Menikah Dengan Boss Dingin

Menikah Dengan Boss Dingin
Kediaman keluarga Vani


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan hampir 2 jam sampailah vani dan jeral dirumah mereka, setalah memarkirkan mobil mereka masing-masing dengan rapi keduanya masuk kedalam rumah mereka dengan jeral yang didepan dan vani mengikuti dari belakang, ya vani dan jeral memang mengendarai mobil mereka masing-masing, hal itu karena jeral yang sudah beberapa hari tidak pulang kerumah karena kesibukkannya dirumah sakit membawa mobilnya sebagai angkutan yang dapat ia pakai kemana-kemana. Dan vani senggaja membawa mobilnya yang sudah lama terpakir dikediaman kedua orang tuanya karena semenjak dirinya berada di kanada mobilnya itu hampir tidak pernah tersentuh hanya sesekali ayahnya membawa mobil itu atau hanya sekedar memastikan mesinnya tetap aman.


“selamat malam daddy” sapa jeral pada sosok kesayangannya itu


“selamat malam, sudah pulang?” balas gideon pada anaknya itu


“sudah, tadi ada seorang wanita yang tiba-tiba datang ke ruanganku dan parahnya daddy dan mommynya tidak memberitahuku kepulangannya” kini jeral menyindir ayah dan ibunya yang tidak memberitahukan kepulangan sang kakak pada dirinya.


Gideon hanya tersenyum menanggapi sindiran anaknya itu.


“dad, jeral mau mandi dulu nanti kita bicara lagi” ucap jeral pada ayahnya sebelum menuju kamarnya.

__ADS_1


Sementara vani sudah berada didapur bersama sang ibu, vani membantu ibunya menyiapkan makan malam dan setelah semua masakkan tertata dimeja makan vani bergegas menuju kamarnya yang berada dilantai 2 untuk membersihkan tubuhnya.


20 menit kemudian semua sudah berada dimeja makan, tampak gideon, nasye,vani dan jeral menikmati makan malam pertama sejak kepulangan vani dari kanada dengan formasi yang lengkap karena kehadiran jeral.


“vani, dad mau bicara serius sama kamu” ucap gideon pada putrinya itu.


“daddy mau bicara apa?” sahut vani dengan nada penasaran


Vani yang tengah asik menyuapkan makanan kedalam mulutnya tiba-tiba tersedak beruntung jeral segera memberikan gelas berisi air pada kakaknya itu.


“tapi dad, vani ingin bekerja disana” jawab vani pada sang ayah.

__ADS_1


“tolonglah pikirkan kembali” kini nasye yang berbicara.


“baiklah, tapi vani butuh waktu” jelas vani pada kedua orang tuanya.


Setelah makan malam dan kumpul-kumpul selesai sang waktu telah menunjukkan pukul 00.00 waktu indonesia barat namun vani belum bisa memejamkan matanya. Ucapan ayah dan ibunya kembali menari-nari di kepalanya


Sejenak vani berpikir, bagaimana jika dirinya kembali ke indonesia apakah ia bisa melupakan semua kenangan pahit yang pernah ia rasakan dulu, vani menarik nafas panjang dan membuangnya asal.


Memikirkannya saja sudah membuatnya merasakan pusing yang amat dikepalanya, namun kali ini ayah dan ibunya terlihat begitu serius ketika meminta vani memikirkan kembali permintaan sang ayah.


kenyamanan hingga terbiasa hidup mandiri membuatnya benar benar tidak bisa memilih antara keduanya dirinya begitu menikmati kehidupannya disana, meski kehidupan di negara lain kadang membuatnya stress namun ia tak pernah menyesal berada di negara yang telah menjadi negara keduanya setelah negara kelahirannya, meski negara itu pernah membuatnya memiliki kenangan pahit namun di negara itu jugalah ia bisa belajar bangkit dan melatih dirinya untuk tetap kuat meski hatinya sedang tidak baik baik saja

__ADS_1


Dan pada akhirnya vani memilih tidur karena rasa kantuk yang kini tiba-tiba datang menghampirinya.


__ADS_2