Menikah Dengan Boss Dingin

Menikah Dengan Boss Dingin
Kembali ke Rumah


__ADS_3

di sebuah kamar hotel tempat vani, indri dan leoni menginap kini tengah sibuk bergegas sebab ternyata mereka baru mendapat kabar jika waktu pengumpulan data yang jadwalnya akan selesai dalam waktu seminggu kedepan ternyata mengalami perubahan.


perubahan yang tiba tiba itu membuat ketiga orang yang baru saja menikmati waktu libur yang sudah mereka impi-impikan harus rela mereka buang, sebab kabarnya presdir memberi ultimatum pada semua karyawan agar segera kembali ke kantor.


vani yang terlihat masih belum pulih betul merasakan kepalanya kembali pusing, vani menghentikan kegiatannya memasukan barang barangnya ke dalam koper berwarna navy miliknya,leoni yang menyadari itu ikut menghentikan kegiatannya lalu berjalan menghampiri vani yang tampak kini telah membaringkan tubuhnya di atas ranjang.


"ada apa van? " tanya leoni yang kini telah berada di samping vani


"tidak apa aku hanya sedikit pusing" jawab vani tak ingin sahabat sahabatnya khawatir akan keadaannya meski sesungguhnya ia menyembunyikan rasa sakitnya.


"ayo bergegas ke bandara takut pesawatnya akan lepas landas dan kita akan ketinggalan pesawat" ucap vani lagi mencoba mengalihkan perhatian leoni ia tidak ingin terlihat lemah meski kenyataannya berkata lain.


tiga puluh menit waktu berlalu vani dan kedua sahabatnya baru saja tiba di bandara ketiga langsung berjalan menuju loket untuk memperlihatkan pasport mereka untuk selanjutnya di periksa sebelum mereka menaikki pesawat meninggalkan negara itu dan kembali ke Canada.


setelah melalui rentetan pemeriksaan ketiganya pun di persilahkan melalui sebuah ruangan yang akan membawa mereka langsung ke pesawat yang akan melakukan penerbangan beberapa saat lagi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


tiga jam waktu yang diperlukan vani, leoni dan indri untuk sampai di negara yang tujuan mereka rasa lelah tentu saja sudah tak bisa di ungkapkan ketiganya, bahkan kini rasa kantuk pun datang mendera seiring waktu yang sudah menunjukkan pukul 23.00 waktu setempat.


ketiganya memilih memesan taxi yang akan mengantar mereka ke tempat mereka masing masing tentu hanya vani yang berbeda arah sedangkan leoni dan indri memilih memesan taxi untuk mereka berdua.


rasa rindu ingin bertemu Crist begitu saja hadir dalam hati vani, meski suaminya itu terkesan dingin namun vani tetap saja merindukannya bahkan rasa lelah dan kantuk yang datang menyapanya ketika dirinya baru saja sampai di depan mension tiba tiba menghilang bersama hembusan angin malam.


sesampai vani di depan mension dirinya segera di sambut assisten rumah tangganya yang setia menyambut tamu yang datang, namun baru akan memberi salam pada asisten rumah tangga yang sudah berpuluh-puluh tahun melayani keluarga sang suami vani menangkap wajah yang tak biasa dari sosok wanita yang ada di hadapannya.


vani menatap intens pada sang lawan bicara yang terlihat gugup di hadapannya seakan memberi kalimat tanya pada wajahnya "apa yang terjadi? " hingga wajah sang pembantu tiba tiba berubah mengetahui yang datang adalah istri dari sang tuan muda


"nyonya muda sudah pulang" ucapan basa basi yang di lontarkan sang pembantu yang vani ketahui namanya bibi perrie itu seakan mengulur-ulur waktu


vani berjalan memasuki ruangan utama dan akan melangkah melewati ruang tengah ketika netranya menangkap dua sosok yang kini tengah asik bercumbu tanpa menyadari kehadirannya


rasa rindu yang beberapa minggu ini ia pendam kini berganti rasa kecewa yang begitu dalam bahkan kini air matanya ikut mengiringi kepedihan matanya begitu pun dengan hatinya yang begitu terasa perih seperti baru saja di sayat sembilu.


kerinduan akan sosok yang kini sedang bercumbu dengan wanita lain kini hilang ditelan luka yang terlanjur menggores perasaannya, kerinduan akan bertemu dengan sosok yang kini telah menjadi pemilik hatinya kini terhempas jauh terbawa benci yang kini mendominasi dirinya

__ADS_1


ingin rasanya ia menghampiri keduanya dan melampiaskan rasa terlukanya dengan memberikan sebuah tamparan keras pada kedua sosok yang begitu tidak tau malunya melakukan perbuatan mesum meski keduanya sadar akan posisi mereka


alih-alih memberanikan diri dengan menyapa keduanya vani justru kembali disadarkan oleh sebuah kenyataan bahwa dirinya hanyanya istri yang tak di anggap bahkan pernikahan mereka terjadi karena sebuah keterpaksaan, andaikata vani menegur keduanya bukankah ia hanya akan di abaikan bahkan ucapannya akan di anggap bisingan aingin malam


vani memilih pergi ke kamarnya membawa rasa kecewa dan luka akan sebuah penghianatan yang di lakukan oleh suaminya sendiri, jika crist memang tidak menginginkannya menjadi istrinya lantas mengapa dirinya memilih mengenalkannya pada kedua orang tuanya bahkan berani mengambil keputusan untuk menikahinya


belum redah pusing yang ia rasa di kepalanya, rasa pedih kembali menyayat hatinya membuatnya sempat berpikir mengakhiri hubungannya dengan sang suami dan memilih kembali ke Negaranya namun berkali kali vani mencoba memikirkannya hatinya tak memberi respon


hati vani memang sudah terlanjur menyanyangi crist bahkan diam diam vani telah menaruh hatinya pada sosok crist sejak pertemuan mereka pertama kali, meski vani tak pernah mengakuinya secara terang terangan namun hatinya tak bisa lagi berpindah ke lain hati.


setelah penghiatan yang di lakukan mantan kekasihnya dulu dirinya memang sempat berpikir tak ingin membuka hati lagi pada pria manapun, namun pertemuannya dengan crist membawa satu titik pengharapan bagi vani akan sebuah harapan kembali menjalin hubungan dengan seorang pria meski sejujurnya harapan itu sempat di tepis jauh oleh vani mengingat status mereka yang jauh berbeda.


dan malam ini crist kembali membawa vani pada ingatannya akan penghianatan mantan kekasihnya dulu yang tega menghianatinya meski hubungan mereka saat itu sudah memasuki tiga tahun, seketika air mata vani mengalir begitu deras membasahi wajahnya yang putih bersih rasa pusing kembali dirasakan vani bahkan kali ini tubuhnya lemas tak berdaya.


"apa salahku mengapa kisah lama yang membuatku begitu terluka kini kembali terulang" batin vani yang sudah begitu sesak hingga tak mampu lagi berucap


rasa lelah akibat menangis terlalu lama membuat vani akhirnya terlelap dalam mimpi buruknya bahkan rasa lapar tak lagi ia pedulikan baginya melupakan apa yang terjadi malam ini adalah hal yang mungkin akan sulit di lakukannya karena itu dirinya memilih tidur mencoba melupakan luka lama yang kembali menghampirinya.

__ADS_1


maafkan author yang baru up lagi ya.... 🙏🙏🙏


__ADS_2