
Tiga bulan berlalu dan hari ini memasuki bulan desember itu pertanda sebentar lagi Natal, hari raya umat nasrani yang paling ditunggu-tunggu oleh setiap umat yang merayakannya tidak terkecuali vani, leoni dan indri hari dimana mereka akan segera berkumpul dengan keluarganya adalah hal yang paling membahagiakan mereka.
Hampir 11 bulan berpisah membuat ketiganya begitu merindukan kebersamaan dengan keluarga mereka masing-masing. Jika sebelumya mereka akan kembali seminggu sebelum malam natal untuk tahun ini mereka merencanakan pulang ke indonesia 2 minggu sebelum natal untuk berkumpul dan mengunjungi keluarga mereka yang jauh. Memang bukan hal yang gampang menahan rindu selama ini, apalagi ketiganya akan pulang setahun sekali,
********
Pagi ini langit tampak cerah, awan biru menghiasi dihampir semua langit kanada, sang surya bersinar ditempatnya, kicauan-kicauan burung diudara menjadi melodi yang indah dihari in, kendaraan mulai memenuhi jalan raya, setiap orang memulai aktivitasnya dengan semangat.
Kanada memang negara yang indah, penduduknya ramah, ditambah lagi tempat wisata yang begitu banyak dan menarik, meskipun negara ini memiliki iklim yang sangat dingin dan letaknya berada paling utara namun banyak orang yang ingin berkunjung di negara ini.
Ketika semua orang bersemangat menyambut hari ini, vani justru sebaliknya, ia masih nyaman berada di ranjangnya ia bahkan semakin menutup tubuhnya, hingga suara dering ponelnya berbunyi
“hallo” suara serak vani khas seperti orang yang baru bangun tidur.
“vani, jangan bilang kamu belum bersiap-siap” ucap leoni mendengar suara sahabatnya yang baru terdengar seperti orang yang baru bangun tidur.
“aku masih mengantuk” balas vani dengan nada merengek seakan tak ingin di ganggu
“astaga, vani kamu bisa terlambat datang di kantor kamu jangan sampai lupa hari ini presdir akan mengadakan rapat dengan seluruh divisi-divisi yang ada dikantor termasuk kita” jelas leoni.
“really? I’m dead” ucap vani melepas selimutnya setelah tahu hari ini akan diadakan rapat dikantornya.
30 menit berlalu, vani kini telah berada diparkiran dengan tergesa-gesa dia melangkah sedikit berlari menuju ruangan rapat, sesekali dia mengucap doa semoga rapatnya belum dimulai, saat akan memasuki lift tanpa sadar ada sosok pria yang berdiri dibelakang ditemani beberapa pria bertubuh tegap, memakai jas hitam dan kacamata hitam bertengker dihitung. Seakan tak terusik dan tak mau peduli siapa yang ada dibelakangnya vani memasuki lift ketika pintu lift itu terbuka dan baru sadar jika yang ada dibelakangnya adalah presdir
“oh, mon Dieu. Est ce la fin de ma vie, vais je être virê aujourd’hui?” (oh, Tuhan. Apakah ini akhir dari hidupku, apakah aku akan di pecat hari ini?) batin vani dilanda rasa gugup dan takut, gugup karena ia dapat melihat dan menatap presdir yang tampan bak model dengan jarak yang dekat, dan takut karena ia dengan berani tidak memberi jalan masuk terlebih dahulu pada presdirnya itu.
Masih sibuk dengan pikirannya sendiri, lift bunyi menandakan mereka telah sampai dilantai yang dituju segera pria-pria bertubuh tegap itu mendahului tuan mereka, dan vani adalah orang yang terakhir keluar dari sana.
__ADS_1
Vani bergegas menuju ruangan rapat, namun sayang presdir yang telah sampai duluan diruangan rapat menatap tajam pada dirinya yang baru saja sampai diruangan itu.
Dengan napas yang terpengal-pengal ia mencoba terus berjalan menuju tempat disamping sahabatnya, leoni yang menatap vani yang datang terlambat melototkan matanya seakan memberi pertanyaan “mengapa bisa terlambat” namun yang ditatap hanya diam dan menunduk.
Terdengar suara cool sang presdir memberi arahan kepada direktur- direktur yang ada disana untuk menanamkan disiplin dalam pribadinya dan juga pada bawahannya agar selalu datang tepat waktu.
Mendengar itu vani yang merasa dirinya disinggung hanya bisa menunduk dan terdiam ditempatnya. Setelah selesai memberi arahan dan meminta seiap direktur untuk melaporkan kinerja setiap divisi pada rapat nanti presdir mempersilahkan para direktur untuk bertanya jika ada yang ingin ditanyakan padanya,
“tidak ada” serentak semua direktur berseru agar segera keluar dari ruangan yang begitu mencekam itu.
“rapat cukup sampai disini” ucap krist dengan lantang dan dingin
“jika sudah tidak ada yang perlu ditanyakan silahkan tinggalkan ruangan ini , kecuali yang datang terlambat hari ini” crist kembali berucap dan ucapannya membuat semua yang ada disana menatap malang pada vani
Vani menatap pada sahabat-sahabatnya bahkan menatap Alexa seakan meminta bantuan namun seolah tidak mau ikut campur dan tidak mau mendapat masalah Alexa,leoni,indri dan teman-teman sedivisi yang sama memilih meninggalkanya.
“kalian boleh keluar” perintah crist pada para penjaganya.
“dari divisi mana”pertanyaan crist sekaligus membuka percakapan
“ke,,keuangan” jawab vani gugup
“lain kali jika masih terlambat tidak usah mengikuti rapat dan bersihkan saja tempatmu, kamu digaji untuk bekerja tepat waktu bukan datang ketika atasanmu sudah lebih dulu datang” ucap crist penuh ketegasan dan jangan lupakan tatapan tajamnya pada vani sementara yang ditatap hanya menunduk karena takut.
“mengerti?” lagi-lagi crist membentak vani
“me,,mengerti pak” jawab vani terbata-bata
__ADS_1
“kamu boleh keluar” crist berucap
“terimakasih pak” balas vani dan segera melangkah keluar
Ditempat berbeda seluruh karyawan divisi keuangan sadang menanti kedatangan vani dengan gelisah tim yang beranggotakan tujuh orang itu kompak berdiri ditempatnya seakan sedang menunggu seseorang yang penting. Tak berselang lama yang dinanti tiba melihat vani yang datang dengan wajah yang murung dan lesuh membuat leoni dan indri takut.
“kamu tidak apa-apa? Apa yang terjadi?kamu dipecat? Dan rentetan-rentetan pertanyaan yang ditanyakan leoni dan indri bahkan Alexa ikut menyumbang pertanyaan.
Bukannya menjawab vani malah menarik nafas panjang dan menghembuskannya
Namun melihat semua wajah yang menatapnya seakan meminta jawaban vani pun menjawab
“aku baik-baik saja dan tidak terjadi apa-apa aku juga tidak dipecat pak presdir hanya marah padaku” jelas vani
“kamu beruntung sekali vani, asal kamu tahu kemarin dari divisi lain ada beberapa karyawan yang dipecat presdir karena terlambat datang ke kantor” ucap alexa memberi penjelasan bahwa vani sosok wanita yang beruntung karena tidak dipecat presdis meskipun sudah dua kali membuat kesalahan.
“benarkah?” tanya leoni dan indri bersamaan sedikit tidak percaya pada ayang baru saja mereka dengar.
“ya, apa yang baru saja aku katakan itu benar”
Belum selesai alexa berbicara suara serak dan dingin terdengar di bibir pintu
“kalian digaji bukan untuk bergosip, jika sudah tidak ingin bekerja disini silahlkan buat surat pengunduran diri kalian” semua mata tertuju pada asal suara yang sedang menatap penuh amarah pada mereka.
“maafkan kami pak” ucap alexa dengan takut mewakili yang lain
Tidak banyak yang tau jika alexa adalah sepupu dari crist hanya baik alexa maupun crist tidak pernah menunjukkan keakraban mereka, alexa adalah keponakan dari liani ibu kandung crist. Alexa sudah menikah dan memiliki satu orang putra yang sangat lucu berusia 2 tahun.
__ADS_1