Menikahi Janda Kakakku

Menikahi Janda Kakakku
118


__ADS_3

" Bawa dia ... "


Alex akhirnya bangkit dan berdiri meninggalkan ruangan itu . Beberapa pengawal membawa tubuh Terra yang tadinya tergeletak di lantai .


Alex berharap hari ini putranya bisa belajar satu hal . Di atas langit masih ada langit . Selama ini Terra terlalu bangga dengan kuasa yang di miliki ayahnya , dan nyatanya mereka adalah butiran debu di hadapan seorang Alfian Adipraja .


Pria tua yang terlihat sederhana dari keluarga Adipraja itu ternyata mempunyai kekuatan besar . Alex mengaguminya , di balik kebijaksanaannya tersimpan wataknya yang keras dan tegas .


Sampai di mansion Alex segera memerintahkan dokter keluarga untuk merawat putranya . Dia sengaja tak membawanya ke rumah sakit karena tidak ingin pertemuannya dengan keluarga Adipraja diketahui media .


Biar bagaimana pun dia adalah seorang pejabat dan Alfian juga seorang pengusaha yang ternama . Sedikit insiden bisa saja mencoreng nama baik mereka .


Narra yang sedang turun untuk mengambil makanan sedikit terkejut dengan adanya keramaian di kamar Terra . Dia berpikir pasti Tera sudah menghabisi orang lagi . Pria psikopat itu memang kadang duka memainkan nyawa orang bahkan tanpa suatu alasan .


Perlahan dia masuk di kamar megah itu , seorang dokter dan beberapa perawat sedang melakukan pertolongan pada tubuh pria yang penuh luka , dan tampaknya tubuh itu tidak bergerak sama sekali .


Senyumnya mengembang ketika memastikan pria yang terkapar itu adalah Terra . Hatinya sangat puas dan berharap pria itu tidak bisa melewatkan malam ini karena menurut dokter kondisi pria itu kritis saat ini .


Sang dokter seperti sedang menelpon untuk minta bantuan rekan dokter yang lain dan minta didatangkan alat alat untuk menunjang hidup Terra saat ini .


" Nyonya .. maaf anda tidak diperbolehkan untuk masuk area ini . Saya harap anda segera kembali ke atas "


Suara seorang penjaga membuyarkan lamunannya .


" Aku hanya sedang memastikan kematiannya , hanya itu " jawab sinis Narra tapi kemudian dia melangkahkan kakinya keluar dari kamar itu .

__ADS_1


Dan di sebuah kamar terlihat seorang ayah sedang duduk dengan kepala menengadah menahan air mata yang sudah menggenang di pelupuk matanya .


" Maafkan ayah nak ... "


*


" Lho ini kan bukan jalan menuju kediaman Papa . Elo mau bawa gue kemana Dam !? "


" Ya masa elo pulang dengan keadaan begitu , yang ada nanti istri elo pingsan lihat banyak darah di baju elo "


Tanpa Bumi sadar , bajunya sudah penuh dengan noda darah milik Terra . Mereka pulang ke apartemen milik Bumi dan disana pria itu bisa membersihkan diri .


Di basement mereka berpapasan dengan Jerry . Pria itu sangat terkejut dengan keadaan sahabatnya yang sudah bersimbah darah . Ada banyak noda darah di bajunya . Dia mengikuti dua pria sahabatnya itu masuk ke apartemen milik Bumi .


" Dam .. dia kenapa ?! "


" Mati !? "


" Gue nggak tahu , tapi dia sudah tidak bergerak saat kami tinggalkan "


" Ya Tuhan ... "


Jerry sangat tahu watak Bumi , jika ia sudah kesetanan untuk menghajar orang maka pasti orang itu sudah mengancam ataupun mengganggu salah satu keluarganya .


" Aira ... !? "

__ADS_1


" Bukan ... tuan besar , doi ingin menyerang tuan besar . Dan elo pasti sudah tahu kelanjutannya "


" Perasaan dia sudah kembali waras kenapa masih ada saja orang yang memancing sisi iblisnya untuk keluar . Orang itu kurang kerjaan banget ! Moga moga saja masih hidup dia . Memang siapa sih orang itu ? "


" Panjang ceritanya !! Berisik banget sih elo dari tadi nanya melulu ! Betewe gue pinjem ponsel elo sebentar sini , hape gue ketinggalan di mobil soalnya "


Jerry menyerahkan ponselnya , ia pikir Adam ingin menelpon ataupun mengirim pesan pada seseorang . Setelah selesai mengetikkan sesuatu Adam mengembalikan ponsel itu .


" Thanks broo ... "


" Nggak usah lebay , udah biasa kalau elo sama Bumi ngabisin pulsa dan kuota gue " cibir Jerry .


Tak lama Bumi turun dengan tampilan kasual , hanya mengenakan celana pendek dipadukan dengan kaos berwarna putih .


" Belom pulang elo pada !!? "


" Nantilah sebentar lagi ... lagi nungguin orang gue . Lima menit lagi paling nyampe "


Dan benar lima menit kemudian ada seseorang yang membunyikan bel .


" Jer .. elo bukain sana !! Kaki gue lagi lemes banget sumpah !! "


" Dasar lemahhhh ... "


Sebentar kemudian Jerry datang lagi dengan membawa banyak sekali bungkusan makanan . Mukanya benar benar terlihat kusut dan kesal . Ternyata orang yang membunyikan bel adalah kurir pengantar makanan .

__ADS_1


" Brengsek elo ya Dam !! Tadi elo pinjem hape gue cuma buat mesen ginian , ganti duit gue cepet !! "


__ADS_2