Menikah Dengan Boss Dingin

Menikah Dengan Boss Dingin
Bertemu Masa Lalu


__ADS_3

Vani melanjutkan perjalananya, ia menikmati pemandangan yang ada disana seperti saat ini ia berada disalah satu wahana yang ada di dufan yakni Ocean Dream Samudra Ancol yang merupakan thema park ke tiga yang dikembangan oleh ancol. Samudra merupakan thema park yang bernuansa alam yang memberikan pengalaman kepada pengunjung untuk mengenal lebih dekat dan memberikan perhatian bahkan menyayangi semua makhluk hidup yang ada, disana akan ada berbagai satwa seperti lumba-lumba, anjing laut, paus putih dan masih banyak lagi. Untuk dapat untuk menikmati wahana itu vani harus menganti mendapatkan tiket masuk.


Lama menunggu akhirnya ia mendapatkan tiket masuk, ia pun masuk dan mulai memandangi tempat itu, rasa kagum dan rindunya akan tempat itu terobati, paling tidak dikesempatan kali ini ia bisa datang ketempat itu pasalnya vani ketika kembali dari kanada tidak pernah memiliki waktu yang cukup untuk menghabiskan waktunya untuk liburan. dirinya akan memilih menghabiskan waktunya dirumah berkumpul bersama keluarga mengunjungi keluarga jauh atau berkunjung ke perusahaan ayahnya yang bergerak dibidang properti yang baru di rintis ayahnya 10 tahun terakhir. Namun dikesempatan liburan kali ini ia bisa menghabiskan liburannya dengan mengunjungi tempat-tempat wisata.


Cukup lama ia menikmati pemandangan yang ditawarkan disana dan mencoba berbagai permainan seakan ia begitu rintu tempat itu akhirnya ia pun memutuskan untuk pulang, hari ini juga ia berencana akan mengunjungi jeal dirumah sakit tempat adiknya itu bekerja tepatnya di rumah sakit umum daerah tarakan jakarta, rumah sakit tempat adiknya bekerja adalah rumah sakit yang terbilang sangat memperhatikan keselamatan dan kenyamanan pasien dan jam operasional 24 jam.


Vani pun bergegas menuju parkiran dimana mobilnya terpakir, dan tiba-tiba ia ditabrak seorang anak, vani menatap anak itu, dan vani teringat sebelumnya anak yang sama menabranknya tak sengaja mata anak itu tertangkap oleh vani, anehnya ia merasa tidak asing dengan tatapan anak itu.


“maaf bi..bi” ucap anak itu yang terlihat sekitar umur 3 tahun.


“tidak apa-apa” balas vani sambil berjongkok agar posisi tubuhnya bisa sepadan dengan anak itu.


“siapa namanu?” tanya vani


“farel” balasnya singkat


“farel... “ teriak seorang wanita

__ADS_1


Vani menatap kearah suara yang memanggil farel itu, seorang wanita sedang berjalan kearah mereka.


“mommy...” kini farel berteriak memanggil wanita yang sedang berjalan kearah mereka sambil berlari kecil.


Vani menatap wanita itu dan seketika vani teringat wajah wanita itu seperti wanita yang berada dipelukan dika.


Belum habis mengingat – ingat apakah benar bahwa wanita yang berada di depannya itu adalah benar vina kekasih dika tiba-tiba terdengar suara pria dari belakang wanita itu sambil memanggil wanita itu dengan sebutan honey..


“honey,, ada apa?” tanyanya


“vani?” ucap pria itu


Vani yang merasa namanya dipanggil menatap kearah asal suara dan betapa kagetnya ia pria yang ada didepannya ternyata adalah dika pria yang pernah mengisi hari-harinya dimasa lalu.


“dika..?” balas vani yang masih terlalu kaget dan tidak percaya akan bertemu dika saat itu.


“dad,,, farel capek” rengek farel pada dika

__ADS_1


Dan belum habis ketidak percayaannya akan pertemuan yang tak terduka itu, kenyataan bahwa dika telah menikah dan memiliki anak tak kalah membuatnya merasakan pahit yang kini kembali hadir dalam hatinya. Bukan karena vani masih mengharapkan dika hanya saja ia belum mempersiapkan hatinya untuk bertemu dika secara langsung.


“iya, sayang sini daddy gendong” balas dika sambil mengangkat farel dalam pelukkannya.


“vani, perkenalkan ini vina istriku, dan honey ini vani temanku” ucap dika memecah keheningan yang ada disana.


“vani” ucap vani sambil mengulurkan tangan untuk berjabat tangan dengan vina


“vina” balas vina sambil mengulurkan tangan menyambut tangan vani.


“dika, vani aku harus buru-buru pergi, dilain waktu semoga kita bisa bertemu lagi” ucap vani karena hatinya yang dilanda canggung dan karena ia juga harus mengunjungi jeal.


“iya, hati-hati” jawab vina sambil melambaikan tangan.


Vani pun meninggalkan dika dan vina dan segera menuju parkiran dimana mobilnya terparkir setelah menemukan mobilnya vani segera menyalahkan mobilnya dan berlalu meninggalkan tempat itu.


Bayang-bayang masa lalu kini hadir setelah pertemuan tak terduga itu, ia yang tak pernah menyangka akan bertemu dika orang yang selama ini tak ingin ia temui pada akhirnya dipertemukan oleh takdir, bukan belum memaafkan hanya saja rasa kecewanya akan dika yang telah membohonginya yang tak bisa pergi dari ingatanya membuatnya kembali merasakan luka bahkan kini matanya mulai berkaca-kaca. Tak ingin membuat dirinya menangis vani mencoba menenangkan dirinya dengan berdoa dalam hati, paling tidak ketika berdoa hatinya sedikit merasa tenang.

__ADS_1


__ADS_2