
" Bawa dia ... "
Alex akhirnya bangkit dan berdiri meninggalkan ruangan itu . Beberapa pengawal membawa tubuh Terra yang tadinya tergeletak di lantai .
Alex berharap hari ini putranya bisa belajar satu hal . Di atas langit masih ada langit . Selama ini Terra terlalu bangga dengan kuasa yang di miliki ayahnya , dan nyatanya mereka adalah butiran debu di hadapan seorang Alfian Adipraja .
Pria tua yang terlihat sederhana dari keluarga Adipraja itu ternyata mempunyai kekuatan besar . Alex mengaguminya , di balik kebijaksanaannya tersimpan wataknya yang keras dan tegas .
Sampai di mansion Alex segera memerintahkan dokter keluarga untuk merawat putranya . Dia sengaja tak membawanya ke rumah sakit karena tidak ingin pertemuannya dengan keluarga Adipraja diketahui media .
Biar bagaimana pun dia adalah seorang pejabat dan Alfian juga seorang pengusaha yang ternama . Sedikit insiden bisa saja mencoreng nama baik mereka .
Narra yang sedang turun untuk mengambil makanan sedikit terkejut dengan adanya keramaian di kamar Terra . Dia berpikir pasti Tera sudah menghabisi orang lagi . Pria psikopat itu memang kadang duka memainkan nyawa orang bahkan tanpa suatu alasan .
Perlahan dia masuk di kamar megah itu , seorang dokter dan beberapa perawat sedang melakukan pertolongan pada tubuh pria yang penuh luka , dan tampaknya tubuh itu tidak bergerak sama sekali .
Senyumnya mengembang ketika memastikan pria yang terkapar itu adalah Terra . Hatinya sangat puas dan berharap pria itu tidak bisa melewatkan malam ini karena menurut dokter kondisi pria itu kritis saat ini .
Sang dokter seperti sedang menelpon untuk minta bantuan rekan dokter yang lain dan minta didatangkan alat alat untuk menunjang hidup Terra saat ini .
" Nyonya .. maaf anda tidak diperbolehkan untuk masuk area ini . Saya harap anda segera kembali ke atas "
Suara seorang penjaga membuyarkan lamunannya .
" Aku hanya sedang memastikan kematiannya , hanya itu " jawab sinis Narra tapi kemudian dia melangkahkan kakinya keluar dari kamar itu .
__ADS_1
Dan di sebuah kamar terlihat seorang ayah sedang duduk dengan kepala menengadah menahan air mata yang sudah menggenang di pelupuk matanya .
" Maafkan ayah nak ... "
*
" Lho ini kan bukan jalan menuju kediaman Papa . Elo mau bawa gue kemana Dam !? "
" Ya masa elo pulang dengan keadaan begitu , yang ada nanti istri elo pingsan lihat banyak darah di baju elo "
Tanpa Bumi sadar , bajunya sudah penuh dengan noda darah milik Terra . Mereka pulang ke apartemen milik Bumi dan disana pria itu bisa membersihkan diri .
Di basement mereka berpapasan dengan Jerry . Pria itu sangat terkejut dengan keadaan sahabatnya yang sudah bersimbah darah . Ada banyak noda darah di bajunya . Dia mengikuti dua pria sahabatnya itu masuk ke apartemen milik Bumi .
" Dam .. dia kenapa ?! "
" Mati !? "
" Gue nggak tahu , tapi dia sudah tidak bergerak saat kami tinggalkan "
" Ya Tuhan ... "
Jerry sangat tahu watak Bumi , jika ia sudah kesetanan untuk menghajar orang maka pasti orang itu sudah mengancam ataupun mengganggu salah satu keluarganya .
" Aira ... !? "
__ADS_1
" Bukan ... tuan besar , doi ingin menyerang tuan besar . Dan elo pasti sudah tahu kelanjutannya "
" Perasaan dia sudah kembali waras kenapa masih ada saja orang yang memancing sisi iblisnya untuk keluar . Orang itu kurang kerjaan banget ! Moga moga saja masih hidup dia . Memang siapa sih orang itu ? "
" Panjang ceritanya !! Berisik banget sih elo dari tadi nanya melulu ! Betewe gue pinjem ponsel elo sebentar sini , hape gue ketinggalan di mobil soalnya "
Jerry menyerahkan ponselnya , ia pikir Adam ingin menelpon ataupun mengirim pesan pada seseorang . Setelah selesai mengetikkan sesuatu Adam mengembalikan ponsel itu .
" Thanks broo ... "
" Nggak usah lebay , udah biasa kalau elo sama Bumi ngabisin pulsa dan kuota gue " cibir Jerry .
Tak lama Bumi turun dengan tampilan kasual , hanya mengenakan celana pendek dipadukan dengan kaos berwarna putih .
" Belom pulang elo pada !!? "
" Nantilah sebentar lagi ... lagi nungguin orang gue . Lima menit lagi paling nyampe "
Dan benar lima menit kemudian ada seseorang yang membunyikan bel .
" Jer .. elo bukain sana !! Kaki gue lagi lemes banget sumpah !! "
" Dasar lemahhhh ... "
Sebentar kemudian Jerry datang lagi dengan membawa banyak sekali bungkusan makanan . Mukanya benar benar terlihat kusut dan kesal . Ternyata orang yang membunyikan bel adalah kurir pengantar makanan .
__ADS_1
" Brengsek elo ya Dam !! Tadi elo pinjem hape gue cuma buat mesen ginian , ganti duit gue cepet !! "