
pergi dengan rasa kecewa meninggalkan mension dengan hati yang tercabik-cabik vani begitu rapuh saat ini dirinya benar benar tidak menyangkah hari ini begitu membuatnya memiliki pengalaman buruk
air mata tak berhenti menetes mengisyaratkan betapa dirinya lemah saat ini begitu tak mampu lagi melanjutkan langkahnya ketika sosok pendamping yang beridiri bersama dirinya di depan altar tega menampar pipinya lebih parahnya itu dilakukannya di depan selingkuhannya
wanita mana yang tak rapuh ketika suaminya lebih membelah wanita lain ketimbang istrinya, wanita mana yang tahan ketika suaminya pulang dengan selingkuhan dan berani membawa wanitanya ke rumah dimana istrinya juga tinggal disana dan wanita mana yang tak tersakiti ketika dirinya selalu di kecewakan bahkan ia harus menguatkan dan meyakinkan dirinya sendiri jika suaminya akan berubah suatu hari nanti namun pada kenyataannya ia harus berulang kali merasakan perihnya terluka
mungkinkah hubungan mereka hanya di takdirkan bertahan setahun lebih ataukah vani harus rela dirinya terluka hingga ia terbiasa di sakiti seperti ini?
hidup memang keras disaat takdir menuntutnya untuk tetap berdiri kuat dalam kenyataan hidup yang dijalaninya dunia malah menawarkan drama komedi dimana dirinya harus berpura-pura baik baik saja di depan sahabat dan keluarganya sendiri
lalu mungkinkan jiwa dan raga vani sekuat itu, bukankah dia juga manusia biasa dimana kesabarannya juga terbatas, bahkan jika wanita lain sudah akan menceritakan keburukkan sang suami pada mertuanya vani justru memilih diam seolah hubungan pernikahannya bersama crist tak pernah di terpa badai
meski kenyataan liani tetap akan tahu yang sebenarnya vani tetap akan diam seribu bahasa dan akan memilih menyembunyikan apa yang terjadi atas keluarganya
terlepas dari laporan bibi perie yang akan selalu bercerita pada sang majikannya itu sehingga liani dengan begitu jelas tahu bagaimana hubungan keduanya namun bagi vani masalah hubungannya dengan crist adalah masalah mereka dan cukup mereka yang tahu walaupun memang hal itu tentu saja tidak bisa di pastikan oleh vani sebab kenyataannya ada art nya yang juga tinggal bersama mereka dan tentu saja apa yang terjadi dalam hubungan mereka tidak akan lepas dari pengamatan dari bibi perie dan kawan-kawan
malam semakin larut vani yang sudah beberapa jam yang lalu sudah sampai di apartemen miliknya pun kini berdiri di balkon kamarnya menatap jauh kedepan menikmati gemerlap bintang bintang yang menghiasi langit malam
dering ponsel terdengar berbunyi vani hanya menatap si penelpon lalu kembali mengarahkan pandangan pada bintang bintang yang tampak begitu indah seakan sedang mengejeknya yang sedang terluka
benda pipih milik vani kembali berbunyi vani berjalan ke arah nakas kembali menatap si penelpon yang telah membuatnya malu di depan selingkuhannya vani kemudian menekan lama tombol off pada handphonenya lalu kembali meletakkannya di nakas samping ranjangnya
vani pun memilih tidur dirinya ingin tidur dan melupakan apa yang terjadi hari ini baginya masalah hari ini cukup hari ini saja besok memiliki kesusahannya sendiri
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
dua hari berlalu dan selama dua hari ini vani tak pergi ke kantor dan meminta izin pada atasannya dengan alasan dirinya tak enak badan tentu kedua sahabatnya khawatir hingga membuat mereka segera menghampiri vani di apartemennya ketika jam pulang kantor tiba
__ADS_1
vani sudah bisa menebak jika kedua sahabatnya datang ke apartemennya tentu saja keduanya akan melakukan interogasi yang berakhir curhatan indri yang tak kunjung di lamar oleh sang kekasih
menghindari itu vani pun membuat alasan jika dirinya harus pergi ke supermarket untuk membeli kebutuhan dapurnya dan pergi ke mall untuk membeli sesuatu, vani berharap dengan alasan itu keduanya akan memilih pulang ke rumah
tak di sangka keduanya justru menyambut rencana vani itu dengan semangat sebab mereka pun ingin berbelanja meski vani sedikit panik namun dirinya pun menyetujuinya
tiga puluh menit vani mengendarai mobilnya mereka pun tiba di supermarket ketiganya pun segera menjelaja mengambil barang barang sesuai kebutuhan mereka vani cukup senang kedua sahabatnya begitu baik mereka sesekali melempar tawa
setelah membeli perlengkapan dapur dan kebutuhan lainnya mereka pun kembali naik mobil menuju mall tujuan mereka selanjutnya
sesampai mereka di mall mereka pun berjalan beriringan sambil memakan snack yang mereka beli di supermarket tadi
"Zevaria? " panggil seseorang
vani yang merasa dirinya di panggil langsung menghentikan langkahnya dan berbalik menatap sosok yang memanggil namanya
"benarkah itu dirimu? " tanyanya lagi
sosok yang di panggil vani pun tersenyum dan menganggukan kepalanya tanda vani tak salah memanggil namanya
"oh jadi benar itu dirimu, apa kabar senang bisa bertemu denganmu" ucap sosok pria yang bernama jhon itu
"yha ini aku, kabarku baik dan senang bisa berjumpa denganmu" jawab vani dengan senyum manisnya
"oh iya, perkenalkan ini sahabatku" ucap vani kemudian memperkenalkan indri dan leoni bergantian
"senang bertemu dengan kalian" kata jhon
__ADS_1
baru akan menjawab ucapan itu
seorang anak berlari memangil kearah jhon dengan panggilan daddy
"daddy,,, daddy" ucap sang anak itu
jhon yang mendengar itu pun Berjongkok menyambut sang anak lalu memeluknya
"anakmu? " tanya vani melihat interaksi keduanya begitu akrab
"yes, this my daddy" ucap sang anak laki-laki itu yang usianya kira kira tiga tahunnan
vani tersenyum menanggapi jawaban anak itu
"sepertinya kami harus pergi, mommynya pasti sudah menunggu" ucap jhon kemudian
"oh baiklah kami pun juga harus pergi" balas vani
mereka pun berpisah di tempat itu
"siapa dia? " tanya leoni hanya ingin tahu
"jhon alexi teman lamaku" jawab singkat vani
leoni hanya ber oh menanggapi jawaban vani
ketiganya pun kemudian memasuki sebuah toko baju untuk memilih beberapa baju yang mereka rasa cocok untuk mereka
__ADS_1
meski rasa kecewanya pada crist belum hilang namun vani merasa bersyukur ada kedua sahabatnya yang selalu menemaninya dan membuatnya sedikit melupakan sakit hatinya pada crist dan juga celine wanita tak tahu malu itu
satu jam kemudian mereka pun memutuskan untuk kembali setelah ketiganya selesai berbelanja