Menikah Dengan Boss Dingin

Menikah Dengan Boss Dingin
Pesan Yang Ditunggu


__ADS_3

pagi menyapa penduduk bumi, mentari pagi menghiasi langit biru kicauan burung seakan ikut menyuarakan betapa malam yang pekat dengan awan gelap telah berlalu


semua penghuni bumi pun sudah mulai beraktivitas terlihat jalanan mulai di padati kendaraan beroda empat dan dua terlihat juga pejalan kaki sudah mulai memadati jalan raya


crist kini tengah menatap langit langit kamarnya tampak sedang berpikir, bisa di tebak jika seorang crist kali ini sedang galau pagi ini.


semalam dirinya baru saja bertemu dengan sahabat lamanya yang sudah tak pernah bertemu dengannya mereka bahkan menghabiskan waktu bersama di salah satu klub malam dan biasanya apapun keadaan crist jika sudah dengan kedua sahabatnya ia akan lupa begitu saja.


namun berbeda kali ini, ada yang berbeda yang crist sendiri pun tak tahu pasti apa penyebabnya dirinya bahkan akhir akhir ini sering bad mood dan gampang marah pada karyawannya


keadaan itu begitu di sadari anderson sekretaris crist namun dirinya tak bisa bertanya langsung pada pimpinannya itu mengingat bahwa jika soal masalah pribadi ander tak berani bertanya langsung jika bukan crist sendiri yang bercerita


sesekali crist melirik handphone miliknya yang berada di atas nakas mencoba meraih handphonenya lalu membuka layar namun berikutnya crist menghebuskan nafasnya asal tanda dirinya sedang kecewa.


sudah dua minggu lebih tak ada kabar dari vani, dan saat ini dirinya benar benar di landa rasa penasaran akan sebuah alasan vani yang tak memberinya pesan meskipun pesan itu singkat


crist kembali meletakkan handphone miliknya di nakas dan kembali menutup mata menahan kesalnya, biasanya crist akan berangkat ke kantor pagi pagi sekali namun sudah dua minggu ini dirinya bermalas-malasan pergi seperti dirinya kehilangan semangat

__ADS_1


ting...sebuah notifikasi pesan masuk


crist segera meraih kembali ponselnya membukanya lalu membaca pesan itu


"selamat pagi pak hari ini anda memiliki jadwal rapat dengan para manager cabang perusahaan yang akan di adakan di hotel X"


******* kecewa kembali terdengar dari crist dirinya sudah berharap notifikasi pesan masuk itu adalah dari seseorang yang sudah ia tunggu semenjak dua minggu ini namun sayang ia harus merasakan kembali kecewa mendapati pesan itu ternyata bukan dari vani namun dari ander.


crist kembali membaca pesan vani yang terakhir seakan pesan itu dapat mengobati rasa kecewanya


"aku berangkat crist, maafkan aku tak bisa menunggumu bangun aku takut pesawatnya akan meninggalkanku, jangan lupa sarapanmu sebelum berangkat ke kantor pastikan tidak pulang larut malam, kurangi begadang jangan minum minuman beralkohol terlalu banyak itu tidak baik untuk kesehatan, jaga kesehatanmu jangan lupa makan siang, hati hati saat kamu berangkat dan kembali dari kantor jangan mengendarai mobil saat mabuk, jangan lakukan hal hal yang dapat merugikanmu, jangan terlalu stress hingga lupa beristirahat"


"selamat pagi, apa kabar? jangan lupakan sarapanmu, hati hati jika mau berangkat ke kantor atau pulang ke rumah, jangan terlalu sibuk hingga melupakan makan siangmu jangan terlalu sering minum minuman beralkohol itu tidak baik untuk kesehatanmu, jangan sering begadang dan tidurlah lebih awal,"


pesan itu ternyata dari orang yang dua minggu ini di tunggu kabarnya oleh crist jika biasanya dia akan mengabaikan pesan dari vani namun kali ini tidak, crist tampak tersenyum mendapati pengirim pesan itu adalah vani sang istri yang sudah ia nikahi tujuh bulan yang lalu


"Tidak usah mengurusiku urus saja pekerjaanmu"

__ADS_1


crist membalas pesan vani meski mungkin isi pesan yang di kirimkan crist bukanlah yang di harapkan vani meski begitu itu adalah kali pertama crist membalas pesan sang istri


di seberang sana sosok yang terbaring hampir dua minggu ini tampak sedang senyum senyum sendiri membuat kedua sahabatnya saling menatap dan mengererutkan kening


"ada apa van" tanya leoni pada vani yang terlihat senyum senyum sendiri menatap handphonenya leoni dan indri takut jika operasi yang di jalani vani dua minggu yang lalu ternyata memiliki efek samping


"tidak ada" jawab vani


"vani kamu ada utang" ucap indri lalu menghampiri ranjang dimana vani terduduk


"ha??" ucap vani terkejut


"coba jelaskan mengapa sampai kamu sakit, sudah berapa lama dan mengapa kamu tidak memberitahu kami" pertanyaan pertanyaan yang di lontarkan indri membuat vani kesusahan menelan salivanya


"baiklah aku akan menjelaskan semuanya, pertama aku mengetahui penyakitku belum lama ini bahkan aku pun tidak percaya jika aku mengidap penyakit ensefalopati Hepatik sudah sejak lama, dan alasanku tak memberitahu itu pada kalian karena aku takut kalian khawatir padaku, aku minta maaf sudah membuat kalian susah karena merawatku selama ini dan terimakasih banyak tidak memberitahu siapapun akan hal ini" jelas vani menceritakan kisahnya


"vani kamu tahu kita sudah seperti keluarga, sakitmu adalah sakit kita juga kamu tidak akan bisa menyembunyikan apapun lebih lama pada kami karena ikatan kita sudah begitu kuat, kamu hampir saja membuat kami terkena penyakit jantung jika kamu tidak segera sadarkan diri kamu membuat hari hari kami penuh dengan ketakutan dua minggu ini." ucap leoni yang kini berjalan menghampiri vani dan indri yang duduk di berdekatan lalu memeluk keduanya

__ADS_1


mereka mencurahkan tangis mereka disana, indri dan leoni kini bisa bernafas lega karena vani sudah sadar dari komanya yang panjang.


__ADS_2