Menikahi Janda Kakakku

Menikahi Janda Kakakku
194


__ADS_3

Bumi mengeluarkan air matanya ketika mengingat sang istri yang kesakitan dan mempertaruhkan nyawanya untuk kelahiran sang putra .


Ya , anak keduanya adalah seorang putra . Dan bayi mungil itu sekarang sedang inisiasi atau belajar menyusu pertama kali pada ibunya . Bumi seperti melihat keajaiban di depannya , bayi laki laki itu benar benar memikat hatinya .


" Sayang ... "


" Kau memang menyebalkan Mas !! "


" Apa ?? "


" Aku yang sudah payah mengandungnya kenapa tidak ada dari diriku yang sama dengannya ?? Dia seperti kloningan dirimu , sama persis !! "


Bumi tertawa dan mencium bibir istrinya gemas , setelah kelahiran putra keduanya cintanya tumbuh berkali kali lipat lagi pada sang istri .


" Aku mencintaimu sayang .... "


*


Sementara itu Jerry dan istrinya sudah kembali ke kamar mereka , mereka kembali ke hotel saat sudah dini hari setelah kelahiran pewaris kedua Adipraja .


" Tidurlah sayang ... sepertinya kau sudah lelah sekali " kata Jerry sambil mencium kening istrinya bertubi tubi .


" He em "


Nayya langsung merebahkan tubuhnya di ranjang karena dia memang sudah sangat lelah , sedang Jerry langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya .


Keluar dari kamar mandi ia tersenyum mendapati sang istri yang sudah tenggelam dalam mimpinya Sungguh ia adalah pria paling beruntung karena mendapatkan istri seperti Nayya .


Dia berjanji akan menjaga wanita halalnya hingga seumur hidupnya . Seperti juga Bumi ia juga berharap bisa membangun keluarga kecil yang bisa menjadi poros hidupnya .


Karena tubuhnya juga sangat lelah Jerry kemudian merebahkan tubuh nya disamping sang istri yang sudah terlebih dahulu terlelap . Dia menarik pinggang sang istri agar lebih merapat padanya .


" l love you sayang ... " bisik Jerry sambil mengeratkan pelukannya .


Keduanya bangun hampir bersamaan , wajah istrinya memerah ketika tersadar telah tidur di rengkuhannya .

__ADS_1


" Pagi sayang ... "


Nayya memejamkan mata untuk meresapi ciuman suaminya pada keningnya . Dia bahagia karena merasa sangat dicintai pria halalnya ..


" Masih capek ?? "


" Dikit ... "


" Sebaiknya kita sarapan dulu , tadi ada pelayan yang mengantar sarapan ke sini . Kakak suapin ya "


Dengan diselingi gurauan mereka menghabiskan sarapan mereka di atas ranjang .


Nayya menjerit histeris ketika suaminya tiba tiba membopongnya ke arah jacuzzi .


" Kak Jerry !!! "


" Kita berendam air hangat dulu sayang sebelum kita tuntaskan urusan kita yang belum selesai tadi malam "


" Kak ... "


Nayya menahan nafas dan memejamkan matanya saat melihat tongkat yang mulai mengeras itu , baru setengah mengeras saja sudah terlihat begitu kokoh dan besar . Apalagi jika sudah sepenuhnya mengeras ?


" Buka matamu sayang , jangan takut dia tidak akan menggigit .... "


Jerry membawa tangan Nayya untuk menyentuh tongkatnya yang mulai berdiri tegak . Walau semula masih ragu ragu tapi tangan mungil itu mulai mengurut lembut miliknya hingga Jerry menggeram nikmat .


Perlahan mereka mulai turun ke jacuzzi yang berisi air hangat itu , dengan bersandarkan dada suaminya Nayya tampak sangat menikmati semua sentuhan nakal yang membuatnya melayang dan mengeluarkan suara suara indahnya .


Dua tangan Jerry sedang memijat lembut dua bukit dengan ukuran lumayan besar itu . Kadang dimainkannya pucuknya hingga tubuh istrinya menggelinjang geli .


Puas berendam Jerry mengangkat dan mengeringkan tubuh istrinya . Dan masih dengan keadaan polos ia membawa Nayya ke arah ranjang .


" Kak pakai baju dulu ... " lirih Nayya .


" Kelamaan sayang , nantinya kita juga akhirnya nggak bakal pakai baju ! "

__ADS_1


Jerry membaringkan tubuh sang istri dipinggir ranjang dengan membuka lebar lebar kakinya . Dia mengambil bantal untuk mengganjal bagian bawah istrinya . Sedang dia berdiri dengan dua tangannya menahan dua kaki jenjang istrinya .


" Kak !! " satu tangan Nayya berusaha menutupi area bawahnya yang sudah di buka lebar oleh suaminya .


" Udah cukup pemanasannya di sana tadi sayang , lagian ini juga sudah basah banget "


Selain berendam tadi Jerry tak segan segan menyentuh semua bagian tubuh sang istri hingga Nayya mengalami beberapa kali pelepasan .


" Tahan dikit ya sayang ... " Perlahan ia mulai mendorong tongkatnya ke liang yang sudah lembab itu .


" Kak ... pelan pelan "


" lni sudah pelan sayang ... "


" Nggak muat Kak ... Awwwsshh "


Jerry terus saja mendorong agar sepenuhnya masuk ke dalam sarangnya .


" Arrrgghhh .. nggak muat Kak , di kecilin dikit bisa kan !!? Sakiiittt ... "


" Nggak bisa ... "


Nayya meremat kain sprei menahan perih saat tongkat jumbo sang suami tetap memaksa memasukinya .


Dengan di iringi jeritan istrinya akhirnya tongkatnya berhasil sepenuhnya masuk ke dalam sarangnya . Jerry mendiamkan tongkatnya sejenak agar sang istri lebih tenang .


Dikecupnya dahi dan pipi istrinya dengan membisikkan kata kata cintanya , setelah dirasa lebih rileks dia mulai menggerakkan bagian bawahnya pelan .


Dan gerakan lembut itu lama lama berubah sedikit liar kala sang istri mulai bisa mengimbangi gerakannya .


Serasa tak ada puasnya Jerry menggempur sang istri sepanjang hari . Tubuh mungil sang istri membuatnya kalap , seperti candu yang tak akan pernah bosan ia sentuh . Hingga dia menyudahi kegiatannya saat menjelang sore karena sang istri yang sudah benar benar lelah melayaninya .


Jerry menciumi perut sang istri berharap segera ada bayi yang akan melengkapi dan mewarnai hari hari keluarga kecilnya .


~ Aaeeerrr ... Aaeeerrr Mas Jer bikin gerah berjamaah 🤣🤣🤣 , untung tempat emak lagi hujan jadi adem adem aja nulisnya . Jangan bosan dukung emak yaaa ! Like vote n comen biar tambah rame 😘😘 ~

__ADS_1


__ADS_2