Menikah Dengan Boss Dingin

Menikah Dengan Boss Dingin
Perasaan Vani


__ADS_3

Keesokan harinya setelah acara dikantor tempat vani bekerja semua terlihat seperti biasa, para karyawan sibuk dengan urusannya sendiri sementara vani dan sesama timnya sibuk dengan data-data keuangan yang nanti akan diminta alexa untuk dilaporkan kepada pimpinan perusahaan. semua orang yang ada disana bekerja dengan serius dan fokus pada layar komputer masing-masing. Sedangkan vani belum memulai aktivitasnya dan hanya memainkan game yang ada di handphonenya


Dua jam berlaru alexa datang dan menanyakan apakah semua laporan sudah sesesai dibuat.


“bagaimana, apakah semuanya sudah selesai?” tanya alexa yang baru saja sampai diruangan itu,


“sudah bu” sahut leoni, indri, jack, alex, james, dan justin secara bersamaan.


“vani, apa laporanmu sudah selesai?” tanya alexa yang tidak mendengar jawaban vani atas pertanyaannya tadi.


“sedikit lagi bu” jawab vani


“baiklah, laporan kalian serahkan pada vani “ ucap alexa pada semua yang ada disana.


“dan untuk kamu vani, saya minta tolong antarkan ini pada presdir setelah kamu menyelesaikan laporanmu,” perintah alexa pada vani


“baik bu” jawab vani sedikit menyesal karena laporannya belum selesai karena kesalahannya yang suka menunda. Dan akibatnya dia harus mengantar laporannya dan semua timnya pada presdir orang yang ingin ia hindari saat ini.

__ADS_1


Alexa sudah meninggalkan ruangan divisi keuangan, leoni dan indri sedang asik mengobrol karena laporan mereka sudah selesai dibuat, sementara yang lainnya sedang menatap layar yang ada didepan mereka.


Vani baru saja menyelesaikan laporannya dan mulai menghidupkan print untuk mencetak laporannya. Setelah dirasa semua loparannya sudah selesai vani bergegas menuju ruangan presdir, ia menaiki lift menuju lantai atas dimana ruangan sang presdir berada.


Setelah sampai diruangan sang presdir dengan ragu-ragu vani mengetuk pintu, namun sampai ketukan yang ketiga tidak ada juga suara dari dalam, vani pun dengan berani masuk kedalam ruangan itu, dan betapa terkejutnya ia melihat dua sosok yang sedang berciuman di depan matanya, ya sang presdir dan kekasihnya.


Seakan takut mengganggu aktivitas bossnya itu dengan pelan vani berjalan mundur dan hendak keluar dari ruangan itu, namun tiba-tiba suara serak dari sang presdir menghentikannya.


“simpan laporan itu diatas meja” ucap Cris pada vani


“ba,,baik pak” jawab vani gugup


Vani berjalan menuju lift, jantungnya berdetak tak menentu, ingin marah pada siapapun yang ada disana, entah mengapa moodnya terganggu setelah melihat bossnya berpelukkan bahkan berciuman dengan orang lain.


Dengan wajah yang sedikit kusam ia menghampiri leoni dan indri yang sedang asik bercerita, melihat wajah vani yang seperti itu leoni dan indri saling bertatapan dengan ekspresi seakan bertanya “vani kenapa”


Leoni yang penasaran pun bertanya pada vani yang sudah duduk di tempatnya.

__ADS_1


“kamu kenapa tiba-tiba wajahmu berubah kusam”


“I’am okay”jawab vani berbohong.


“sure?” kini indri yang bertanya.


“iya” jawab vani seadanya.


“baiklah, bagaimana kalau kita makan siangnya ditempat biasa” leoni mencoba mengalirkan suasana menjadi lebih santai


“boleh” ucap indri dan vani bersamaan


Vani terpaksa ikut bersama kedua sahabatnya karena tidak ingin membuat keduanya curiga akan perubahaan sikapnya yang tiba-tiba.


Makan siang pun berjalan dengan nikmat, vani, leoni dan indri begitu menikmati makan siang di tempat favorit mereka, sudah sekitar empat tahun mereka sering menghabiskan waktu mereka ditempat itu, bahkan karyawan di kafe itu sudah hafal dengan wajah mereka bahkan makanan kesukaan mereka pun sudah tak perlu disebutkan ditempat itu.


Ditempat yang sama ada dua sosok yang sedang memperhatikan kegiatan mereka, memperhatikan setiap aktivitas yang dilakukan ketiganya, mereka bahkan tidak melepas pandangan mereka pada ketiga sosok yang ada di depan mereka.

__ADS_1


Justin dan alex adalah kedua sosok itu, justin tengah memperhatikan leoni sementara alex sedang menatap penuh pada indri entah sejak kapan keduanya menyukai dua wanita yang sedang ada disudut cafe itu, yang justin tau leoni begitu berbeda dari yang lain, sikapnya yang baik dan tulus menjadi point yang paling disukai justin. Sementara indri sikap perhatian dan sikap sopan yang ia tunjukkan menjadi daya tarik tersendiri bagi alex, alex selalu berpikir jika pada orang lain saja indri begitu baik apalagi pada orang tua dan kekasihnya nanti.


45 menit berlalu, indri, vani, dan leoni baru saja sampai dikantor setelah mereka menyelesaikan makan siang mereka ketiganya memilih kembali ke kantor dan mulai mengutak atik keyboard mereka masing-masing.


__ADS_2