
Unknown : dia sedang bersamaku , sepertinya dia sudah mulai terbiasa denganku .
Lagi , Air mendapat chat dari orang yang sama yang mengiriminya pesan waktu itu . Dia hanya menghela nafas , dia tahu akan seperti ini . Tidak mudah menjadi Bumi yang memang menjadi idola kaum hawa .
Apalagi suaminya sudah mulai sering masuk media cetak ataupun televisi sebagai pengusaha muda berbakat . Pasti pria halalnya akan lebih dikenal di luaran sana .
Ada rasa cemburu di hatinya , tapi ia bukan wanita bodoh yang bisa percaya begitu saja dengan pesan yang bahkan ia tidak tahu siapa pengirimnya . Sampai saat ini ia masih sangat mempercayai suaminya .
Siang ini seperti biasanya tokonya lumayan ramai . Janu sedang tertidur hingga ia leluasa untuk membantu karyawannya . Tapi ia tetap memantau dengan kamera pengawas yang dihubungkan dengan ponselnya .
" Mba Sus , tolong nungguin Janu sebentar di atas ya ! Kayanya sebentar lagi bangun deh , botolnya udah dikasih sufor mbak tinggal ngasih air anget aja kalau tiba tiba Dede minta dot "
" Ya Bu " kata wanita bernama Sus itu bersemangat . Dia memang suka dengan bayi gembul itu .
Seperti mamanya , Janu anak yang ramah pada siapa saja . Jika bayi lain biasanya takut dengan kehadiran orang asing tapi dia terlihat biasa saja , malah kadang terlihat penasaran ingin mengenal orang asing di depannya .
" Hai .. "
Air menoleh ketika seorang pelanggan sepertinya sedang menyapanya .
" Hai selamat datang , ada yang bisa aku bantu ? "
Air seperti tidak asing dengan wajah itu , tapi ia lupa siapa orang itu . Pria dengan tubuh tinggi besar dengan mata sipit dengan tatapan setajam elang . Tubuhnya merinding ketika sekilas bertatapan dengan laki laki itu .
Air tidak tahu kenapa tapi ia merasa tatapan laki laki itu sangat mengintimidasinya .
" Aku ingin cheese cake seperti waktu itu , yang di atasnya kau beri keju leleh yang di masak dahulu "
" Oohh itu , silahkan duduk aku akan menyiapkannya " ujar Air mencoba ramah walau badannya masih sedikit merinding .
Tak lama kemudian Air menghampiri laki laki itu dengan membawa pesanannya .
" Silahkan tuan .. "
__ADS_1
" Terra ... namaku bukan tuan "
" Eh iya tuan Terra , maaf "
" Hanya Terra ... namaku Terra Bajhra Gozza . Panggil aku sesukamu asal jangan ' tuan ' . Aku tidak suka panggilan itu "
" Maaf .. Terra " kata Air dengan tersenyum kikuk . Pria tampan didepannya benar benar menakutkan baginya .
Air segera melangkah pergi dari meja Terra karena ia merasa sudah selesai melayani pelanggannya .
" Kau belum memberiku minum !! "
Langkah Air seketika terhenti mendengar suara itu kembali . Dia membalikkan badannya kembali menghadap pria bernama Terra itu .
" Ehh maaf .. aku lupa !! Ehmm ... kau ingin minum apa ? "
" Kopi ... tanpa gula "
" Baik "
" Biar saja saya yang bawa pesanan orang itu Bu , sepertinya tadi saya mendengar suara Janu . Siapa tahu mba Sus tidak bisa menenangkannya . Biasanya kan kalau bagi. tidur Janu suka riweuh "
Salah seorang wanita muda yang menjadi waiter menawarkan bantuan untuk membantunya . Dan Air segera memberikan nampan berisi kopi itu , sepertinya ia memang harus melihat Janu di atas .
Tapi tak berapa lama wanita muda tadi menyusulnya keatas .
" Bu , tamu yang tadi minta ibu sendiri yang mengantar kopinya . Saya sudah mengatakan ibu sedang bersama Janu tapi dia tidak mau tahu "
Air menghela nafas sekali lagi , sudah ia duga pria itu pasti akan menyulitkannya . Dia tahu pria itu pasti dari kalangan atas , mungkin dia seorang perfeksionis yang harus dituruti kemauannya . Air mengalah , dia memberikan kembali Janu pada asistennya .
" Nitip lagi Dedenya ya mbak "
" Ya Bu nggak apa apa , saya malah seneng bisa main sama Janu "
__ADS_1
Air kembali ke dapur untuk membuat kopi baru , kopi yang di bawa tadi pasti sudah terlalu dingin untuk disajikan .
" lni kopinya ... " Air meletakkan kopi itu di depan Terra yang sudah selesai dengan rotinya . Cheese cake tadi masih utuh , bahkan posisi sendoknya sama persis seperti ketika ia sajikan .
" Terimakasih , maaf jika aku membuatmu repot . Kau pasti berpikir aku laki laki yang menyebalkan "
" Bohong jika saya mengatakan tidak "
Terra tertawa mendengar jawaban dari wanita impiannya , ia tidak bisa marah walaupun Air secata tidak langsung menyebutnya sebagai pria menyebalkan .
" Bisakah jika aku ingin memesan kue seperti ini lagi ? "
" Tentu saja , anda ingin berapa slice ? "
" Jangan terlalu formal padaku , berapa yang tersisa di toko ini ? "
Air mengerutkan dahinya ketika mendengarnya . Sepertinya pria itu ingin membeli semua cheese cake buatannya .
" Sebentar .. " Air melihat di etalase berapa cheese cake yang masih tersisa , tapi nyatanya sudah tak tersisa satupun .
" Maaf sepertinya kau kurang beruntung kali ini , cheese cake di sini sudah habis . Tapi kau bisa kembali besok jika kau ingin memesannya lagi . Kami akan pastikan untuk membuat pesananmu "
". Baik , aku pesan seratus slice dan harus kau sendiri yang membuat "
" Maksudnya !? "
" Aku yakin cheese cake yang tadi bukan buatan tanganmu ... aromanya tidak semanis buatanmu "
Air terlonjak kaget , ia tak bisa percaya bahwa Terra bahkan bisa menebak bahwa roti itu memang bukan buatannya . Chef dapur yang siang ini membuatnya karena Air membuat roti kering pesanan seorang langganannya .
" Baik ... besok aku buat 100 slice untukmu "
Terra tersenyum lebar ketika Air menyanggupinya . Dia tak bisa bayangkan bisa menyentuh , mencium dan merasai aroma tangan yang ada dalam roti buatan wanita impiannya .
__ADS_1
~ VISUAL TERRA BAJHRA GOZZA