
Tak terasa sang surya telah menampaknkan sinarnya, kendaraan mulai memenuhi jalan raya, pejalan kaki pun terlihat berlalu lalang dijalan memulai aktivitas mereka, ada yang terlihat berjalan santai, ada yang terlihat terburu-buru, ada yang sedang menunggu bus yang akan mengantar mereka ketempat kerjanya dan kegiatan-kegiatan lain yang mulai terlihat dilakukan orang-orang dipagi yang cerah ini.
Namun berbeda dengan vani bukannya memilih membersihkan dirinya, ia memilih duduk dan menatap jendela kamarnya terlihat tak begairah untuk beraktivitas apalagi berniat masuk kantor ia lebih memilih tetap tinggal dan mengurung diri didalam kamar.
Sementara dikantor tempat Vani bekerja semua karyawan mulai sibuk bekerja, tdak terkecuali Indri dan Leoni sahabat Vani. Mereka mulai menyibukkan diri mereka dengan memeriksa data keuangan secara rinci, ya Vani, Indri, dan Leoni dan 4 lainnya adalah bagian team work yang berada di bagian divisi keuangan. Tidak main-main sedikit kesalahan saja dapat berakibat fatal bagi perusahaan itu.
Perusahaan tempat Vani bekerja merupakan perusahaan terbesar di negara itu. Perusahaan xx merupakan perusahaan yang aktivitasnya bergerak dibidang produksi perhotelan dan juga distribusi, berkantor pusat disalah satu kota di kanada. Perusahaan ini merupakan perusahaan terbesar didunia. Mereka yang bekerja di perusahaan ini bukanlah orang biasa melainkan mereka yang memiliki kinerja berkualifikasi baik.
Indri dan Leoni sibuk memeriksa tumpukan-tumpukan kertas yang tersusun diatas meja mereka masing-masing, mengamati setiap rincian nominal angka yang tertera disetiap kolom pada kertas dan mulai mengetikan angka-angka tersebut pada komputer mereka, apalagi saat ini mereka berada di bulan september dimana atasan mereka akan meminta rincian data keuangan yang akan dilaporkan pada rapat nanti sebagai bentuk pertanggungjawaban mereka.
Tinggal satu berkas lagi leoni menarik nafas dan menghembuskannya asal.
“Leoni, apa laporanmu sudah selesai?” tanya Alexa direktur keuangan yang bertanggung jawab terhadap laporan keuangan perusahaan itu
“sebentar lagi selesai bu” jawab Leoni santai
Leoni, Vani, Indri dan empat orang lainnya adalah bagian dari divisi keuangan yang akan melaporkan dan memberikan hasil kerjanya pada Alexa selanjutnya Alexa akan memberikan pada sekertaris Presdir untuk diperiksa.
“bagus” jawab Alexa menanggapi jawaban Leoni
“pastikan semua benar dan tidak terjadi kesalahan” ucap Alexa pada bawahannya.
“siap bu” jawab leoni
Ketika akan kembali keruangannya Alexa menatap meja Vani yang terlihat kosong
__ADS_1
“Apa Vani tidak masuk hari ini?” tanya Alexa yang membuat Indri dan Leoni ikut menatap meja Vani yang terlihat kosong.
Seakan baru sadar jika Vani tidak masuk kerja hari ini Indri yang sudah lebih dulu menyelesaikan laporannya mengambil handphonenya dan menelpon Vani, namun sampai pada panggilan yang ke 5 orang yang dituju tidak juga menerima panggilan Indri.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Seminggu berakhir namun Vani tidak juga memberi kabar pada sahabat-sahabatnya Indri dan Leoni memutuskan menemui Vani diapartemennya mereka berangkat menggunakan mobbil Indri, dan tidak membutuhkan waktu yang lama untuk sampai di apartemen sahabat mereka, setelah memarkirkan kendaraannya Indri dan Leoni segera menuju lift yang ada dilantai dasar untuk membawa mereka menuju lantai 8 dimana Kamar Vani berada.
Tok,,tok,,tok,,,
Vani yang tengah duduk menghadap jendela seperti kebiasaannya seminggu ini bangkit dari tempat duduknya dan segera membuka pintu
“Indri, Leoni” ucap Vani kaget melihat yang datang adalah sahabat-sahabatnya
“bukan, bukan seperti itu, ayo masuk” vani sedikit menyingkir dari pintu dan mempersilahkan sahabat-sahabatnya masuk.
“kenapa?”kini Leoni bertanya dengan suara
yang lembut melihat Vani telah duduk di depan mereka.
“hmmtt...” Vani hanya ber hmmt dengan mata yang mulai berkaca-kaca.
“mengapa tidak menceritakan masalahmu pada kami?, mengapa tidak menjawab panggilan telpon kami? Atau membalas pesan dari kami?” tanya leoni bertubi-tubi.
Vani menunduk dan kembali menangis, ia yang dulu terlihat kuat nyatanya menjadi lemah ketika diperhadapkan dengan masalah perasaan dan ia yang tidak pernah menangis dihadapan orang lain kini mulei menangis dihadapan sahabatnya.
__ADS_1
Vani mulai menceritakan masalah yang dihadapinya, mendengar masalah yang dihadapi vani, Indri dan Leoni bangkit dan memeluk sahabat mereka, mereka ikut merasakan kesedihan yang dihadapi Vani.
“sudalah Vani, aku rasa seminggu sudah cukup kau menangisi lelaki yang tega menghianatimu” kata Indri mencoba menenangkan sahabatnya.
“vani yang sudah menangis tersedu-sedu hanya bisa menganggukan kepalanya seoalah ikut menyetujui kata-kata Indri
Leoni kini bangkit dari tempat duduknya dan berlalu menuju dapur untuk mengambil segelas air dan memberikannya kepada Vani
“minum dulu van, agar kamu lebih tenang” ucap leoni sambil memberikan segelas air putih.
“trimakasih” balas Vani dan langsung meminum air yang diberikan Leoni.
“besokkan hari minggu bagaimana kalau kita jalan-jalan anggap saja kita ingin menghilangkan beban kita”usul Indri.
“aku setuju, bagaimana denganmu Vani?” jawab Leoni menyetujui usul Indri
“boleh. Aku akan ikut” jawab vani
Mendengar itu Leoni dan Indri tersenyum dan mereka kembali memeluk vani sebagai bentuk rasa sayang mereka, dan seakan menunjukkan pada vani jika mereka akan selalu ada untuk Vani, ketikanya memang seumuran dan karena mereka dulu memiliki impian yang sama untuk melanjutkan pendidikan mereka di kanada membuat mereka menjadi sahabat hingga kini.
Mengingat waktu yang telah menunjukkan pukul 20.30 waktu Amerika Utara leoni dan Indri pamit pulang. Setelah mengantar Leoni dan Indri, Vani pun bergegas membersihkan tubuhnya dan setelahnya ia memilih langsung tidur.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung.....
__ADS_1