
Setelah memastikan jika vani tidak memiliki luka yang serius crist pun kembali ke apartemennya ia memutuskan tidak kembali ke mension untuk menghindari kedua orangtuanya yang akan bertanya apakah dirinya sudah menemukan calon istrinya.
Dan disinilah crist sedang terbaring menatap langit-langit kamarnya merenung akan bagaimana jika dirinya tak juga menemukan calon istirinya apakah nanti wanita yang akan dijodohkan dengannya benar-benar akan menyanyangi dan menerimanya apa adanya ataukah cinta yang nanti akan ia terima hanyalah sandiwara belaka karena sang wanita hanya menginginkan hartanya.
Belum habis memikirkan calon istrinya bayang-bayang kejadian siang tadi kembali menari diotaknya, kerinduan dan kebencian adalah dua sisi yang saling bertolak belakang meski crist harus jujur pada dirinya sendiri jika kata-kata yang diucapkan celine tidak semua salah karena faktanya ia memang belum sepenuhnya melupakannya namun rasa benci dirinya akan celine dimasa lalu membuatnya tak ingin lagi berhubungan dengan wanita yang jelas-jelas hanya menginginkan hartanya.
Meski rasa rindu akan sosok celine kadang hadir dalam hatinya namun tak membuat dirinya mau kembali lagi mengulang masa- masa bersama celine, bagi crist celine adalah masa lalu dari perjalanan hidupnya yang tak perlu dikenang apalagi mengulang kisah yang sama.
Maka untuk membuat celine berhenti mengganggunya crist harus segera menemukan calon istri pilihannya jika tidak maka dirinya harus siap dijodohkan dengan wanita pilihan orang tuanya, tak ingin berlama-lama memikirkan perihal calon istrinya crist memilih untuk segera tidur mengingat waktu yang sudah menunjukkan pukul 00.00 waktu setempat.
********
Esok harinya crist sudah bersiap menuju kantornya, ia mengenakan setelan shirtdress berwarna biru dengan jas berwarna hitam dengan celana senada dengan jasnya mampu membuat ketampanannya naik dua kali lipat. Maka tak heran jika karyawannya terpesona akan pesona dari sang presdir.
Dikantor terlihat semua karyawan sudah beraktivitas dengan pekerjaan mereka masing-masing begitu pun dengan vani yang sudah tampak serius di depan komputernya mengetikkan beberapa angka di microsoft excelnya dan begitupun rekan-rekannya.
Meninggalkan vani dan rekan-rekannya yang sudah sibuk dengan laporan mereka kini terlihat sang presdir baru saja keluar dari mobilnya dan berjalan menuju ruangannya setiap karyawan yang berpapasan menundukkan tubuh mereka tanda hormat mereka pada pimpinan perusahaan itu. Terlihat karyawan wanita berbisik-bisik sambil tersenyum menatap punggung sang presdir yang tampak begitu mempesona.
Crist menuju lift untuk membawanya kelantai 20 dimana ruanganya berada dan setelah sampai diruangannya crist segera memeriksa dokumen yang kemarin diantar vani membaca berkas itu dan memastikan tidak ada kesalahan hingga suara ketukan pintu terdengar
“masuk” ucap crist pada sosok dibalik pintu
__ADS_1
Terdengar derap langkah mulai mendekati dirinya, crist mengangkat wajahnya menatap sosok yang ada di depannya.
“alexa, ada apa?” tanya crist ketika mengetahui bahwa yang mengetuk pintu itu adalah alexa kakak sepupunya yang tidak lain adalah keponakan sang ibu.
“hanya ingin mengetahui mengapa vani sampai terluka kemarin” jelas alexa akan maksud kedatanganya keruangan sang presdir.
“haruskah aku menjelaskannya?” jawab crist tenang
Alexa yang mendengar jawaban crist hanya mampu menatap sang adik dengan wajah yang sedikit memerah tanda ia marah
“jika vani sampai terluka parah bagaimana? harusnya kamu bisa mengontrol emosimu” kata alexa mengingatkan jika kejadian kemarin tak perlu terulang.
“baik kak” balas crist sambil menatap alexa seakan ingin meminta maaf atas kejadian kemarin
“iya, aku minta maaf atas apa yang terjadi kemarin” ucap crist penuh kesungguhan
Baru akan keluar dari ruangan crist, kembali pintu crist ada yang mengetuk namun tanpa crist berkata “masuk” pintu sudah terbuka menampilkan sosok yang ditakuti crist siapa lagi kalau bukan sang ibu.
“mom,?” ucap crist menatap sang ibu
“apa yang membuat ibu kesini” lanjut crist.
__ADS_1
“hallo bibi, apa kabar?” ucap alexa menyambut sang bibi yang tiba-tiba datang ke kantor
“hallo sayang, seperti yang kamu liat bibimu ini dalam keadaan baik-baik saja” jawab liani dengan senyuman yang hampir tidak pernah hilang dari wajahnya.
“mom, apa yang membuatmu datang kesini” crist kembali mengulang pertanyaannya
“mom, hanya kebetulan lewat kantormu dan tidak ada salahnya kan mom mampir dan menyapamu?” jelas liani
“oh iya, crist kamu jangan lupa mengenalkan calon istrimu pada mommy” lanjut liani menagih janji akan ucapan crist tempo hari
“calon istri?” alexa ikut mengomentari ucapan sang bibi
“iya, calon istri crist sudah berjanji akan mengenalkan pada kami” liani mencoba menjelaskan apa yang baru sja ia ucapkan.
“jadi crist sudah memiliki calon istri ? mengapa tidak mengenalkannya padaku? Rentetan pertanyaan yang diajukan alexa mengetauhi jika keponakan kesayangan sang ibu sudah memiliki calon istri.
“crist jangan lupa membawa calon istrimu pada makan malam nanti” ucap liani yang mampu membuat crist terdiam ditempatnya.
Guys jangan lupa votenya............................
Next part.....................
__ADS_1
Happy reading..................