Menikah Dengan Boss Dingin

Menikah Dengan Boss Dingin
Hal Menyakitkan


__ADS_3

pagi harinya vani terbangun, ia memperhatikan sekelilingnya tak ada lagi bibi perie di sampingnya, vani yakin bibi perie sudah berada di mension membersihkan seluruh ruangan yang digunakan teman teman suaminya untuk berpesta semalam.


vani pun membersihkan kamar bi perie mengambil barang barangnya lalu keluar dari sana untuk segera ke kamarnya bersiap ke kantor agar dirinya tak sampai terlampat


vani melangkahkan kakinya menuju ruang tengah dimana ruangan itu terdapat tangga yang akan membawanya ke kamarnya, tak ingin membuang waktu dirinya pun segera menaikki tangga satu demi satu hingga dirinya pun sampai dilantai dua, vani melewati kamar crist yang pintunya tak tertutup rapat, mengabaikan hal itu tentu pilihan vani saat ini dirinya tak ingin tahu atau tak ingin peduli apa yang dilakukan suaminya.


semua teman temannya tentu sudah kembali ke rumah mereka masing masing tentu saja di mension itu hanya ada crist, dirinya dan juga assisten rumah tangga yang sudah mulai bekerja pikir vani. ia pun melanjutkan langkahnya menuju kamarnya vani memilih membersihkan tubuhnya mengingat waktu kian mepet dan dirinya harus segera berangkat ke kantor


tiga puluh lima menit kemudian vani sudah siap berangkat ke kantor dan dirinya pun dengan buru buru keluar dari kamar untuk segera ke kantor namun sebelumnya ia akan sarapan dulu mengingat sejak semalam dirinya belum memasukan makanan kedalam perutnya


vani kembali melewati kamar crist dan kali ini vani meruntuki rasa penasarannya yang tak mampu lagi ia abaikan bahkan naluri membawanya membuka pintu kamar yang tak tertutup rapat itu,


pintu terbuka vani memperhatikan suasana di dalam kamar hingga matanya menatap dua sosok yang kini tengah tertidur di ranjang yang sama dan parahnya sosok lelaki yang tengah tertidur itu tak mengenakan baju


keterkejutan vani tak mampu membuatnya tak mengeluarkan suaranya meski itu hanya tarikan nafas yang dalam, entah sudah berapa kali di kecewakan namun kali ini vani tak bisa lagi menahan emosi yang kian memuncah dalam dirinya, wajahnya memerah bagai udang rebus jantungnya berpacu cepat kakinya gemetaran bersama dengan air mata yang kini tak bisa lagi ia sembunyikan


vani masih menatap keduanya suara yang dihasilkan dari tarikan napasnya membuat sosok laki laki yang berstatus suaminya itu terganggu dan mulai membuka matanya, hal yang sama dirasakan crist dirinya terkejut akan kehadiran vani di ambang pintu kamarnya


crist menoleh ke samping ada celine di sana sosok wanita yang sedang tertidur tanpa merasa terganggu dengan suasana mencekam yang kini sedang melanda kamar itu, vani berbalik meninggalkan kamar crist dengan segudang kekecewaan sementara crist kembali tidur melupakan vani

__ADS_1


mood vani benar benar hancur saat ini, dirinya tak lagi berniat ke kantor ia kembali masuk kedalam kamarnya hatinya kembali tersayat meski luka beberapa bulan yang lalu belum juga kering untuk beberapa saat ia mencoba menenangkan dirinya berpikir langkah apa yang harus ia ambil


bagaimana pun ia adalah seorang istri, istri mana yang bisa tenang jika suaminya tidur dengan wanita lain apalagi itu di istananya sendiri, kali ini vani begitu keras berpikir jika dirinya benar telah menjadi penghalang antara crist dan celine dan seberapa kali pun ia mencoba berharap jika suatu saat crist akan memandangnya sebagai istri namun sampai hari ini pun keberadaannya tidak lebih adalah istri di atas kertas


berkali kali vani menarik napas meredam emosinya namun tak berhasil juga pikiran untuk mengakhiri pernikahannya kini hadir dalam benaknya, jika crist tak bisa menerima kehadirannya sebagai istri bukankah ia terlalu egois untuk mempertahankan pernikahan yang sejak awal tak pernah ada cinta di dalamnya.


kesabaran vani menghadapi crist kini benar di uji jika perselingkuhan yang terjadi di luar rumah mungkin ia masih bisa terima namun jika istananya menjadi tempat untuk memadu kasih antara suaminya dan selingkuhannya maka ia wanita biasa yang harus mengambil sikap untuk mundur


bahkan kalimat yang selama ini menjadi pegangannya harus ia praktekan hari ini juga "bertahanlah semua akan baik baik saja, jika sudah waktunya menyerah, menyerahlah tanpa harus meninggalkan penyesalan".


apakah setelah ini semua akan baik baik saja atau sebaliknya, ataukah ia harus menyerah dan tidak akan menyesal pada akhirnya, vani butuh ketenangan hari ini ia tidak bisa terus berada dalam situasi yang menurutnya begitu buruk


pintu kamar vani terbuka bertepatan bibi perie yang juga baru keluar dari kamar crist, bibi perie yang memiliki tujuan awal ingin mengantarkan kopi pada tuan mudanya hampir saja menjatuhkan nampannya ketika melihat crist dan celine yang berada dalam satu ranjang dengan pelan bibi perie kembali keluar dari kamar


" nyonya muda mau kemana? " tanya bibi perie yang khawatir


"bibi saya ingin menenangkan diri dulu" jawab vani lalu menuruni tangga di ikuti bibi perie


"tapi kemana nyonya muda" bibi perie tidak berhenti bertanya

__ADS_1


"maaf bibi saya tidak bisa memberitahu jika crist bertanya tentang saya bibi cukup menjawab tidak tahu saja" ucap vani dengan tangisnya


"baik nyonya muda"


vani pun keluar dari rumah, bibi perie dan assisten rumah tangga yang lainnya ikut mengantar vani sampai di depan rumah


"temui aku di apartemen ku jika sudah pulang kantor, dan sampaikan pada alexa aku tidak masuk kantor hari ini" pesan vani yang ia kirim lewat sebuah grub yang berisikan tiga orang itu


Sepanjang perjalanan yang di tempuh vani menuju apartemennya ia hanya di temani radio yang sedang memutar lagu berjudul "secret love song" yang di populerkan oleh little mix sesekali vani menarik napasnya lalu menghembuskannya asal.


masih mungkinkah ia berharap pada crist yang jelas jelas tak mencintainya, masih adakah kemungkinan hatinya menerima kehadiran crist setelah apa yang ia lakukan selama ini


🥺


😢


🥺


🥺

__ADS_1


kalau komentnya sudah lebih dari 10 baru author up lagi🤭


__ADS_2