
sudah seminggu vani memilih tinggal sendiri di apartemennya baginya hidup sendiri tidak pernah menjadi soal sebab sudah sejak lama dirinya menjadi wanita yang mampu bertahan hidup meski sendiri
leoni dan indri hanya sesekali datang berkunjung ketika mereka tidak memiliki kesibukkan atau ketika mereka datang membawakan makanan pada vani bukan vani yang memintanya tapi kedua sahabat vani itu care dan senang jika membawakan makanan bagi sahabat mereka
sudah seminggu ini juga vani tidak bertemu crist menurut kabar yang di dengar vani dari alexa crist sedang ada urusan di luar kota beberapa hari ini dan tentu itu menjadi kabar baik bagi vani saat ini dirinya tak perlu membuat alasan jika harus menghidari bertemu presdirnya itu ketika alexa memintanya mengantar berkas keruangan crist
bukannya crist tak mau menghubungi vani namun setiap kali akan menelponnya crist selalu mendapatkan jawaban suara seorang call center yang menjawabnya mengatakan jika nomor yang sedang di tuju berada di luar jangkauan
kesal dan khawatir menjadi satu membuat crist tak bisa fokus pada pekerjaannya selalu begitu ketika dirinya sedang bertengkar dengan vani meski crist tak pernah menunjukkan rasa kesalnya pada siapapun namun dirinya acap kali melempar benda yang ada di dekatnya untuk melampiaskan rasa kesalnya itu
harus crist akui bahwa dirinya menjadi berantakan jika vani tak berada di mension entah apa penyebabnya hanya saja selama ini jika keduanya sedang bertengkar crist menjadi mudah emosi dan suka marah marah
seperti saat ini seorang manager dari divisi pemasaran menjadi sasaran empuk untuk melampiaskan kekesalannya karena lagi lagi nomor yang sudah seminggu ini ia hubungi tak juga menjawab
manager itu hanya diam membisu dengan pertanyaan pertanyaan yang sudah mulai memenuhi otaknya pasalnya dirinya hanya mengantar laporan hasil survei pasar untuk produk baru yang akan segera di luncurkan oleh perusahaan namun bukan pujian yang ia terima namun kemarahan tak beralasan dari sang pimpinan
semenjak kejadian itu crist banyak mengalami peningkatan, ya peningkatan marah marah tidak jelas, suka seenaknya tidak mau peduli pada apa yang ada di sekitarnya bahkan permintaan permintaan aneh yang selalu menjadi hal yang membingungkan para assisten rumah tangga, manager, bahkan sekretarisnya sekalipun
para assisten rumah tangga crist hanya bisa mengikuti apa kata tuan mereka ketika crist meminta menganti ranjangnya, mengecet kembali kamarnya dan memindahkan barang barangnya ke kamar sang istri dan itu harus sudah selesai ketika dirinya pulang ke mension
hanya di berikan waktu seminggu untuk melakukan apa yang ia mau dan itu menjadi tanggung jawab sang sekretarisnya, beruntung ander memiliki beberapa kenalan yang bisa ia hubungi dan itu membuat sang sekretaris bisa bernapas lega ketika semua yang di inginkan sang boss bisa terselesaikan dalam jangka waktu tiga hari
__ADS_1
masih ada beberapa hari lagi sebelum crist kembali dan itu membuat ander berpikir untuk bisa beristirahat sejenak dari pekerjaannya membuat ander bisa merasakan apa yang namanya liburan
baru akan memesan tiket liburan keluar kota ander sudah menerima perintah lagi dari atasan super menyebalkan, crist kembali memberinya perintah agar menyelidiki celine kekesalan ander sudah di ubun ubun cacian sudah ingin ia ucapkan pada sang presdir namun sekesal apapun ander pada crist dirinya akan tetap melaksanakan perintahnya
ander menghubungi salah satu bodyguard yang sudah teruji kepercayaannya untuk melakukan apa yang di perintahkan crist dan perintah itu pun segera dilaksanakan sang bodyguard
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
malam menghampiri penduduk bumi memberi isyarat bahwa sudah saatnya mengistirahatkan tubuh, jiwa dan raga bahkan jalanan yang semenjak pagi begitu padat kini mulai sedikit berkurang
disaat yang lain ingin beristirahat vani justru seperti orang yang sedang mengidam ia begitu ingin memakan poutine langganannya yang berada dekat apartemennya, rasa lesat dari makanan khas canada itu sudah begitu terasa di mulut vani dirinya sudah begitu hafal bagaimana rasanya makanan favoritnya itu
mengabaikan rasa lelah yang Mengorogoti tubuhnya vani pun berjalan keluar dari apartemennya menuju ke restoran yang menjual makanan kesukaannya itu, ia tak perlu mengendarai mobilnya sebab jarak antara apartemennya dan restoran itu tidak begitu jauh
di seberang jalan sebuah mobil mewah baru saja memakirkan mobilnya sang pemilik mobil bergegas keluar untuk membeli makanan bersamaan dengan vani yang akan keluar dari restoran itu, vani yang tidak melihat jalan pun menabrak dada bidang orang yang sedang berjalan kearahnya
menyadari jika dirinya baru saja menabrak orang vani pun menatap kearah pria yang baru saja ia tabrak
"kamu" ucap vani
kata maaf yang akan keluar dari mulutnya pun tak berani keluar vani bergegas pergi dari sana meninggalkan sosok pria yang baru saja ia tabrak tadi
__ADS_1
vani berjalan menembus derasnya hujan yang begitu lebat, dirinya tak peduli lagi jika harus sakit nantinya baginya ia harus segera sampai ke apartemennya sebelum suaminya menyusulnya.
ya pria yang baru saja bertabrakan dengan vani adalah crist yang berniat ingin membeli makanan untuk mengganjal rasa lapar yang sudah menderanya tak di sangka keduanya bertemu di tempat yang sama
seminggu tak saling menatap bahkan tak saling menyapa tentu saja meninggalkan kerinduan yang terbungkus benci dan egois yang begitu tinggi diantara crist dan vani bahkan dari tatapan vani sudah tersirat bahwa dirinya masih begitu terkejut bertemu dengan pria berstatus suaminya itu
sementara crist diam tak berucap masih mencoba menetralkan jantungnya yang seakan berdetak lebih cepat dari biasanya ketika bertemu dengan sang istri
lalu mampukah vani memaafkan crist untuk bisa kembali bersama ataukah vani sudah benar-benar ikhlas melepas perpisahan dengan sang suami yang telah memberinya luka dan air mata
🥺
🥺
🥺
🥺
🥺
🥺
__ADS_1
sekian dulu yaa besok lanjut lagi 🙏🙏🙏😘