Menikahi Janda Kakakku

Menikahi Janda Kakakku
87


__ADS_3

Unknown : dia sedang bersamaku , sepertinya dia sudah mulai terbiasa denganku .


Lagi , Air mendapat chat dari orang yang sama yang mengiriminya pesan waktu itu . Dia hanya menghela nafas , dia tahu akan seperti ini . Tidak mudah menjadi Bumi yang memang menjadi idola kaum hawa .


Apalagi suaminya sudah mulai sering masuk media cetak ataupun televisi sebagai pengusaha muda berbakat . Pasti pria halalnya akan lebih dikenal di luaran sana .


Ada rasa cemburu di hatinya , tapi ia bukan wanita bodoh yang bisa percaya begitu saja dengan pesan yang bahkan ia tidak tahu siapa pengirimnya . Sampai saat ini ia masih sangat mempercayai suaminya .


Siang ini seperti biasanya tokonya lumayan ramai . Janu sedang tertidur hingga ia leluasa untuk membantu karyawannya . Tapi ia tetap memantau dengan kamera pengawas yang dihubungkan dengan ponselnya .


" Mba Sus , tolong nungguin Janu sebentar di atas ya ! Kayanya sebentar lagi bangun deh , botolnya udah dikasih sufor mbak tinggal ngasih air anget aja kalau tiba tiba Dede minta dot "


" Ya Bu " kata wanita bernama Sus itu bersemangat . Dia memang suka dengan bayi gembul itu .


Seperti mamanya , Janu anak yang ramah pada siapa saja . Jika bayi lain biasanya takut dengan kehadiran orang asing tapi dia terlihat biasa saja , malah kadang terlihat penasaran ingin mengenal orang asing di depannya .


" Hai .. "


Air menoleh ketika seorang pelanggan sepertinya sedang menyapanya .


" Hai selamat datang , ada yang bisa aku bantu ? "


Air seperti tidak asing dengan wajah itu , tapi ia lupa siapa orang itu . Pria dengan tubuh tinggi besar dengan mata sipit dengan tatapan setajam elang . Tubuhnya merinding ketika sekilas bertatapan dengan laki laki itu .


Air tidak tahu kenapa tapi ia merasa tatapan laki laki itu sangat mengintimidasinya .


" Aku ingin cheese cake seperti waktu itu , yang di atasnya kau beri keju leleh yang di masak dahulu "


" Oohh itu , silahkan duduk aku akan menyiapkannya " ujar Air mencoba ramah walau badannya masih sedikit merinding .


Tak lama kemudian Air menghampiri laki laki itu dengan membawa pesanannya .


" Silahkan tuan .. "

__ADS_1


" Terra ... namaku bukan tuan "


" Eh iya tuan Terra , maaf "


" Hanya Terra ... namaku Terra Bajhra Gozza . Panggil aku sesukamu asal jangan ' tuan ' . Aku tidak suka panggilan itu "


" Maaf .. Terra " kata Air dengan tersenyum kikuk . Pria tampan didepannya benar benar menakutkan baginya .


Air segera melangkah pergi dari meja Terra karena ia merasa sudah selesai melayani pelanggannya .


" Kau belum memberiku minum !! "


Langkah Air seketika terhenti mendengar suara itu kembali . Dia membalikkan badannya kembali menghadap pria bernama Terra itu .


" Ehh maaf .. aku lupa !! Ehmm ... kau ingin minum apa ? "


" Kopi ... tanpa gula "


" Baik "


" Biar saja saya yang bawa pesanan orang itu Bu , sepertinya tadi saya mendengar suara Janu . Siapa tahu mba Sus tidak bisa menenangkannya . Biasanya kan kalau bagi. tidur Janu suka riweuh "


Salah seorang wanita muda yang menjadi waiter menawarkan bantuan untuk membantunya . Dan Air segera memberikan nampan berisi kopi itu , sepertinya ia memang harus melihat Janu di atas .


Tapi tak berapa lama wanita muda tadi menyusulnya keatas .


" Bu , tamu yang tadi minta ibu sendiri yang mengantar kopinya . Saya sudah mengatakan ibu sedang bersama Janu tapi dia tidak mau tahu "


Air menghela nafas sekali lagi , sudah ia duga pria itu pasti akan menyulitkannya . Dia tahu pria itu pasti dari kalangan atas , mungkin dia seorang perfeksionis yang harus dituruti kemauannya . Air mengalah , dia memberikan kembali Janu pada asistennya .


" Nitip lagi Dedenya ya mbak "


" Ya Bu nggak apa apa , saya malah seneng bisa main sama Janu "

__ADS_1


Air kembali ke dapur untuk membuat kopi baru , kopi yang di bawa tadi pasti sudah terlalu dingin untuk disajikan .


" lni kopinya ... " Air meletakkan kopi itu di depan Terra yang sudah selesai dengan rotinya . Cheese cake tadi masih utuh , bahkan posisi sendoknya sama persis seperti ketika ia sajikan .


" Terimakasih , maaf jika aku membuatmu repot . Kau pasti berpikir aku laki laki yang menyebalkan "


" Bohong jika saya mengatakan tidak "


Terra tertawa mendengar jawaban dari wanita impiannya , ia tidak bisa marah walaupun Air secata tidak langsung menyebutnya sebagai pria menyebalkan .


" Bisakah jika aku ingin memesan kue seperti ini lagi ? "


" Tentu saja , anda ingin berapa slice ? "


" Jangan terlalu formal padaku , berapa yang tersisa di toko ini ? "


Air mengerutkan dahinya ketika mendengarnya . Sepertinya pria itu ingin membeli semua cheese cake buatannya .


" Sebentar .. " Air melihat di etalase berapa cheese cake yang masih tersisa , tapi nyatanya sudah tak tersisa satupun .


" Maaf sepertinya kau kurang beruntung kali ini , cheese cake di sini sudah habis . Tapi kau bisa kembali besok jika kau ingin memesannya lagi . Kami akan pastikan untuk membuat pesananmu "


". Baik , aku pesan seratus slice dan harus kau sendiri yang membuat "


" Maksudnya !? "


" Aku yakin cheese cake yang tadi bukan buatan tanganmu ... aromanya tidak semanis buatanmu "


Air terlonjak kaget , ia tak bisa percaya bahwa Terra bahkan bisa menebak bahwa roti itu memang bukan buatannya . Chef dapur yang siang ini membuatnya karena Air membuat roti kering pesanan seorang langganannya .


" Baik ... besok aku buat 100 slice untukmu "


Terra tersenyum lebar ketika Air menyanggupinya . Dia tak bisa bayangkan bisa menyentuh , mencium dan merasai aroma tangan yang ada dalam roti buatan wanita impiannya .

__ADS_1



~ VISUAL TERRA BAJHRA GOZZA


__ADS_2