
Air sedang bermain bersama Janu di ruang televisi , mereka sedang menunggu kepulangan Bumi dari kantornya .
Sudah beberapa hari ini Bumi memintanya untuk tidak pergi ke tokonya untuk alasan yang dia tidak tahu . Rencananya sore ini dia akan kembali membicarakan hal ini pada suaminya .
Tidak mungkin ia berdiam diri di rumah seperti ini terus karena makin hari perkembangan tokonya semakin maju dengan pesat . Untung saja Deniel tak pernah mengeluh jika ia mintai bantuan .
" Sayangggg ... "
Air lega ketika sudah mendengar suara sang suami . Pria itu menepati janjinya untuk tidak pernah lembur ketika dia berdiam diri di apartemen .
" Ehhh .. kok kesini sih !! Mandi dulu sana , jangan pegang Dede dulu soalnya Mas bau keringat "
" Iyaaaaaaa .... "
Bumi menuruti perintah istrinya yang tidak mengijinkan dia menyentuh Janu sebelum membersihkan dirinya . Air memang selalu tegas jika itu menyangkut putranya .
" Dede papa kangen banget sama Dede , kok tadi siang nggak main ke kantor Papa ? "
Setelah selesai membersihkan diri ia segera turun untuk bermain dengan anak dan istrinya . Bumi mencium satu persatu kening dua orang yang paling ia cintai itu .
" Pagi tadi Mama sama Papa Alfian kesini Mas , katanya sih kangen banget sama Janu ! Tadi sih mereka sempat meminta kita untuk kembali ke kediaman Adipraja "
" Terus !? "
" Ya kalau aku sih ikut Mas aja "
__ADS_1
Bumi merasa akhir akhir ini papanya memang terlalu menjaga anak dan istrinya . Dia tahu karena dia sudah mengenal orang orang terbaik Papanya , yang beberapa hari ini bersiaga di manapun Air dan Janu berada tentu saja tanpa sepengetahuan sang istri .
" Papa dan Mama seharian ini menemani kami . Mereka aja pulang habis Ashar , udah sore . Kok aku merasa sedikit aneh ya Mas " kata Air sambil mencubit lengan pria halalnya karena menggoda putra mereka sampai hampir menangis .
" Gemes banget aku sama Dede yank ! Ini badan tambah makin bunder aja perasaan .. ehh tadi tanya apa yank !? "
" Aku kok merasa kamu sama Papa sama sama sedang menyembunyikan sesuatu . Sepertinya akhir akhir ini kalian terlalu berlebihan menjaga kami "
" Tidak ada yang berlebihan jika itu menyangkut kamu sama Janu ? Kami pria Adipraja akan menjaga wanita dan penerus kami dengan nyawa kami , itu yang perlu kau tahu "
" lyaaaaa ... !! Mas mau dibikin kopi apa teh ? Sekalian aku mau ambil buah buat Dede "
" Samain kaya Dede aja deh , kita makan buah sama sama ya De ! Biar Papa gendut kaya Dede . Buah apa sih Yank ? "
" Ubi manis sama keju , mau ? "
Air segera ke dapur untuk menyiapkan cemilan sore untuk anak dan suaminya .
" Sini Yank aku aja yang suapin Dede , kamu bisa masak buat nanti malam "
" Ehmmm ... kita pesan aja ya "
" Kamu sakit !? "
" Enggak ... itu ehmm "
__ADS_1
" Lagi pengen !? "
Air mengangguk malu , karena hanya ini satu satunya jalan agar dia bisa membujuk suaminya . Agar ia bisa kembali beraktifitas seperti biasa .
Bumi menghambur memeluknya dengan tawa lebar . Dia suka jika melihat raut Air dengan wajah malu malu , terlihat sangat cantik menurutnya .
" Mau disini saja apa ke atas ? "
" Terserah " jawab Air dengan wajah yang sudah sepenuhnya memerah .
" Mas boboin Dede dulu ya , kayanya habis ngemil ngantuk dia . Dede bobok ya ... Mama lagi pengen manja sama Papa dulu . Kamu mandi dulu aja Yank , yang wangi terus pakai baju yang kemarin kita pesan online ya "
" He em "
Bumi menghela nafas ketika istrinya sudah pergi ke atas untuk membersihkan diri . Dia tahu pasti Air ingin membujuknya . Air sangat ingin kembali pada aktivitasnya seperti semula .
Sebenarnya ia sangat ingin melarang , ia masih ingat dengan dua mobil yang pernah mengikutinya dulu . Ada orang yang berniat tidak baik pada dirinya dan sang istri .
Tapi ia tidak mungkin mengurung Air terus terusan . Hal itu pasti akan membuat hidup Air tidak nyaman . Akhirnya ia mengambil ponselnya untuk menelpon Adam .
" Halo Dam , mulai besok bini gue udah kembali ke toko . Gue harap elo tahu tugas elo "
" Siap bos !! Nggak usah khawatir , gue jagain bini elo "
Bumi mencium pipi gembul putranya yang sudah tertidur lelap . Dan senyumnya mengembang melihat sang istri yang menuruni tangga dengan lingerie transparan warna hijau terang .
__ADS_1
" Dede anteng ya , Papa mau manjain Mama dulu sebentar ... eh lama kayanya De ! Mama nggemesin banget "