lebih memilih diam dengan pikiran mereka masing-masing.