
Makan keluarga pun tiba, dimension crist sudah berkumpul kedua orang tuanya dimeja makan tinggal menunggu crist pulang dari kantor. Dengan deg-degan liani menunggu kedatangan calon menantunya yang telah dijanjikan crist.
Sementara crist sedang dalam perjalanan menuju rumahnya, kali ini crist bersama vani. Crist tidak punya pilihan lain selain mengikuti saran alexa untuk memperkenalkan vani sebagai calon istrinya crist tidak ingin dirinya salah pilih.
Flash on
“selamat pagi semuanya?” sapa alexa pada semua tim divisinya
“selamat pagi juga” jawab semua yang ada dalam ruangan itu secara bersamaan.
“bagaimana pekerjaan kalian?” tanya alexa.
“sebentar lagi selesai bu” ucap alex dan justin secara bersamaan sementara yang lain hanya mengangguk tanda setuju.
Baru akan menjawab ucapan alex dan justin tiba-tiba dari belakangnya crist memanggil alxa
“alexa, ikut keruangan saya sekarang” perintah crist.
“ baiklah” jawab alexa santai.
Alexa pun meninggalkan ruangan divisi keuangan dan mengikuti crist keruangannya. Dengan penuh penasaran alexa bertanya-tanya apa yang sedang terjadi pada sepupunya itu, pasalnya crist memiliki sekretaris pribadi yang artinya jika dirinya butuh seseorang ia dapat dengan mudah memerintah sekretarisnmya untuk memanggil karyawan atau kepala-kepala divisi tapi kali ini crist datang langsung memanggil kakak sepupunya itu secara langsung itu artinya ada yang benar-benar penting.
Setelah sampai diruangann crist, tanpa banyak berbicara alexa langsung menanyakan alasan crist memanggil dirinya.
“ada hal penting apa hingga kamu langsung memanggil kakak kesini?” tanya alexa.
“nanti malam akan ada acara makan malam dirumah, dan aku sudah berjanji pada daddy dan mommy akan membawa calon istriku karena jika tidak seperti itu aku akan dijodohkan” jelas crist.
“lalu masalahnya apa” tanya alexa
“kakak tau aku hanya memiliki wanita-wanita malam, yang akan siap dan rela hati menemaniku jika aku butuh tapi untuk wanita yang akan mendampinmgiku dipelaminan belum pernah aku pikirkan” ucap crist lagi
__ADS_1
“lalu bagaimana mungkin kamu berbohong pada bibi dan paman?” tanya alexa yang sudah binggung akan jalan pikiran adik sepupunya itu.
“itu sebabnya aku memanggil kakak keruanganku agar kakak bisa memberi solusi” kata crist pelan.
Baru akan menjawab ucapan crist terdengar suara ketukan dibalik pintu. Alexa menatap crist seolah memberi tanda jika ada yang datang dan dengan wajah yang sedikit marah crist mempersilahkan sosok yang ada di balik pintu untuk masuk.
“masuk” ucap crist
“permisi pak, ini laporan keuangan yang bapak minta beberapa hari yang lalu” ucap vani sambil menyerahkan dokumen laporan keuangan yang diminta crist.
“baik, kamu bisa pergi sekarang” ucap crist setelah menerima dokumen dari vani
Setelah kepergiaan vani alexa mendapat ide konyol.
“bagaimana jika aku menjodohkan crist dengan vani” batin alexa
“crist, hanya satu sosok wanita yang kakak tau memiliki sifat baik selain itu bibi pernah berkata jika bibi menyukai pribadinya” ucap alexa sambil tersenyum.
“dia adalah wanita yang baru saja keluar dari ruanganmu” jawab vani
“apa?” jawab crist tidak percaya pada ucapan sang kakak
“ya, vani sosok yang baik hati, dan bibi juga suka sikapnya yang sopan dan satu lagi makan malam tinggal menghitung jam kamu tidak punya pilihan lain” alexa mencoba memberikan saran.
Terlihat crist berpikir, ucapan alexa memang ada benarnya selain terbatas waktu dirinya takut jika wanita yang nanti ia bawa kepada kedua orang tuanya ditolak, jika benar vani sudah berhasil mencuri hati sang ibu maka ia tidak akan dijodohkan lagi.
“baiklah, aku terima saran kakak, sekarang kakak keluar dan tolong panggil vani keruanganku” perintah crist pada alexa
Alexa yang mendengar jawaban crist sedikit kaget karena hampir tidak percaya jika adik sepupunya akan setuju dengan sarannya dan mendengar ucapan crist membuat alexa segera meninggalkan ruangan crist sambil senyum-senyum dan segera menuju ruangan dimana vani berada.
“vani kamu dipanggil presdir keruangannya sekarang” kata alexa ketika dirinya sudah sampai diruangan divisi keuangana
__ADS_1
“ada apa?” tanya vani yang binggung akan ucapan alexa
“saya juga tidak tau” jawab alexa berbohong.
Vani pun segera menuju keruangan crist.
Setelah beberapa menit vani sampai diruangan crist dan tanpa membuang waktu vani segera mengetuk pintu dan dengan cepat terdengar suara dari dalam ruangan yang menyuruh dirinya untuk masuk.
“permisi pak, bapak memanggil saya?” tanya vani tanpa basa-basi
“iya, sekarang dengarkan saya baik-baik karena saya tidak akan mengulang apa yang sudah saya ucapkan”kata crist
“ mulai saat ini kamu akan menjadi calon istri saya, dan karena itu nanti malam saya akan menjemputmu di apartemenmu untuk makan makan malam bersama dengan keluargaku” ucap crist
"tapi pak" vani ingin menolak namun crist kembali berkata
"saya sedang tidak ingin menerima penolakkan" ucap crist singkat namun tegas
Satu detik, dua detik, tiga detik vani terdiam mencoba mencerna apa yang baru saja dia dengar memastikan jika apa yang baru saja di dengar oleh telinganya adalah salah sampai akhirnya lamunannya terganggu oleh suara crist dan tentu saja apa yang baru saja ia dengar adalah sebuah kenyataan yang harus dia terima.
Flash off
Dan sampailah crist dimension keluarganya dan segera mengandeng tangan vani dan berjalan menuju ruang makan dan kehadiran mereka tentu saja menjadi perhatian bagi daddy dan mommy crist namun jika liani yang terlihat tersenyum menyambut kedatangan crist dan vani berbeda dengan arman yang tampak sedang mengingat-ingat sesuatu, belum habis mengingat akan vani yang mencuri perhatiannya sapaan crist membuat arman dan liani kembali terfokus pada kehadiran mereka yang kini telah berada di hadapan mereka.
“bonne nuit” (selamat malam) sapa crist
“bonne nuit a vous aussi” (selamat malam juga) jawab liani dan arman bersamaan
“c’est mon employe vani dans notre entreprise et aussi ma future épouse” (perkenalkan ini vani karyawan di perusahaan kita dan sekaligus calon istriku).
“est-ce vrai?” (apakah itu benar?) pertanyaan itu yang langsung diajukan liani untuk segera mengetahui apakah vani benar adalah calon istri dari crist.
__ADS_1
“yes that right” jawab crist tegas maka liani dan arman percaya pada ucapan crist makan malam pun mulai berlangsung dengan mata liani yang terus menatap sang calon mantu sambil tersenyum.