
Seperti hari biasanya vani bergegas mengambil tasnya mengisi handphonenya dan memeriksa beberapa berkas yang ia sengaja bawa dari kantor untuk diselesaikan di apartemennya dan setelah semua dianggap sudah beres ia segera keluar kamar dan menuju lift yang akan membawanya kelantai dasar, hari ini memang ia berangkat lebih awal karena tidak ingin mendapat teguran dari atasannya, dengan langkah yang pasti ia berjalan menuju parkiran membuka pintu mobilnya dan segera menghidupkan mesinnya, vani bersenandung mengikuti alunan musik yang ia stel untuk mengiringi perjalanan menuju kantor.
Ed sheeran..>
I found a love for me,
Darling, just dive rigth in
And follow my lead
Well, I found a girl, beautiful and sweet
I never knew you were the someone waiting for me
Cause we were just kids when we fell in love
Not knowing what it was
I will not give you up this time
Darling, just kiss me slow, your heart is all I own
And in your eyes, you’re holding mine
Baby, I’m dancing in the dark with you between my arms
Berefood on the grass,we’re listening’to our favorite song
When you said you looked a mess i whispered underneath my breath
But you heard it, darling, you look perfect tonight
Itu adalah penggalan lirik lagu yang disenandungkan vani disela-sela dia mengemudikan mobilnya, ia pernah bemimpi lagu ini dinyanyikan seseorang untuknya namun orang yang diharapkannya menyanyikan lagu ini kini pergi, memilih wanita lain ketimbang dirinya, vani tersenyum seakan ikut menertawakan dirinya yang berani bermimpi akan sebuah kisah yang indah tanpa tahu rasa yang ditinggalkan ketika mimpinya tak dapat tercapai. Kecewa itu yang kini ia rasa, andai alberto berani jujur mengatakan jika dirinya sudah memiliki tambatan jiwa yang lain maka mungkin ceritanya tidak akan sesedih ini, ia mungkin akan belajar melepas meski sulit dan mencoba memahami situasi yang ada.
__ADS_1
Kini vani mulai bangkit, meskipun hatinya belum sepenuhnya sembuh karena luka yang ditinggalkan alberto tapi paling tidak ia sudah melepas dengan iklas alberto bersama pilihannya, yang perlu ia lakukan adalah menata kembali hatinya dan memulai semua dari awal.
Mobil vani memasuki halaman kantor, ia memakirkan mobilnya diparkiran kantor dan melangkah menuju ruangannya, ia senang hari ini karena tidak datang terlambat paling tidak hari ini ia tidak akan ditegur oleh atasannya jadi moodnya bekerja hari ini cukup bagus. Sesampai diruangannya ia melirik meja sahabat-sahabatnya bahkan teman-teman yang seruangan dengan dia namun belum ada satupun yang ia dapati disana. Vani menghidupkan komputernya mulai mengetikan angka-angka di kertas kerjanya dan 10 menit berlalu dari balik pintu ia dapat mendengar suara –suara yang tak asing baginya, leoni, indri dan tema-teman seruangnya
“bonjour” (selamat pagi )” sapa leoni
“bonjou aussi” ( selamat pagi juga” balas vani bersemangat
Semua yang ada disana seakan tak percaya jika vani sudah lebih dulu sampai dikantor.
“vani, kamu baik-baik saja?” indri bertanya dengan nada khawatir mengingat sahabatnya ini jarang sekali datang diawal
“ya, tentu aku baik-baik sja. Apa ada yang salah?” vani balik bertanya
Semua yang mendengar serempak menggelengkan kepala mereka.
Tanpa mempedulikan sahabat-sahabatnya bahkan teman-temannya vani terus mengetikan angka-angka pada microsof excelnya dan benar saja 4 jam duduk ditempatnya vani sudah menyelesaikan laporannya. Ia meregangkan otot-ototnya dengan mengangkat kedua tangannya keatas saat ia memutar tubuhnya kearah pintu tak sengaja ia melihat Crist berjalan melewati ruangannya dan itu tentu saja membuat vani menghentikan aktivitasnya dan kembali berpura-pura menatap layar komputernya.
Tak berapa lama kedua sosok yang membuat hatinya terluka tak terlihat lagi seiring dengan berubahnya lampu hijau pada lampu lalu lintas, ia kembali menancap gas mobilnya ia ingin segera sampai di apartemennya dan tertidur agar apa yang baru saja ia lihat dapat secepatnya ia lupakan.
Adele> Don’t you remember
When will I see you again?
You left with no goodbye, not a single word was said
No final kiss to seal anything
I had no idea of the state we were in
I know I have a fickle heart and a bitterness
And wandering eye, and a haeviness in my head
__ADS_1
But don’t you remember, don’t you remember?
The reason you loved me before
Baby please remember me once more
When was the last time you thought of me?
Or have you completely eresed me from your memories?
I often thing about where I went wrong
The more I do, the less I know
But I know I have a fickle heard and a bitteness
And wandering eye, and a haeviness in my head
But don’t you remember, don’t you remember?
The reason you loved me before
Baby please remember me once more
When was the last time you thought of me?
Or have you completely eresed me from your memories?
I often thing about where I went wrong
The more I do, the less I know
Penggalan lirik lagu milik adele yang mungkin dapat mewakili perasaan vani saat ini, hanya mewakili tapi tidak dapat mengobati. Vani hanya dapat berharap Perih yang dirasanya saat ini suatu saat akan hilang bersama datangnya sosok penganti alberto tapi datang bukan untuk meninggalkan namun datang untuk mengobati hatinya yang pernah teluka.
__ADS_1