
Adam berkali kali mengumpat ketika ponselnya terus saja berdering , ia tahu benar siapa yang sudah menghubunginya dini hari seperti ini . Serba salah untuknya , diangkat pasti ujung ujungnya dia akan kesusahan . Tidak diangkat pasti paginya dia akan diamuk oleh singa gunung .
" Halo ...Apa sih elo !! Jam satu pagi gini ganggu orang tidur "
Adam sudah hafal jika pagi pagi begini Bumi menghubunginya pasti hanya akan membuatnya repot . Sejak kehamilan sang istri Bumi selalu saja mengganggunya dengan hal hal yang tak masuk akal baginya .
" Cariin gue soto Lamongan sekarang !! Gue laper banget "
" Ckk .. kali laper makan nasi aja kenapa sih ! Elo belom jatuh miskin kan sampai ngga punya makanan di rumah elo !? "
" Udah cepetan !! "
" Tapi jam segini gue harus nyari di mana !! "
" Ya mana gue tahu "
Dan setelahnya pria menyebalkan itu langsung menutup telponnya . Terpaksa Adam keluar untuk mencari apa yang di mau sahabatnya yang gila itu .
Beberapa saat kemudian ponselnya kembali berdering .
" Apalagi sih B !! Berisik pagi pagi nelpon terus !! "
" Tuan Adam ... "
Adam terkejut ketika bukan suara Bumi yang terdengar dari seberang sana . Tapi suara salah seorang informannya .
" Ada apa "
" Nona Narra meninggal dunia tadi jam setengah satu dini hari . Dia mengalami pendarahan ketika melahirkan "
DEGGHH ...
" lnalilahi wainalilahirojiun ... "
__ADS_1
Walau tidak menyukai Narra tapi Adam tak mengira akan seperti ini akhirnya .
" Bagaimana dengan bayinya !? "
" Prematur tujuh bulan dalam kandungan , sepertinya masih ada di inkubator "
Adam menghela nafas panjang , begitu tragis nasib wanita cantik itu . Masa mudanya direnggut oleh orang tuanya sendiri , dia dijual hanya untuk kepentingan bisnis semata .
Pernikahan pertamanya seperti neraka karena sang suami sudah mempunyai seorang istri dan ditambah Reynand yang tidak pernah mau menyentuhnya .
Hidupnya hanya untuk kesenangan semata , uangnya dihamburkan untuk menyewa laki laki muda penghangat ranjangnya . Dan akhirnya dia jatuh pada seorang psikopat gila bernama Terra .
" B ... ada kabar duka " akhirnya Adam mengabari Bumi tentang hal ini .
" Jangan bilang elo nggak Nemu sotonya "
" Narra meninggal ... "
" Gue nggak pernah mainin nyawa orang B !! Dia meninggal karena pendarahan setelah melahirkan bayinya yang prematur "
" Inalilahi Wainalilahirojiun ... Kita bicarakan ini besok "
Adam tahu walaupun Bumi sangat membenci Narra tapi mau tidak mau wanita itu pernah menjadi bagian dari masa lalunya . Seperti dirinya , Bumi pasti juga sangat kaget mendengar kabar tak terduga ini .
*
Di depan ruang NICU tampak seorang wanita dan seorang pria duduk di sebuah bangku panjang . Wajah mereka tampak begitu lelah dan khawatir .
" Apa tuan yakin baik baik saja jika menunggu di sini !? Udara di sini dingin sekali , saya takut tuan malah akan jatuh sakit jika memaksakan diri "
" Aku menunggu putraku !! "
Luna menghembuskan nafasnya , pria angkuh itu terlihat sangat mengkhawatirkan anak yang belum lama dilahirkan oleh Narra . Padahal sebelumnya bahkan ia seperti tak peduli dengan anak itu ketika masih ada di dalam kandungan .
__ADS_1
Bayi laki laki itu harus berada di dalam inkubator karena kondisinya prematur ketika di lahirkan .
Keheningan itu kemudian pecah ketika pria disampingnya mengeluarkan suaranya kembali .
" Apa aku akan jadi ayah yang baik !? "
" Tentu saja , tuan akan menjadi ayah yang terbaik untuk dia "
" Mereka menyebutku psikopat , aku gila !! Aku yang menyebabkan ibu dari anakku meninggal . Apa suatu saat dia akan membenciku karena hal ini ? "
" Tuan hanya tidak bisa mengeluarkan racun kebencian dalam hati tuan , saya kira bukan hanya tuan satu satunya orang yang seperti ini . Mungkin ratusan di luar sana .. mungkin ribuan !! Saya kira semua memang butuh proses untuk menjadi lebih baik "
" Apa aku bisa !? "
" Tak ada yang tidak mungkin jika ada niat "
Terra memejamkan matanya , mengingat semua kegilaannya . Dia berubah menjadi monster hanya karena sakit hatinya pada seorang gadis yang menolak cintanya . Karena keluarga gadis itu telah menindas hidup mereka .
Api dendam di hatinya sudah membakar habis semua nuraninya . Dia terlalu egois dengan membiarkan tubuh renta ayahnya tetap menjaganya sampai hari ini .
Harusnya dialah yang harusnya mengambil alih tugas itu , dialah yang harus menjaga ayahnya ! Entah kenapa ketika melihat putranya tergolek lemah di inkubator hatinya terasa sangat sakit .
" Kenapa bukan aku saja yang mati !? Dia masih butuh ibunya ... Dosaku sudah terlalu banyak , aku tidak pantas menyentuh jiwa murninya "
" Hidup mati itu urusan yang di atas ! Semua orang memiliki kesempatan kedua , kesempatan untuk memperbaiki diri . Jika tuan menyayangi dia , maka berusahalah menjadi pantas untuk disebut sebagai seorang ' ayah ' !! "
" Jika aku berniat memperbaiki diri , maukah kau tetap ada di sisiku walau aku sudah sembuh nanti ? "
" Maksudnya !? "
" Aku ingin kau mendampingiku . Tegur aku ... nasehati aku .. pukul aku jika perlu !! Aku ingin kau berjalan bersamaku ke jalan yang akan membawaku menjadi pribadi yang lebih baik . Menjadi ayah yang baik untuk anakku "
" Tuan ... "
__ADS_1