
Dua minggu begitu cepat berlalu sore ini Hujan, Angin kencang di sertai Petir melanda hampir seluruh wilayah di Canada jalanan yang biasanya ramai dengan pejalan kaki maupun kendaraan beroda empat kini tampak sepi
di kediaman crist dan vani tampak semua assisten berkumpul di sebuah ruangan yang sengaja di siapkan khusus bagi mereka, semuanya larut dalam canda tawa, tepatnya mereka sedang bersantai menikmati kebersamaan mereka
sementara di sebuah rumah sakit dengan ruangan yang di dominasi cat berwarna putih di atas ranjang kini terbaring sosok yang tubuhnya terlihat semakin tak terurus wajah cantik yang selalu membawa pesona itu terlihat pucat pasi, bibir yang selalu tersenyum kini terlihat memucat
setelah operasi yang di jalaninya vani belum juga sadarkan diri, dokter mengatakan jika biasanya pasien yang di operasi akan mengalami hal demikian namun dokter mengatakan jika biasanya masa kritis pasien tidak lebih dari dua atau tiga hari namun berbeda dengan vani yang sudah hampir dua minggu tak sadarkan diri membuat kedua sahabatnya takut.
leoni dan indri tidak selalu dua kali dua puluh empat jam berada di samping vani hal ini karena mereka harus segera menyelesaikan pekerjaan mereka apalagi di tengah ketidakhadiran vani membuat mereka ekstra berpacu dengan waktu mengingat waktu pengambilan data tinggal tersisa dua minggu lagi
rasa khawatir leoni dan indri tak pernah meninggalkan mereka hari hari mereka lalui dengan perasaan gelisah dan takut jika terjadi sesuatu pada sahabat mereka, untaian doa selalu menjadi kekuatan mereka di tengah badai kehidupan datang menyapa.
__ADS_1
entah candaan takdir ataukah memang jalan Tuhan yang sedang di jalani oleh vani namun satu hal yang kini menjadi penyesalan leoni dan indri adalah ketidakterbukaan vani pada mereka meski hubungan mereka sudah selayaknya keluarga
entah bagaimana ceritanya jika sampai waktu mereka habis dan vani tak lekas bangun dari mimpi indahnya apa yang harus indri dan leoni lakukan apa yang nanti mereka katakan pada suami sekaligus presdir mereka, bahkan mungkin saat ini mereka harus menyiapkan surat pemecatan diri mereka sebagai bentuk antisipasi jika dalam beberapa hari kedepan vani tak juga siuman.
meninggalkan leoni dan indri yang kini menjalani hari hari terpuruk mereka di sebuah kamar bernuansa bak hotel berbintang lima sosok wajah tampan crist kini terlihat sedang menatap kearah jendela yang menampilkan pemandangan kota yang begitu indah di tambah awan pekat dan hujan yang menutupi kota itu
sudah dua minggu ini perasaannya gelisah tak menentu mendatanginya, pesan yang selalu menjadi notifikasi pertama yang masuk ke nomornya tak lagi pernah masuk pesan yang selalu membuatnya terganggu, pesan yang selalu berisi kata kata yang sama untuknya.
crist kembali membuka pesan terakhir dari sang istri sebelum meninggalkannya ke negara X
"aku berangkat crist, maafkan aku tak bisa menunggumu bangun aku takut pesawatnya akan meninggalkanku, jangan lupa sarapanmu sebelum berangkat ke kantor pastikan tidak pulang larut malam, kurangi begadang jangan minum minuman beralkohol terlalu banyak itu tidak baik untuk kesehatan, jaga kesehatanmu jangan lupa makan siang, hati hati saat kamu berangkat dan kembali dari kantor jangan mengendarai mobil saat mabuk, jangan lakukan hal hal yang dapat merugikanmu, jangan terlalu stress hingga lupa beristirahat"
__ADS_1
pertanyaan demi pertanyaan kembali merasuk pikiran crist bukan tidak mungkin dirinya menghubungi vani lebih dulu namun sekali lagi gensi dari seorang Jerico Cristofer Gerson sangatlah tinggi ia rela melawan rasa keingintahuannya pada alasan vani tak mengiriminya pesan ketimbang dirinya harus menelpon sang istri lebih dulu
katakanlah crist egois dirinya terlalu memikirkan jati dirinya sebagai pria yang tak ingin menghubungi lebih dulu orang lain jika itu tidak perlu padahal vani disana entah masih bisa bangun ataukah akan tidur selamanya
di detik detik saat ini harusnya crist bisa berada di samping vani menjaganya mendoakannya agar Tuhan masih memberinya kesempatan untuk hidup, kesempatan menata kembali hidup mereka namun sangat di sayangkan itu tidak berlaku baginya
crist menarik pintu yang menjadi pembatas kamar dan balkon di kamarnya menarik golden untuk kembali menutup kaca kamarnya dan mimilih membaringkan tubuhnya di ranjangnya ia memilih tidur dari pada harus memikirkan hal yang membuatnya moodnya menjadi buruk
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
disaat vani sedang berjuang melawan ajal yang bisa saja merenggut nyawanya saat ini juga crist justru memilih tak mempedulikannya, jangankan menghubunginya secara langsung menayakan kabar sang istri pada sahabatnya saja ia tak berniat.
__ADS_1
masihkah ada harapan crist akan memberikan cintanya pada vani???