Menikah Dengan Boss Dingin

Menikah Dengan Boss Dingin
Keributan


__ADS_3

Sedalam apapun crist menyembunyikan pertunangannya namun pada akhirnya terendus juga bahkan kabar itu pun sampai di telinga celine dan tentu saja itu menjadi kabar yang paling dibenci celine. Dengan marah celine menyuruh orang untuk mencari tahu siapa wanita yang berhasil merebut crist darinya.


Tak butuh waktu yang lama baginya untuk mendaptkan informasi itu dan sudah bisa dipastikan kemarahan celine saat mengetahui jika calon istri crist tidak lain adalah bawahannya, celine tersenyum sinis setelah mendengar informasi yang diberikan oleh orang yang ia sewa.


“apa kekuranganku crist hingga wanita rendahan itu yang kamu pilih untuk menjadi calon istrimu” batin celine


Celine bergegas menuju kantor crist untuk menemui crist ingin menanyakan apakah benar kabar yang ia terima ia juga telah meminta foto dan identitas vani


30 menit mengendarai mobilnya celine tiba di kantor crist ia segera menuju ruangan crist dengan menaiki lift langkah yang cukup cepat mengantarnya keruangan mantan kekasihnya itu.


Namun sayang baru saja tiba diruang crist dan langsung masuk tanpa mengetuk pintu ruangan milik crist tampak sepi tak berpenghuni, “kosong, apakah crist sedang rapat ?” batin celine. kecewa karena tak berhasil bertemu crist langkah celine kini menuju ruang divisi keuangan dengan langkah sedikit berlari celine memasuki lift yang akan membawanya keruangan vani.


Sementara diruangan divisi keuangan semua karyawan sedang sibuk mengerjakan pekrjaan masing-masing tak terkecuali vani dan sahabat-sahabatnya yang tengah serius menatap layar kaomputer dan sibuk mengetikan angka-angka pada keyboard tanpa mempedulikan siapa yang baru saja memasuki ruangan itu.


Celine menuju kubikel vani dan menarik rambut vani sontak semua yang ada disana kaget akan perlakuan celine yang dianggap tidak sopan itu. Bahkan indri dan leoni sudah berdiri dan membantu vani melepas tangan celine dari rambutnya.


“dasar perempuan murahan” ucap celine dengan wajah yang sudah memerah tanda ia benar- benar marah.


“harusnya kamu sadar posisi kamu disini hanya sebagai karyawan tidak lebih jangan berharap kamu dapat bersanding dengan crist itu hanya akan jadi mimpi” celine kembali berucap


semua yang ada disana mengerti alasan celine datang dan membuat kekacauan ditempat itu tidak lain adalah karena cemburu karena crist lebih memilih vani dibanding dirinya, semua karyawan yang ada di divisi keuangan memang sudah mengetahui rencana pernikahan crist dan vani hal itu tentu saja karena indri yang menyebar kabar itu melalui chat group namun divisi- divisi lain mungkin belum ada yang mengetahui.

__ADS_1


Namun kini semua sudah tersebar dan tentu saja keributan yang ditimbulkan celine membuat divisi-divisi lain datang keruangan vani untuk melihat apa yang sedang terjadi, untung saja alexa dengan cepat datang ketempat itu dan membubarkan semua karyawan yang sudah berkumpul di depan ruangan divisi keuangan.


“ celine ada apa ini?” tanya alexa sambil menghampiri vani


“aku hanya memperingatkan wanita ini agar tidak berani bermimpi untuk bersanding dengan crist” jawab celine dengan santai tanpa dosa.


“kamu tahu ini kantor, kamu tidak seharusnya membuat keributan dan mengganggu pekerjaan orang lain disini”. Ucap alexa dengan nada suara yang sedikit meninggi


Sementara vani hanya terdiam ditempatnya dan tak berani mengeluarkan sepata kata pun hatinya masih terlalu kacau pertanyaan demi pertanyaan mulai memenuhi otaknya,


Alexa masih mencoba mengusir celine dari sana dan tiba-tiba terdengar suara langkah kaki menuju kearah mereka


“aku baru saja memberi pelajaran pada wanita murahan ini untuk tidak bermimpi memilikimu” ucap celine tanpa rasa malu


Vani tampak menahan emosinya, dan saat ini rasanya ia ingin segera pulang meninggalkan dua sosok yang ada didepannya itu.


Crist menarik tangan celine meninggalkan ruangan itu dan menuju ruangan crist.


Alexa menghampiri vani dan merapikan rambutnya yang tampak berantakan kerena celine. Kini vani dan teman sekerjanya bisa melanjutkan pekerjaan mereka meski mood vani terganggu namun ia memilih menyelesaikan pekerjaanya.


“aku akan menikah, kamu tidak punya hak apapun atas kehidupanku” uap crist ketika ia dan celine sudah berada di ruangan crist.

__ADS_1


“tapi bagaimana dengan aku, aku masih menyanyangimu” kata celine


“lupakan aku dan carilah pria yang lain” jawab crist dengan santainya.


“tapi...”belum habis celine berkata crist sudah memotongnya


“aku masih memiliki jadwal rapat hari ini bisa tolong kamu keluar dari ruangan saya?” ucap crist tanpa menatap celine dan lebih memilih membaca dokumen yang ada di mejanya.


“kamu akan menyesal crist “ ucap celine sebelum meninggalkan ruangan crist.


*****************


Waktu terus bergerak tanpa terasa sang waktu telah menunjukkan pukul 17.00 vani bergegas menyusul sahabat dan karyawan lain yang sudah lebih dulu pulang. Vani masuk kedalam lift yang akan mengantarnya kelantai dasar tanpa memperhatikan siapa yang di dalam terlalu sibuk memperhatikan dokumen yang ada di tanggannya sampai ia tidak sadar bahwa cristlah yang berada disampingnya.


Crist terdiam tak membuka suara memperhatikan gerak gerik vani yang masih saja sibuk dengan pekerjaan meski sudah waktunya kembali. Crist tampak memperhatikan wajah vani yang tampak tergores benda tajam ya siapa lagi pelakunya kalau bukan celine, goresan itu terjadi karena celine menarik rambut vani dan kuku celine mengenai wajah vani.


“ting” lift terbuka menandakan mereka sudah smpai dilantai dasar namun diluar dugaan crist menarik vani yang sontak saja kaget dan baru menyadari jika yang bersamanya di dalam lift adalah bosnya.


Crist membawa vani masuk ke mobilnya mengambil plester luka dan menempelkanya pada wajah vani yang terluka setelah selesai menempelkannya crist menyuruh vani keluar dari mobilnya


“terimakasih” ucap vani sebelum keluar dari mobil crist dengan perasaan yang kacau

__ADS_1


__ADS_2