
Bumi mengeluarkan air matanya ketika mengingat sang istri yang kesakitan dan mempertaruhkan nyawanya untuk kelahiran sang putra .
Ya , anak keduanya adalah seorang putra . Dan bayi mungil itu sekarang sedang inisiasi atau belajar menyusu pertama kali pada ibunya . Bumi seperti melihat keajaiban di depannya , bayi laki laki itu benar benar memikat hatinya .
" Sayang ... "
" Kau memang menyebalkan Mas !! "
" Apa ?? "
" Aku yang sudah payah mengandungnya kenapa tidak ada dari diriku yang sama dengannya ?? Dia seperti kloningan dirimu , sama persis !! "
Bumi tertawa dan mencium bibir istrinya gemas , setelah kelahiran putra keduanya cintanya tumbuh berkali kali lipat lagi pada sang istri .
" Aku mencintaimu sayang .... "
*
Sementara itu Jerry dan istrinya sudah kembali ke kamar mereka , mereka kembali ke hotel saat sudah dini hari setelah kelahiran pewaris kedua Adipraja .
" Tidurlah sayang ... sepertinya kau sudah lelah sekali " kata Jerry sambil mencium kening istrinya bertubi tubi .
" He em "
Nayya langsung merebahkan tubuhnya di ranjang karena dia memang sudah sangat lelah , sedang Jerry langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya .
Keluar dari kamar mandi ia tersenyum mendapati sang istri yang sudah tenggelam dalam mimpinya Sungguh ia adalah pria paling beruntung karena mendapatkan istri seperti Nayya .
Dia berjanji akan menjaga wanita halalnya hingga seumur hidupnya . Seperti juga Bumi ia juga berharap bisa membangun keluarga kecil yang bisa menjadi poros hidupnya .
Karena tubuhnya juga sangat lelah Jerry kemudian merebahkan tubuh nya disamping sang istri yang sudah terlebih dahulu terlelap . Dia menarik pinggang sang istri agar lebih merapat padanya .
" l love you sayang ... " bisik Jerry sambil mengeratkan pelukannya .
Keduanya bangun hampir bersamaan , wajah istrinya memerah ketika tersadar telah tidur di rengkuhannya .
__ADS_1
" Pagi sayang ... "
Nayya memejamkan mata untuk meresapi ciuman suaminya pada keningnya . Dia bahagia karena merasa sangat dicintai pria halalnya ..
" Masih capek ?? "
" Dikit ... "
" Sebaiknya kita sarapan dulu , tadi ada pelayan yang mengantar sarapan ke sini . Kakak suapin ya "
Dengan diselingi gurauan mereka menghabiskan sarapan mereka di atas ranjang .
Nayya menjerit histeris ketika suaminya tiba tiba membopongnya ke arah jacuzzi .
" Kak Jerry !!! "
" Kita berendam air hangat dulu sayang sebelum kita tuntaskan urusan kita yang belum selesai tadi malam "
" Kak ... "
Nayya menahan nafas dan memejamkan matanya saat melihat tongkat yang mulai mengeras itu , baru setengah mengeras saja sudah terlihat begitu kokoh dan besar . Apalagi jika sudah sepenuhnya mengeras ?
" Buka matamu sayang , jangan takut dia tidak akan menggigit .... "
Jerry membawa tangan Nayya untuk menyentuh tongkatnya yang mulai berdiri tegak . Walau semula masih ragu ragu tapi tangan mungil itu mulai mengurut lembut miliknya hingga Jerry menggeram nikmat .
Perlahan mereka mulai turun ke jacuzzi yang berisi air hangat itu , dengan bersandarkan dada suaminya Nayya tampak sangat menikmati semua sentuhan nakal yang membuatnya melayang dan mengeluarkan suara suara indahnya .
Dua tangan Jerry sedang memijat lembut dua bukit dengan ukuran lumayan besar itu . Kadang dimainkannya pucuknya hingga tubuh istrinya menggelinjang geli .
Puas berendam Jerry mengangkat dan mengeringkan tubuh istrinya . Dan masih dengan keadaan polos ia membawa Nayya ke arah ranjang .
" Kak pakai baju dulu ... " lirih Nayya .
" Kelamaan sayang , nantinya kita juga akhirnya nggak bakal pakai baju ! "
__ADS_1
Jerry membaringkan tubuh sang istri dipinggir ranjang dengan membuka lebar lebar kakinya . Dia mengambil bantal untuk mengganjal bagian bawah istrinya . Sedang dia berdiri dengan dua tangannya menahan dua kaki jenjang istrinya .
" Kak !! " satu tangan Nayya berusaha menutupi area bawahnya yang sudah di buka lebar oleh suaminya .
" Udah cukup pemanasannya di sana tadi sayang , lagian ini juga sudah basah banget "
Selain berendam tadi Jerry tak segan segan menyentuh semua bagian tubuh sang istri hingga Nayya mengalami beberapa kali pelepasan .
" Tahan dikit ya sayang ... " Perlahan ia mulai mendorong tongkatnya ke liang yang sudah lembab itu .
" Kak ... pelan pelan "
" lni sudah pelan sayang ... "
" Nggak muat Kak ... Awwwsshh "
Jerry terus saja mendorong agar sepenuhnya masuk ke dalam sarangnya .
" Arrrgghhh .. nggak muat Kak , di kecilin dikit bisa kan !!? Sakiiittt ... "
" Nggak bisa ... "
Nayya meremat kain sprei menahan perih saat tongkat jumbo sang suami tetap memaksa memasukinya .
Dengan di iringi jeritan istrinya akhirnya tongkatnya berhasil sepenuhnya masuk ke dalam sarangnya . Jerry mendiamkan tongkatnya sejenak agar sang istri lebih tenang .
Dikecupnya dahi dan pipi istrinya dengan membisikkan kata kata cintanya , setelah dirasa lebih rileks dia mulai menggerakkan bagian bawahnya pelan .
Dan gerakan lembut itu lama lama berubah sedikit liar kala sang istri mulai bisa mengimbangi gerakannya .
Serasa tak ada puasnya Jerry menggempur sang istri sepanjang hari . Tubuh mungil sang istri membuatnya kalap , seperti candu yang tak akan pernah bosan ia sentuh . Hingga dia menyudahi kegiatannya saat menjelang sore karena sang istri yang sudah benar benar lelah melayaninya .
Jerry menciumi perut sang istri berharap segera ada bayi yang akan melengkapi dan mewarnai hari hari keluarga kecilnya .
~ Aaeeerrr ... Aaeeerrr Mas Jer bikin gerah berjamaah 🤣🤣🤣 , untung tempat emak lagi hujan jadi adem adem aja nulisnya . Jangan bosan dukung emak yaaa ! Like vote n comen biar tambah rame 😘😘 ~
__ADS_1