Menikah Dengan Boss Dingin

Menikah Dengan Boss Dingin
Teman Lama


__ADS_3

pergi dengan rasa kecewa meninggalkan mension dengan hati yang tercabik-cabik vani begitu rapuh saat ini dirinya benar benar tidak menyangkah hari ini begitu membuatnya memiliki pengalaman buruk


air mata tak berhenti menetes mengisyaratkan betapa dirinya lemah saat ini begitu tak mampu lagi melanjutkan langkahnya ketika sosok pendamping yang beridiri bersama dirinya di depan altar tega menampar pipinya lebih parahnya itu dilakukannya di depan selingkuhannya


wanita mana yang tak rapuh ketika suaminya lebih membelah wanita lain ketimbang istrinya, wanita mana yang tahan ketika suaminya pulang dengan selingkuhan dan berani membawa wanitanya ke rumah dimana istrinya juga tinggal disana dan wanita mana yang tak tersakiti ketika dirinya selalu di kecewakan bahkan ia harus menguatkan dan meyakinkan dirinya sendiri jika suaminya akan berubah suatu hari nanti namun pada kenyataannya ia harus berulang kali merasakan perihnya terluka


mungkinkah hubungan mereka hanya di takdirkan bertahan setahun lebih ataukah vani harus rela dirinya terluka hingga ia terbiasa di sakiti seperti ini?


hidup memang keras disaat takdir menuntutnya untuk tetap berdiri kuat dalam kenyataan hidup yang dijalaninya dunia malah menawarkan drama komedi dimana dirinya harus berpura-pura baik baik saja di depan sahabat dan keluarganya sendiri


lalu mungkinkan jiwa dan raga vani sekuat itu, bukankah dia juga manusia biasa dimana kesabarannya juga terbatas, bahkan jika wanita lain sudah akan menceritakan keburukkan sang suami pada mertuanya vani justru memilih diam seolah hubungan pernikahannya bersama crist tak pernah di terpa badai


meski kenyataan liani tetap akan tahu yang sebenarnya vani tetap akan diam seribu bahasa dan akan memilih menyembunyikan apa yang terjadi atas keluarganya


terlepas dari laporan bibi perie yang akan selalu bercerita pada sang majikannya itu sehingga liani dengan begitu jelas tahu bagaimana hubungan keduanya namun bagi vani masalah hubungannya dengan crist adalah masalah mereka dan cukup mereka yang tahu walaupun memang hal itu tentu saja tidak bisa di pastikan oleh vani sebab kenyataannya ada art nya yang juga tinggal bersama mereka dan tentu saja apa yang terjadi dalam hubungan mereka tidak akan lepas dari pengamatan dari bibi perie dan kawan-kawan


malam semakin larut vani yang sudah beberapa jam yang lalu sudah sampai di apartemen miliknya pun kini berdiri di balkon kamarnya menatap jauh kedepan menikmati gemerlap bintang bintang yang menghiasi langit malam


dering ponsel terdengar berbunyi vani hanya menatap si penelpon lalu kembali mengarahkan pandangan pada bintang bintang yang tampak begitu indah seakan sedang mengejeknya yang sedang terluka


benda pipih milik vani kembali berbunyi vani berjalan ke arah nakas kembali menatap si penelpon yang telah membuatnya malu di depan selingkuhannya vani kemudian menekan lama tombol off pada handphonenya lalu kembali meletakkannya di nakas samping ranjangnya


vani pun memilih tidur dirinya ingin tidur dan melupakan apa yang terjadi hari ini baginya masalah hari ini cukup hari ini saja besok memiliki kesusahannya sendiri


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


dua hari berlalu dan selama dua hari ini vani tak pergi ke kantor dan meminta izin pada atasannya dengan alasan dirinya tak enak badan tentu kedua sahabatnya khawatir hingga membuat mereka segera menghampiri vani di apartemennya ketika jam pulang kantor tiba

__ADS_1


vani sudah bisa menebak jika kedua sahabatnya datang ke apartemennya tentu saja keduanya akan melakukan interogasi yang berakhir curhatan indri yang tak kunjung di lamar oleh sang kekasih


menghindari itu vani pun membuat alasan jika dirinya harus pergi ke supermarket untuk membeli kebutuhan dapurnya dan pergi ke mall untuk membeli sesuatu, vani berharap dengan alasan itu keduanya akan memilih pulang ke rumah


tak di sangka keduanya justru menyambut rencana vani itu dengan semangat sebab mereka pun ingin berbelanja meski vani sedikit panik namun dirinya pun menyetujuinya


tiga puluh menit vani mengendarai mobilnya mereka pun tiba di supermarket ketiganya pun segera menjelaja mengambil barang barang sesuai kebutuhan mereka vani cukup senang kedua sahabatnya begitu baik mereka sesekali melempar tawa


setelah membeli perlengkapan dapur dan kebutuhan lainnya mereka pun kembali naik mobil menuju mall tujuan mereka selanjutnya


sesampai mereka di mall mereka pun berjalan beriringan sambil memakan snack yang mereka beli di supermarket tadi


"Zevaria? " panggil seseorang


vani yang merasa dirinya di panggil langsung menghentikan langkahnya dan berbalik menatap sosok yang memanggil namanya


"benarkah itu dirimu? " tanyanya lagi


sosok yang di panggil vani pun tersenyum dan menganggukan kepalanya tanda vani tak salah memanggil namanya


"oh jadi benar itu dirimu, apa kabar senang bisa bertemu denganmu" ucap sosok pria yang bernama jhon itu


"yha ini aku, kabarku baik dan senang bisa berjumpa denganmu" jawab vani dengan senyum manisnya


"oh iya, perkenalkan ini sahabatku" ucap vani kemudian memperkenalkan indri dan leoni bergantian


"senang bertemu dengan kalian" kata jhon

__ADS_1


baru akan menjawab ucapan itu


seorang anak berlari memangil kearah jhon dengan panggilan daddy


"daddy,,, daddy" ucap sang anak itu


jhon yang mendengar itu pun Berjongkok menyambut sang anak lalu memeluknya


"anakmu? " tanya vani melihat interaksi keduanya begitu akrab


"yes, this my daddy" ucap sang anak laki-laki itu yang usianya kira kira tiga tahunnan


vani tersenyum menanggapi jawaban anak itu


"sepertinya kami harus pergi, mommynya pasti sudah menunggu" ucap jhon kemudian


"oh baiklah kami pun juga harus pergi" balas vani


mereka pun berpisah di tempat itu


"siapa dia? " tanya leoni hanya ingin tahu


"jhon alexi teman lamaku" jawab singkat vani


leoni hanya ber oh menanggapi jawaban vani


ketiganya pun kemudian memasuki sebuah toko baju untuk memilih beberapa baju yang mereka rasa cocok untuk mereka

__ADS_1


meski rasa kecewanya pada crist belum hilang namun vani merasa bersyukur ada kedua sahabatnya yang selalu menemaninya dan membuatnya sedikit melupakan sakit hatinya pada crist dan juga celine wanita tak tahu malu itu


satu jam kemudian mereka pun memutuskan untuk kembali setelah ketiganya selesai berbelanja


__ADS_2