
Siang itu Air dan Janu benar benar diperkenalkan sebagai keluarga Adipraja . Air sebagai istri dari Bumi Attala Adipraja sedangkan Janu sebagai cucu satu satunya Adipraja .
Mata kagum dan memuja para pegawai yang sebagian besar adalah kaum.Adam membuat Bumi tak pernah melepas rengkuhannya dari pinggang ramping istrinya . Bumi sungguh sungguh tidak rela jika harus berbagi kesempurnaan istrinya dengan siapapun .
Dia akui siang itu Air tampil sangat sempurna . Mengenakan dress hitam model tali sepanjang lutut dengan dipadukan outer kardigan warna putih yang membuatnya lebih elegan . Dan rambut panjangnya ia biarkan tergerai hingga menambah kesan ayu pada dirinya .
Alfian maupun Rita hanya bisa geleng geleng kepala melihat tingkah putranya yang terlihat begitu posesif dengan menantu mereka . Putra bungsu mereka tak henti hentinya menunjukkan rasa cintanya kepada anak dan istrinya .
Selesai acara perkenalan Air ingin segera pergi kembali ke toko .
" Mas nanti habis Air temenin mas makan siang Air langsung ke toko ya !? Aku ada janji dengan Varo "
" Ckk .. kenapa dia lagi sih sayang , bukannya kemarin dulu sudah ketemuan sama dia ? Aku nggak duka kalau kamu sering sering ketemu sama dia "
Air tertawa kecil melihat raut cemburu suaminya . Dikecupnya singkat rahang suaminya .
" Sayang .... ini di kantor , jangan mancing mancing ! "
Bumi menutup tirai dan mengunci pintu dengan menggunakan sebuah remote di tangannya . Air berdecak sebal ketika tahu gelagat mesum suaminya .
" Apa apaan sih Mas , buka ihh !! Sebentar lagi Janu pasti diantar kesini sama Mamah . Waktunya Janu makan "
Air sengaja membuat mpASI dari rumah , karena ia lebih suka membuat sendiri daripada membeli yang instan .
" Sebentar sayang ... kangen Mas sama kamu . Seharian ini Mas harus berbagi , Mas nggak suka jika kamu di lihat laki laki lain !! Pandangan mereka menjijikkan "
__ADS_1
" Kalau nggak suka Air dilihatin orang ya kantongin saja , kunci di rumah biar nggak bisa keluar keluar . Amankan ? "
" Beneran nih ya !! "
" Kenapa Mas jadi nyebelin banget sih sekarang !! "
Bumi menarik tubuh istrinya hingga duduk di pangkuannya , entah kenapa dia menjadi sangat suka mencium aroma sang istri .
" Mass .."
" Aku hanya ingin memelukmu saja sayang ... hanya itu "
Setelah beberapa saat memeluk tubuh istrinya Bumi mengajak Air untuk pergi ke ruangan Papanya . Sudah waktunya Janu untuk makan siang .
Janu menjerit senang ketika melihat Bumi dan Air menghampirinya . Sepertinya bayi itu juga sudah kangen sekali dengan papa dan mamanya . Alfian dan Rita bahagia melihat kebersamaan keluarga kecil itu .
" Kalau kamu sibuk Janu biar sama Mamah aja , dari kemarin enggak rewel kok ikut kami . Nangis cuma kau pas laper sama kalau lagi getet sama opanya . Soalnya Opanya kalau nyium nggak berenti berenti ! "
Bumi dan Air terkekeh , mereka bisa melihat betapa sayangnya Alfian pada putra mereka . Selesai menyuapi Janu Air kemudian pamit pada kedua mertuanya .
Bumi sendiri yang mengantar anak dan istrinya untuk pergi ke toko . Walau Adam sudah memberitahunya akan ada meeting penting satu jam lagi .
Baginya tak ada yang lebih penting dari Air dan Janu di dunia ini . Dia juga tak akan membiarkan Varo dengan leluasa memandang istrinya karena dia tahu Varo mempunyai rasa untuk istri tercintanya .
Dan benar , Varo sudah menunggu mereka di ruko yang ada di sebelah toko roti milik Air . Ruko yang ditinggali oleh Deniel . Mata Air mengernyit melihat gadis belia disamping Varo . Gadis itu terlihat sangat manis walau tak ada senyum di wajahnya .
__ADS_1
" Hai ... " Varo berdiri menyapa Air dan memandang malas ke arah Bumi .
" Hai ... ini sekretaris baru Mas Varo ? "
" Bukan , kami ada kepentingan nanti jadi aku bawa sekalian kesini . Hai Janu ... Om kangen sama kamu , sini gendong sama Om "
" Nggak !! Enak saja .. udah kalau mau ngomong sama istri gue cepetan !! Jangan lama lama !! " tukas Bumi yang sedang menggendong putranya .
" Kau ingin menggendongnya ? " tanya Air pada gadis manis itu , ia bisa melihat gadis itu menatap gemas putranya .
" Boleh mbak ?? "
" Tentu saja boleh , aku Aira Prameswari " Air menyodorkan tangannya dan gadis itu menyambutnya .
" Saya Erina .. panggil saja Erin "
Varo sedikit kaget melihat sikap Erin yang tidak seperti biasanya . Gadis itu terlihat ramah dan lembut ketika bersama Air . Gadis itu tampak bahagia ketika sudah menggendong tubuh gembul Janu .
Dan Bumi tentu saja langsung duduk disamping Aira dengan satu tangan melingkar di pinggang istrinya . Bahkan ketika Varo dan Air sudah mulai membicarakan tentang bisnis mereka , tangan Bumi masih saja setia melingkar di pinggang istrinya .
" Jaga pandanganmu !!! " ketus Bumi yang masih saja melihat ada kekaguman di balik tatapan Varo , dia semakin mengeratkan tangannya di pinggang sang istri .
" Masss ... " lirih Air , ia merasa tidak enak dengan dua orang di depannya .
" Dasar bucin akut !!! " gerutu Varo , tapi jauh di lubuk hatinya ia tak menyangkal umpatan Bumi .
__ADS_1
Nyatanya ia masih saja terpesona dengan wanita didepannya . Tidak mudah baginya untuk lepas dari pesona Air yang sejak pertama sudah mengikat hatinya .
Walau tekadnya sudah bulat untuk menikahi Erina , tapi hatinya masih saja belum bisa melupakan cintanya pada ibu satu anak itu .