Menikahi Janda Kakakku

Menikahi Janda Kakakku
51


__ADS_3

Bumi segera melesat ke kamar mandi , hatinya berbunga bunga membayangkan bahwa sebentar lagi Aira Prameswari akan menjadi miliknya seutuhnya .


Selesai mandi ia segera mencari keberadaan sang istri , tapi nyatanya ia tidak dapat menemukan siapa pun di dalam ruko . Janu pun sudah tidak ada di atas ranjang padahal ia tahu anak itu sedang tertidur tadi .


Bumi meraih ponselnya siapa tahu Air mengiriminya pesan . Dan benar sang istri mengiriminya sebuah pesan .


' Mas aku ke ruko sebelah , kata Mba Sus Deniel demam tinggi . Sama tolong hubungi dokter Val kesini , nggak biasa biasanya anak itu sakit '


" Ckk ... kenapa harus begini sih ! Susah bener pengen berduaan sama istri sendiri "


Bumi terus saja menggerutu dan ia segera turun untuk menyusul istrinya ke ruko yang bersebelahan dengan toko roti milik istrinya . Dewa dan Deniel sering tidur di ruko itu karena rencananya ruko itu akan ditempati Dewa untuk dijadikan bengkel mobil , walau rencana terpaksa mundur karena Bu Sri belum mengijinkan .


Bumi melihat Deniel terbaring dengan beberapa luka lebam di wajahnya . Tak beda jauh ketika ia habis dipukuli adik iparnya . Sedang Air dan asisten yang biasa membantunya di toko bernama Mba Sus sedang duduk di pinggir ranjang .


Bumi tidak suka ketika wanitanya mengkhawatirkan keadaan pria lain di depan matanya .


" Sayang ... "


" Mas ... demamnya tinggi banget . Dokter Val sudah di hubungi ? "


Bumi diam , dia melihat sinis pria yang sedang tertidur di ranjang dengan kompres yang ada di keningnya . Air yang mengerti kecemburuan suaminya segera bangkit dan mendekat .


" Tadi Mba Sus telepon , dia terdengar sangat panik . Katanya Deniel sakit . Jadi aku bawa Janu kesini biar aku bisa lihat dia . Mba Sus yang kasih kompres ke Deniel karena cuma itu yang dia tahu untuk meredakan demam "


" He em " jawab singkat Bumi yang malah membuat Air tersenyum .


" Mas cemburu ? "


" Nggak !! Aku bukan saingan bocah tengil itu , dia jauh di bawahku "


" Sukur deh kalau Mas nggak cemburu , jadi aku bisa ganti kompresnya Deniel "


" Apa !! "

__ADS_1


" Sssstttt .. Mas pelan pelan ngomongnya , ada orang sakit teriak teriak "


" Siapa yang suruh kamu buat gantiin kompres bocah tengil itu !? "


" Maasss .. " Air menaruh telunjuknya diatas hidungnya sebagai tanda untuk menyuruh suaminya diam .


Tak lama dokter Val sampai juga ke tempat itu . Hari ini dia off jadi tidak mengenakan seragam kehormatannya yang serba putih .


" Siapa yang sakit !? Ganggu waktu gue libur saja sih elo B !! "


" Gue udah bayar mahal elo jadi jangan kebanyakan protes !! Tuh periksa bocah tengil itu , demam aja sampai nyusahin istri gue "


" Hei mbak " Val menyapa Air yang berdiri disamping Bumi .


" Hai juga dokter Vallery "


" Ngomong ngomong Mbak masih betah jadi istrinya dia !? "


Air tertawa mendengarnya , dokter muda itu memang selalu ceplas ceplos jika berbicara .


" Gue nggak ngomong sama elo !! Minggir gue mau periksa dia !! "


Vallery memeriksa suhu tubuh Deniel , mengukur tensi dan memeriksa semua lebam di tubuh Deniel dengan teliti .


" lni habis berantem apa gimana ? Kok lebam lebam gini ... demamnya bukan karena lebam pada tubuhnya . Dia masih kuliah ?? Sepertinya stress nya yang bikin dia demam "


Deniel terbangun ketika merasakan sapuan lembut di dahi dan pipinya . Di pikirannya dia sedang melihat seorang bidadari sedang ada di depannya . Bidadari itu tersenyum padanya sambil mengoles sesuatu di sekitar wajah dan tangannya .


Saat itu Vallery sedang mengoleskan salep pada luka di wajahnya agar tidak terkena infeksi .


" Hai .. kau bangun ? Mbak ... "


" Saya Sus bu Dokter asistennya bu Air sama tuan Deniel "

__ADS_1


" Tolong oleskan ini di semua luka tuan Deniel ya , terus nanti minumkan ibuprofen ini untuk menurunkan demam sekaligus meringankan rasa sakitnya " setelah itu ia bangkit karena merasa sudah menyelesaikan tugasnya .


Vallery terjejut ketika tangan Deniel menarik lembut tangannya .


" Setidaknya selesaikan ini dulu ... baru elo pergi " Deniel melihat salep yang tergeletak di atas nakas .


Walau hatinya menolak tapi entah kenapa Val kembali duduk dan mengambil salep yang tadi sempat ia letakkan di atas nakas .


" Berantem elo ?? " tanya Val pada laki laki yang meringis ketika ia tekan tekan lukanya yang lumayan dalam .


" Dikeroyok "


" Hebat ya ... menang !? "


" Elo niat nanya apa mau mengejek gue sih ? "


Vallery sebenarnya heran pada dirinya sendiri . Dia yang dikenal sebagai gadis yang galak dan dingin dalam waktu sesingkat itu bisa langsung merasa akrab dengan pasiennya yang satu ini .


" Rebutan cewek !? "


" Najis ... yang ada gue di gebukin cowoknya karena ceweknya ngejar ngejar gue "


" Elo player !? "


Deniel tidak menjawab , ia tidak mau lagi membahas masa lalunya .


Malam itu ketika di klub ia mencari cari Varo yang sudah tidak ada lagi di mejanya saat ia kembali . Awalnya ia mengira mungkin Varo pulang karena ia tahu sepupunya itu paling malas jika berada ditempat seperti itu .


Tapi ketika di parkiran ia masih melihat mobil Varo , berkali kali menelpon pun tak diangkat padahal ponsel Varo masih aktif . Ketika ia kembali masuk ke klub seorang wanita cantik yang sempat menjadi pelanggannya menghampirinya .


Tapi tak ada angin tak ada hujan sekelompok laki laki menyeretnya keluar dan memukulinya . Deniel bukan pria lemah , tapi para pengeroyoknya membawa senjata hingga ia kemudian kewalahan .


Ketika sudah terpojok tiba tiba datang lagi seorang pria meminta maaf padanya . Dia bilang terimakasih karena Deniel ia bisa bertemu lagi dengan cinta pertamanya .

__ADS_1


Dan mirisnya Deniel benar benar tidak tahu kisah apa di baliknya , mau minta maaf seperti apapun nyatanya dia sudah babak belur . Pria itu menawarkannya untuk membawa ke rumah sakit terdekat , tapi Deniel gengsi untuk menuruti kemauan pria itu .


la memilih istirahat di ruko , ia pikir paginya ia bisa sembuh . Nyatanya tubuhnya malah terasa lebih sakit dari sebelumnya .


__ADS_2